
Pertengkaran Dafa dan Reina tadi membuat Dafa tersulut emosinya dan sekarang ia akan menemui Andra di Apartemennya.
ting..tong...
Setelah memencet bel berkali-kali namun tak ada jawaban Dafa langsung merogoh kantongnya untuk mengambil ponselnya kemudian menelpon Andra.
"Lo dimana sekarang"
"Gue masih di Rumah sakit,kenapa emang" ucap seseorang di seberang sana.
"Gue lagi di Apartemen lo sekarang"
"Tumben lo kesana"
"nggak usah banyak bicara,lo mau balik sekarang atau gue yang kesana"
"Lo apaan sih Daf,gue nggak bisa balik sekarang gue ada kerjaan dan hari ini gue lembur"
"Oke berarti lo yang ingin gue kesana" ucap Dafa lalu mematikan telponnya kemudian beranjak dari sana menuju Rumah Sakit tempat Andra berkerja.
Tak lama kemudian Dafa telah sampai di Rumah Sakit tempat Andra berkerja kemudian dia langsung menuju ruangan kerja milik Andra.
ceklek...
Suara pintu terbuka kemudian Andra melihat ke arah pintu siapa yang datang.
"Oh lo Daf" ucap Andra saat melihat ternyata itu Dafa.
Dafa kemudian menutup pintu itu tak lupa menguncinya supaya tak ada yang masuk.Dafa kemudian langsung berjalan ke arah Andra dan langsung mencengkram kera baju Andra dengan emosi.
"Gue peringati lo,jangan pernah lo hasut Reina lagi dia sekarang istri gue " ucap Dafa dengan emosi.
"Hasut Reina.! gue nggak pernah hasut Reina" ucap Andra yang mencoba menarik tangan Dafa dari bajunya.
"Terus ngapain tadi lo ajak ketemuan istri orang.! apa lo mau balas dendam sama gue karena udah rebut Alexa dari lo dulu haaa" ucap Dafa meninggi.
Andra tahu sekarang Dafa sedang cemburu pada Reina.
"Lo terlalu jauh mikirnya Daf,gue nggak segitu rendahnya jadi orang " ucap Andra santai dan membiarkan Dafa masih mencengkram kera bajunya.
"Ohhh..jadi maksud lo gue nuduh lo tanpa bukti ! " ucap Dafa kemudian menghentikan cengkramannya pada baju Andra lalu merogoh kantong celananya mengambil ponselnya lalu memperlihatkan foto Andran dan Reina disebuah Cafe.
"Terus ini apa.! mata gue salah lihat iya " ucap Dafa sambil memperlihatkan foto Andra dan Reina.
"Inikan cafe tempat gue dan Reina ketemuan tadi.jadi tadi ada seseorang yang diam-diam fotoin kita.! tapi siapa" batin Andra.
"Oh ini " ucap Andra santai.
Dafa makin kesal dengan ekspresi Andra yang hanya biasa saja.
__ADS_1
"Santai banget loh,apa jangan-jangan lo sudah rencanain ini semua" ucap Dafa menatap tajam ke Andra.
"Kenapa kalau gue tadi ketemuan dengan Reina.! nggak ada yang larangkan?" ucap Andra sengaja menyulut emosi Dafa yang sedang terbakar cemburu.
"Reina itu istri gue sekarang" ucap Dafa.
"Terus kenapa kalau dia istri lo ? " ucap Andra.
Dafa diam tak bisa berkata-kata sebab ia juga tak tahu kenapa seemosi ini melihat Reina bersama lelaki lain.
"Kenapa lo diam Daf..! harusnya lo jawab pertanyaan gue " ucap Andra.
"Ada apa dengan gue..!kenapa gue seemosi ini sama Andra.gue nggak cemburu...iya gue pasti nggak cemburu.Gue hanya nggak suka seorang istri diam-diam bertemu dengan lelaki lain tanpa sepengetahuan suaminya iya hanya itu..." batin Dafa.
Dafa kemudian ingin pergi dari ruangan Andra namun mendengar perkataan Andra,Dafa pun menghentikan langkahnya.
"Lo cemburukan" ucap Andra.
"Emosi lo tadi menandakan lo itu cemburu pada Reina yang jalan bersama lelaki lain" sambung Andra.
"Cemburu..! enggak gue nggak cemburu" batin Dafa.
Dafa malas meladeni perkataan dari Andra kemudian beranjak pergi dari sana saja.
Dafa kemudian melajukan mobilnya keluar dari Rumah Sakit menuju ke suatu tempat.Setelah beberapa menit mengemudi Dafa kemudian menghentikan mobilnya di sebuah taman pinggir danau.Taman itu tempat favoritnya bersama Alexa dulu namun jika ia suntuk dan banyak fikiran di tempat inilah yang bagus untuknya menghilangkan penaknya sementara waktu.Suasananya sangat sejuk di tambah lagi taman ini tak terlalu ramai karena letaknya berada di pinggiran kota Jakarta.Dafa kemudian turun dari mobil lalu duduk dikursi sambil menutup matanya sejenak mengingat tadi ia sangat emosi tapi entah kenapa.!
