MENIKAHI KEKASIH SAHABATKU

MENIKAHI KEKASIH SAHABATKU
Episode 60


__ADS_3

Sesampainya Dafa di kamar ia langsung mencari suatu kotak yang berada didalam lemari dan langsung mengeluarkannya.Kotak itu berisi semua hadiah pemberian Alexa saat ia ulang tahun dan perayaan hari jadi mereka.Dafa diam sejenak melihat semua hadiah itu kemudian ia menetaskan air matanya.


Dafa sebenarnya tak tega ingin membuang semua hadiah itu,namun jika sampai Reina melihat semua ini dan itu semua pemberian dari Alexa sahabatnya sendiri,Dafa tak tahu harus berbuat apa lagi dan menjelaskan alasannya.Jadi Dafa berfikir lebih baik semua barang itu ia buang.


Dafa lalu membawa kotak itu keluar dari kamarnya hendak membuangnya ditong sampah.


"Kak Dafa bawa kotak apa yah,aku jadi penasaran adeh" batin Reina.


Reina enggan menegur Dafa yang berjalan menuju keluar rumah sambil membawa 1 kotak besar.


"Bun,Kak Dafa bawa kotak apa ya?" tanya Reina ke ibu mertuanya karena saking penasarannya dengan kotak itu


"Mungkin barang-barang pemberian dari mantannya" jawab Zafa ceplos lalu mendapat tatapan tajam dari Bundanya.


"Oh" ucap Reina santai.


"Hmmm kenapa hati gue sakit yah dengar kotak itu pemberian dari mantannya kak Dafa"batin Reina.


"Nggak usah difikir ya sayang,mungkin Dafa mau membuang semua kenangan masa lalunya bersama wanita itu dan ingin membuka lembaran baru bersama kamu" ucap mama Dafa lalu tersenyum pada menantunya itu.


"Iya kak Rei,sepertinya kak Dafa udah mulai suka deh sama kakak" ucap Zafa jujur.


Wajah Reina mulai merona mendengar kata-kata dari adik ipar satu-satunya itu dan dia hanya tersenyum.


"Hmmm semoga aja itu benar-benar terjadi" batin Reina.


Setelah membuang sampah Dafa kemudian masuk ke rumahnya lagi dan ikut berbagi cerita bersama bundanya sambil menunggu papanya pulang.


.


Setelah ayahnya pulang,mereka kemudian saling bercerita panjang lebar dan sesekali tertawa mendengar bunda bercerita masa kecil Dafa yang membuat Reina ketagihan mendengarnya namun


Hari berlalu begitu cepat sampai tak terasa sudah mulai malam dan mereka memutuskan untuk kembali ke Apartemen.


"Kak,kenapa kita nggak nginap aja sih dirumah bunda.Aku masih mau cerita banyakkkkkkkk sama Zafa " ucap Reina sesampainya mereka diapartemen.


"Kan masih ada hari esok,kalau kamu mau kesanan lagi terserah nggak ada yang larang kok" jawab Dafa santai.


"Kalau itu sih aku juga tahu kali.Oke kalau gitu besok kita kesana lagi yah dan nginep beberapa hari titik " ucap Reina tegas.


Bukan apa-apanya Reina ngebet sekali kerumah mertuannya dan bertemu adik ipar yang sangat cerewet,itu karena Reina merasa disana sangat rame dan penuh kegembiraan tinggal dirumah yang selama ini tak pernah ia dapatkan dirumahnya.Mungkin karena ia anak satu-satu dan orangtuanya juga sibuk dengan urusan mereka jadi Reina selama ini merasa kesepian.


"Hmmm nanti aku fikirin" ucap Dafa kemudian masuk ke kamarnya.


Reina juga masuk dikamarnya kemudian mengganti pakaian lalu beristirahat.


🍁🍁🍁


Keesokkan harinya Reina bangun pagi lalu menyediakan sarapan roti untuk mereka berdua.


Dafa kemudian keluar dari kamarnya dan bersiap-siap pergi ke kantor heran melihat kelakuan Reina yang seperti tak biasanya.


"Tumben ni anak nyiapin sarapan" batin Dafa.

