MENIKAHI KEKASIH SAHABATKU

MENIKAHI KEKASIH SAHABATKU
Episode 57


__ADS_3

Setelah mengantar teman Reina pulang,Dafa melajukan mobilnya menuju ke villa karena ia ingin cepat beristirahat.


"Kak Dafa,kita ke suatu tempat dulu " ucap Reina.


"Kemana?" tanya Dafa.


"Ada deh,aku udah kirimin lokasinya ke ponsel kakak" ucap Reina lalu mengirim sharelock ke ponsel Dafa.


Dafa kemudian melihat ponselnya lalu menyimpan ponsel itu di depan kaca mobil supaya ia bisa mengikuti arah yang dituju.


"Anak ini tumben banget nggak ngerocos seperti tadi."batin Dafa.


"Reina" ucap Dafa membuka percakapan.


"Emmm" jawab Reina singkat.


"Maaf kalau aku ikut campur masalah teman kalian,tapi menurut aku kalian jangan menyalahkan hanya satu pihak saja.Belum tentu cowok berengsek itu suka dengan pilihan yang ia pilih sekarang,siapa tahu saja ia terpaksa karena itu pilihan orangtuanya" ucap Dafa ingin membersihkan namanya.


"Hmmm entahlah,tapi menurut aku semua cowok itu sama nggak akan serius cuma sama satu cewek" ucap Reina mengingat masa lalunya.


"Jangan samakan semua cowok seperti itu,kita belum tahu isi hati seseorang itu seperti apa,jangan hanya melihat dari tampangnya saja kamu sudah menjudge orang ini bukan orang baik- baik tapi lihatlah dari sisi lainnya." ucap Dafa memberi pendapatnya.


"Kak Dafa ini orangnya seperti apa sih,penuh dengan rahasia kadang baik kadang nyebelin dan kadang orangnya bisa dewasa juga."batin Reina.


"Hmmm aku akan ingat kata-kata kak Dafa ini" ucap Reina lalu memberi senyum terbaiknya.


"Iya" ucap Dafa lalu membalas senyum Reina.


"OH MY GOD.........kak Dafa baru aja tersenyum sama aku."batin Reina.


Reina sedari tadi hanya melamun sendiri sampai ia tak sadar ternyata mereka sudah sampai di tempat yang ingin ia tuju.


"Hei....hei" ucap Dafa mencoba menyadarkan Reina dari lamunannya.


"Eh iya kak,kenapa" ucap Reina asal karena sedari melamun saja.


"Kita sudah sampai" ucap Dafa lagi.


"Iya,terus" jawab Reina masih setengah sadar.


"Itu buka" ucap Dafa sambil menunjuk ke Reina agar membuka sabuk pengamannya.


"Kok kak Dafa nyuruh aku buka dan nunjuk ke arah baju sih,maksudnya dia nyuruh aku buka baju disini.Wahhh nggak beres ini ternyata kak Dafa orangnya mesum juga." batin Reina.


"Kak Dafa mau mesum ya?" tanya Reina.


"Haaaa...mesum,apaan sih kamu? " ucap Dafa tak mengerti apa yang dimaksud Reina.


"Itu tadi kak Dafa nyuruh aku buka udah itu nunjuk ke arah baju aku,maksudnya apa coba kalau bukan mau mesum? "ucap Reina ngegas.


"Sabar Dafa sabar."batin Dafa.

__ADS_1


Dafa kemudian mendekat ke arah Reina untuk membantunya membuka sabuk pengaman supaya tak ada salah paham lagi.


"Udah,aku itu nyuruh kamu buka sabuk pengaman bukan buka baju kamu" ucap Dafa dengan nada membentak lalu keluar dari mobil karena kesal dibilang cowok mesum.


"Reinaaaaaaaaa dasar bego,kenapa fikiran lo kotor banget sih,ya kali kak Dafa mau mesum.Aduh malu-maluin banget sih gue" ucap Reina berbicara sendiri didalam mobil sambil memukul-mukul kepalanya pakai tangannya sendiri.