"Kenapa gue seemosi tadi pada Andra " ucap Dafa berbicara sendiri.
Fikirannya kini sangat kacau dan tak tahu sudah berapa lama ia merenung sendiri disini.Hari sudah mulai gelap dan Dafa baru menyadari itu.
"Astaga ....ini udah mulai malam" ucap Dafa melihat jam tangannya yang menunjukan sekarang pukul 17:40 .Dafa kemudian beranjak dari sana kemudian mengemudikan mobilnya berjalan pulang ke Apartemennya.
Sesampainya di rumah,Dafa tak melihat keberadaan Reina.
"Apa dia sudah tidur" batin Dafa.
Dafa lalu mengetuk pintu kamar Reina beberapa kali namun tak ada jawaban kemudian Dafa menarik ganggang pintu itu ternyata tak terkunci,Dafa kemudian masuk dan mencari keberadaan Reina tapi tak menemukannya.
"Kemana anak itu pergi sampai malam begini belum pulang" ucap Dafa.
Dafa kemudian mencoba menelpon Reina dan tersambung.
"Hallo "
"Kamu dimana sekarang ini sudah malam"
"aku lagi dirumah papa "
"Kenapa Reina pergi dirumah orangtuanya.Apa karena tadi aku bentak" batin Dafa.
__ADS_1
"Aku akan kesana,tunggu aku"
"Oh iya kak,kata papa kalau kak Dafa mau kesini dia nitip dibeliin martabak keju,bisa nggak"
"Oke,aku akan mampir beliin papa Martabak kesukakaannya"
"Oke kak hati-hati dijalan jangan ngebut-ngebut bawa mobilnya"
"Iya" Dafa kemudian mematikan telponnya.
"Ada apa ini sebenarnya.! harusnya papakan marah sama aku karena habis bentak anaknya tapi kok malah nitip dibeliin makanan kesukakaannya " ucap Dafa bingung.
Dafa kemudian keluar kembali lalu melajukan mobilnya menuju kediaman mertuannya tak lupa di jalan tadi ia singgah membelikan dua kotak martabak keju kesukaan papa mertuanya.
ting.....tong
Beberapa saat kemudian pintu rumah pun terbuka lalu memperlihatkan Reina bukan mbok yang membukakan pintu.
"Ternyata kak Dafa,silahkan masuk kak" ucap Reina lalu tersenyum.
Dafa heran melihat ekpresi Reina yang menyambutnya dengan senang hati berbeda seperti tadi siang.
Mereka pun berjalan berdua menuju ruang tengah dan ternyata disana juga sudah ada kedua orangtuanya dan adiknya juga.
"Ada apa ini sebenarnya kenapa mereka semua sedang berkumpul disini" batin Dafa lalu melirik Reina.
"Akhirnya kamu datang juga nak" sambut Siska yang tak lain adalah mamanya Dafa.
"Iya ma" ucap Dafa lalu duduk di antara mereka semua.
"Wahhh...kamu bawa apa ini Dafa,baunya seperti makanan kesukakaan papa ini " ucap Papa Reina melirik kantongan yang dibawa Dafa tadi.
"Iya pa,tadi dijalan Dafa mampir beliin sesuatu untuk di bawa kesini" jawab Dafa sambil menaruh kantongan yang ia pegang tadi ke atas meja.
"Ini baru menantu idaman mama" ucap mama Reina dan mereka semua pun tertawa bahagia.
Dafa yang sedari tadi tak tahu apa-apa dengan pertemuan dua keluarga ini kemudian bertanya pada adiknya dengan sedikit berbisik.
"Ini lagi pertemuan apa dek ? " ucap Dafa berbisik pada adiknya yang kebetulan duduk disebelahnya
"Lagi merundingkan kapan kakak dan kak Reina buatin aku keponakan " ucap Safa nyaring dan masih fokus memainkan ponselnya dan sontak membuat mereka semua kaget mendengar penuturan dari anak ABG ini.
Dafa yang mendengar Safa berkata seperti itu kemudian menutup mulut adiknya itu dengan tangannya.
"Kamu tadi bilang apa Safa?" tanya mamanya.
Safa tak bisa berbicara karena Dafa msih membekap mulut ceplos adiknya itu.
"Enggak kok ma,nih anak jawabnya suka aneh. masih kecil juga " jawab Dafa.
__ADS_1
"Ekhmm...kalian ya tidak di rumah tidak disini setiap bertemu pasti tak akur " ucap Hendra menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah kedua anaknya ini.
Pertemuan ini sebenarnya tak ada maksud apa-apa dan hanya bersilahturahmi saja sesama besan dan para menantu karena sekarang mereka sudah jarang bertemu.