__ADS_1


"Kak,sarapan dulu baru ke kantor" ucap Reina saat melihat Dafa sedang memakai sepatunya dqn duduk di sofa.


"emm" ucap Dafa lalu berjalan ke meja makan yang disana sudah ada Reina sedang duduk.


"Tumben " ucap Dafa sambil mengambil satu buah roti lalu memakannya perlahan-lahan.


"Mulai sekarang aku bertekad ingin menjadi istri yang berbakti dan selalu melayani suaminya dengan sebaik-baiknya " ucap Reina dengan lantangnya sampai-sampai membuat Dafa keselak.


uhuk....uhukk...uhuk...


"Aduh kak Dafa makannya jangan ngebut gitu dong tuh jadi keselakkan" ucap Reina sambil memberikan minum kepada Dafa.


"Nih anak lagi kemasukan jin atau apa sih " batin Dafa.


"Rei,kamu nggak sakitkan?" tanya Dafa karena hari ini ia merasa Reina tak seperti biasanya.


"Ya enggaklah,memangnya kakak nggak lihat apa aku sehat gini" ucap Reina merasa aneh dengan pertanyaan suaminya itu.


"Kalau begitu aku berangkat kerja dulu" ucap Dafa hendak melangkah namun Reina menahannya.


Dafa kemudian menaikkan satu alisnya melihat tingkah laku Reina pagi ini sangat aneh menurutnya.


"Ngapain kamu disitu" tanya Dafa khas dengan nada dinginnya.


Posisi Reina saat ini berada di depan Dafa dengan membentangkan kedua tangannya bermaksud menghalang Dafa supaya jangan pergi dulu.


"Ya mau cium tangan suamilah sebelum berangkat kerja.Menurut buku yang aku baca sih harus selalu seperti itu supaya keluarga harmonis katanya" ucap Reina lalu memegang tangan suaminya kemudian menciumnya.


"Rei,udah yah bersikap kekanak-kanakan kayak gini.Aku paling nggak suka dengan orang yang hanya berpura-pura." ucap Dafa ketus melihat kelakuan Reina yang aneh ini.


"Dasar cowok nyebelinnnnnnnnn,aku udah susah payah kayak gini dia bilang aku hanya pura-pura "batin Reina.


"Reina udah yah,kakak malas berdebat sama kamu apalagi ini masih pagi.Kamu bilang aja apa yang kamu inginkan atau kamu mau kemana kakak akan ijinin tapi nggak usah kayak gini kalau terpaksa" ucap Dafa yang tak peka dengan perubahan Reina.


Reina kesal dengan perkataan Dafa barusan dan membuatnya hampir meneteskan air mata tapi ia tahan jangan sampai Dafa melihatnya.


"Kakak nyebelinnnnn" teriak Reina kemudian masuk ke kamarnya lalu menutup pintunya begitu kencang.


"Oh tuhan hambahmu pernah salah apa sampai engkau hukum dengan menikahi anak kecil ini" ucap Dafa sambil mengelus-elus dadanya.


"Sabar Dafa" batin Dafa.


Dafa kemudian berangkat ke kantor dan meninggalkan Reina sendirian di Apartemen.Menurutnya Reina pengen sendiri dulu untuk menenangkan fikirannya.


.


Di dalam kamar Reina begitu marah sampai-sampai bantal guling menjadi korban keganasannya karena sedari tadi Reina hanya memukul terus menerus bantal itu sambil mengumpat dan sesekali menyebut nama Dafa.


"Kenapa sih aku harus nikah sama orang kayak dia nggak ada perhatiannya sedikit pun sama cewek.Aku penasaran deh sama mantannya kak Dafa itu apa perilakunya sama saperti ke aku juga nggak "ucap Reina.


"Hmmm....apa aku minta tolong ke Zafa aja yah buat ceritain mantannya kak Dafa itu seperti apa,tuh anakkan mulutnya ceplos pasti sekali umpan dia akan jawab jujur " ucap Reina lalu tersenyum mengembang puas dengan rencana cerdiknya itu.


Hari ini Reina melupakan kekesalannya pada Dafa suami dinginnya itu karena dia ingin menjalankan rencanannya.Reina kemudian menghubungi adik iparnya itu mengajak hangout bersama dan ketemuan di Mall saja.