"Huft...Reina santai,anggap aja tadi nggak pernah terjadi."batin Reina.


Reina kemudian keluar dari mobil dengan santainya,kemudian ia melihat pemandangan malam di pantai itu sangat indah sampai ia lupa akan kejadian tadi.


Reina kemudian berjalan sampai dibibir pantai untuk menikmati sejuknya malam sambil memejamkan matanya.


"Udah lama banget yah gue nggak kesini,ternyata udah banyak yang berubah" ucap Reina sambil berjalan sendiri,lalu ia teringat masa lalunya sebab dipantai inilah ia luapkan rasa kekesalannya waktu itu.


"Reina....Rei" teriak Dafa dari kejauhan.


"Mau kemana tuh anak,udah jauh banget perginya" ucap Dafa khawatir karena Reina tak menjawab panggilannya.


"Apa jangan-jangan dia mau bunuh diri." batin Dafa.


Dafa kemudian berlari ke arah Reina karena takut terjadi apa-apa apda Reina.


"Ihh ngapain sih kak Dafa teriak mulu,nggak lihat apa orang lagi nostalgia juga" ucap Reina namun tak bisa di dengar Dafa karena jarak mereka sangat jauh.


Reina kemudian duduk dipasir putih itu sambil memandang langit yang cerah di malam ini,namun Dafa tiba-tiba datang.


"Lo gila yah,baru di bentak dikit udah mau bunuh diri " ucap Dafa sambil ngos-ongosan karena sedari tadi berlari kemudian ia duduk disebelah Reina.


"Siapa yang mau bunuh diri?" tanya Reina karena tak mengerti maksud Dafa.


"Aku,ya kali aku mau bunuh diri" jawab Reina.


"Aduh fikiran kak Dafa ini sempit banget sih,masa gue mau bunuh diri."batin Reina.


"Terus,ngapain kamu berjalan didekat air segala bikin orang khawatir saja" ucap Dafa spontan.


"Oh itu kebiasaan aku kalau ke pantai.Apalagi kalau banyak fikiran,stres masalah tugas kuliah menumpuk dan banyak lagi" ucap Reina.


"Apa masalah percintaan juga?" tanya Dafa yang mulai kepo dengan cerita Reina.


"Dulu iya,aku seperti orang bodoh yang mengharapkan seseorang namun tak tahu jika seseorang itu ternyata hanya memanfaatkanku saja dan lebih parahnya lagi ia merusak masa depan seseorang" ucap Reina menceritakan masa lalu kelamnya.


Dafa tersentuh dengan cerita masa lalu dari Reina,karena menurutnya cerita dia dan Alexa sangat jauh berbeda dengan Reina.


"Jangan berlarut pada masa lalu sehingga membuat kamu tidak bisa membuka hati pada seseorang yang baru,stay strong girl " ucap Dafa sambil mengusap -usap pundak Reina memberinya semangat kembali.


"Iya kak,aku akan ingat kata-kata kakak" ucap Reina.


"Oh iya kak,kan aku udah cerita tentang masa lalu aku.Sekarang giliran kakak cerita kisah cinta kak Dafa" ucap Reina lagi.


"kisah cinta?" tanya Dafa dan hanya di anggukan oleh Reina.

__ADS_1


"Itu tidak penting kamu tahu,sekarang kita balik ke villa " ucap Dafa kemudian berdiri lalu ingin berjalan pergi namun Reina dengan cepat memegang tangan Dafa supaya Dafa berhenti.


"Nggak adil,aku udah ceritain semua tentang masa lalu aku sama kak Dafa,jadi sekarang gantian dong giliran kakak yang cerita ke aku masa lalu kakak" ucap Reina lalu berdiri didepan Dafa untuk menghalangnya pergi.


"Kalau pun aku cerita,apa semuanya akan berubah?" tanya Dafa sedikit meninggikan suaranya.