__ADS_1


Setengah jam Reina menunggu iparnya itu karena alasan macet di perjalanan sebab sedang jam makan siang.


"Sorry yak kak udah nunggu lama" ucap Zafa yang baru sampai.


"Nggak apa-apa kok santai aja " jawab Reina mencairkan suasana.


"Kakak tahu nggak aku senang banget pas kakak chat aku dan ngajak ketemuan" ucap Zafa tersenyum bahagia.


"Oh yah.Padahal kakak tadi hanya iseng aja loh chat kamu mau temanin kakak,kan kamu anaknya sibuk banget" ucap Reina.


"Demi kakak semua kesibukkan aku hari ini aku pending dulu untuk sementara waktu " ucap Zafa sok sibuk.


Kemudian keduanya tertawa karena lucu mendengar kata itu.


"Zafa...zafa kamu lucu banget sih jadi pengen nyubit deh" ucap Reina gemes sendiri dengan kelakuan adik iparnnya itu yang sangat kocak.


"Jangan dong nanti kulit aku merah-merah lagi karena cubitan kakak.Harusnya yang kakak cubit itu Kak Dafa karena selalu nyakitin hati kakak" ucap Zafa.


"Nih anak tahu dari mana kalau kakaknya sering nyakitin hati gue yahh walau nggak berdarah sih " batin Reina.


"Kamu tahu dari mana kalau kak Dafa sering nyakitin hati aku?" tanya Reina.


"Ya itu pendapat aku aja sih,berarti benar dong?" ucap Zafa lalu bertanya balik.


" Hmmm ya gitu deh" jawab Reina enteng.


" Asal kak Reina tahu aja sebelum perjodohan kakak dengan kak Dafa itu berlangsung udah banyak yang ingin di jodohin sama kak Dafa tapi tak satu pun ia terima alias di tolak mentah-mentah" ucap Zafa.


"Terus " ucap Reina merasa penasaran dengan cerita dari Zafa yang masih nanggung.


"Itu semua karena mantannya kak Dafa yang entah orangnya bagaimana aku juga nggak tahu dan juga nggak mau tahu sih.Bayangin aja kak Dafa itu selalu menolak di jodohkan dan selalu membantah apa kata Papa padahal itu kan demi kebaikkan di juga tapi kak Dafa nggak pernah ngerti,mungkin karena hasutan perempuan itu" ucap Zafa.


"Oh berarti Zafa nggak tahu mantannya kak Dafa orangnga seperti apa" batin Reina.


"Memangnya kamu belum pernah ketemu sama mantannya kak Dafa?" tany Reina.


"Kalau bertemu langsung sih belum pernah tapi aku pernah lihat hanya nggak jelas gitu mukanya saat kak Dafa videocallan sama dia" jawab Zafa.


"Kalau namanya kamu tahu enggak? " tanya Reina lagi.


"Kalau nggak salah namanya Alexandra " jawab Zafa.


"Oh Alexandra yah" ucap Reina lalu memanyunkan bibirnya.


"Kakak nggak usah cemburu gitu dong.Dia kan hanya masa lalu kak Dafa dan masa depan kak Dafa itu sama kak Reina" ucap Zafa memberi semangat pada kakaknya itu.


"Iya adikku sayang" ucap Reina tersenyum sambil mencubit pipi adiknya itu.


"Kakak nggak usah fikirin wanita itu karena sampai kapan pun Papa dan bunda nggak akan pernah setuju dan membiarkan wanita itu masuk dikeluarga kita" ucap Zafa.


"Apa sih kesalahan wanita itu sampai-sampai bunda nggak mau nerima dan jadikan dia menantunya." batin Reina.


"Hmmm iya deh " ucap Reina.

__ADS_1


Setelah mereka bercerita agak cukup lama mereka kemudian memutuskan untuk menonton film di bioskop saja mumpung mereka masih di Mall.Reina sangat senang bersama dengan adik iparnya itu karena menurutnya Zafa lebih dewasa dari umurnya jadi asik diajak bercerita dan seperti seumuran.


__ADS_2