Itu bukan karena Dafa marah pada Reina sebab mengungkit masa lalunya,tapi Dafa marah pada dirinya sendiri karena tak bisa mempertahankan seseorang yang sangat ia cintai.


"Kak Dafa kenapa sih,apa salah aku nyinggung masa lalunya."batin Reina.


"Memang nggak akan ada yang berubah,tapi setidaknya aku sedikit tahu tentang kak Dafa " ucap Reina yang mulai terpancing emosinya.


"Apa yang ingin kamu tahu tentang aku,bukannya kamu pernah bilang nggak mau ikut campur masalah aku dan begitupun aku dengan masalah kamu " ucap Dafa sengaja mengalihkan pembicaraan.


"Iya aku tahu aku pernah bilang begitu,tapikan setidaknya aku sedikit tahu tentang kak Dafa orangnya itu gimana,jangan sampai pilihan mama dan papa akan membuat aku suatu saat akan tersakiti juga sep........" ucap Reina terhenti karena Dafa baru saja mencium bibirnya.


Reina diam membisu karena perlakuan Dafa yang tiba-tiba itu.


"Maaf " ucap Dafa usai mencium Reina lalu ia pergi menuju mobil dan meninggalkan Reina sendiri.


"Bodoh lo Daf,apa yang baru aja lo lakuin sama Reina.Aaahhhhhhh sial."batin Dafa.


Reina masih terdiam di tempatnya berdiri namun bunyi suara kolekson mobil mengagetkannya.


"Astaga kaget gue,siapa sih yang bunyiin kolekson mobil itu" ucap Reina kaget dan langsung membalikkan badannya melihat ke sumber suara dan ternyata itu bunyi kolekson mobil berasal dari mobil yang mereka pakai.


"Itu pasti ulah kak Dafa."batin Reina.


Reina kemudian berjalan menuju mobil karena mereka segera akan balik ke villa.Reina masuk ke dalam mobil dengan santainya padahal dilubuk hatinya paling dalam ia sangat gugup bertemu sama Dafa apalagi setelah kejadian tadi membuat dia sangat canggung,namun ia harus alihkan dengan bersikap biasa saja supaya Dafa tidak berfikir yang aneh-aneh.


Ditengah perjalanan Dafa sengaja membuka suara duluan karena ingin menjelaskan kejadian itu supaya Reina tidak berfikir sembarangan.


"Maaf soal tadi" ucap Dafa merasa bersalah karena tadi ia refleks mencium Reina tanpa meminta izin terlebih dahulu.


"Emmm" ucap Reina sibhkat karena ia sangat gugup.


"Mungkin kamu berfikir saya tadi sangat kurang ajar karena langsung mencium kamu,tapi kamu harus tahu tadi itu saya refleks dan nggak ada maksud apa-apa" ucap Dafa dengan jujur.


"Iya" ucap Reina.


"Aduhhhhh kenapa sih nih jantung nggak bisa diajak berkompromi,gue rasa jantung gue kayak mau copot ini"batin Reina.


"Saya harap kejadian tadi tidak akan mengganggu pertemanan kita dan bisa cepat kamu lupakan" ucap Dafa.


"Apa teman?dasar kak Dafa nyebelin enak aja dia bilang cepat lupain kejadian tadi,yang ada gue terngiang-ngiang mulu karena itu first kiss gueeeeeeee kak Dafaaaaaaaa"batin Reina.


"Iya" ucap Reina sambil meremas bajunya karena saking kesalnya dengan perkataan Dafa barusan.


.


Setibanya mereka di villa,Reina langsung masuk duluan menuju kamarnya karena masih kesal dengan perkataan Dafa.

__ADS_1


"Kenapa tuh anak cemberut,kan aku udah minta maaf tadi."batin Dafa.


Dafa kemudian masuk ke dalam kamar mereka untuk beristirahan karena besok sudah mau balik ke jakarta.Seperti biasa Dafa yang tidur di sofa dan Reina yang tidur di ranjang.


__ADS_2