MENIKAHI KEKASIH SAHABATKU

MENIKAHI KEKASIH SAHABATKU
Episode 43


__ADS_3

Setelah menyimpan koper milik Dafa diruang tengah,Reina beristirahat sejenak kemudian mengambil ponselnya untuk memesan makan siang untuk Dafa dan dirinya makan.


"Kak....Kak Dafa..." panggil Reina sambil mengetuk pintu kamar milik suaminya.


Sudah berkali-kali Reina mengetuk pintu kamar milik suaminya itu namun tak ada jawaban dari dalam.


"Hmmmm apa gue buka aja ya,siapa tahu dia kenapa-kenapa didalam sana " ucap Reina yang masih didepan pintu lalu kemudian dia memcoba membuka pintu kamar Dafa yang ternyata tak terkunci.


"Tumben banget nih orang nggak ngunci pintunya." batin Reina.


Lalu ia masuk kedalam kamar sambil mendorong koper milik Dafa,namun ia tak melihat keberadaan Dafa dan hanya terdengar suara gemercik air didalam kamar mandi.


"Ohhhhh pantas aja nggak ada suara,dia sedang mandi ya" ucap Reina lalu ia ingin keluar kamar tapi mendengar suara pintu terbuka,Reina kemudian berbalik dan tak sengaja melihat Dafa berada didepan pintu itu dengan hanya menggunakan handuk.


Reina hanya mematung ditempat dan tak berkedip melihat Dafa yang hanya menggunakan handuk sampai pinggang dan memperlihatkan bentuk perutnya yang seperti roti sobek.


"Wahhh mataku telah ternodai" ucap Reina spontan dan masih melihat Dafa.


"Udah lihatnya?" ucap Dafa dan membuat Reina tersadar dari lamunannya.


"Astagaaaaaaaaaaaa apaan sih gue,bikin malu aja" batin Reina.


"Haaaaa i....iya....a...aku keluar dulu" ucap Reina gagap dan mukanya sudah bersemu merah lalu ia keluar dari kamar Dafa dengan tergesa-gesa kemudian masuk kedalam kamarnya.


"Reina...Reina " ucap Dafa sambil senyum-senyum sendiri.


Usai berpakaian,Dafa kemudian keluar kamarnya dan duduk santai di sofa sambil memainkan ponselnya.


Reina sedari tadi hanya mondar-mandir di dalam kamarnya karena mengingat kejadian tadi.


"Ahhhhhh gue jadi canggung deh kalau ketemu kak Dafa.Reina...Reina kenapa sih hati dan otak lo itu nggak sejalan,katanya kak Dafa itu nyebelin tapi pas lihat bentuk badannya aja lo terpesona.Aduhhhhhh kayaknya gue udah gila" ucap Reina sambil kesana kemari.


"Reina....Reina" panggil kak Dafa dari luar.


"Astaga mati gue,kenala kak Dafa manghil gue" ucap Reina terkaget.


"Iya,tunggu sebentar" teriak Reina dari dalam kamarnya.


"Oke Reina rileks,anggap aja kejadian tadi itu hanya mimpi" batin Reina lalu ia menarik nafas perlahan-lahan dan membuangnya.


Reina kemudian keluar lalu menemui Dafa.

__ADS_1


"Kenapa kak?" tanya Reina.


"Saya lapar,kamu pesan makanan gih sana" ucap Dafa.


"Aku udah pesan kok,tinggal nunggu aja" ucap Reian


Beberapa menit kemudian,pesanan Reina sudah sampai.Dafa kemudian makan siang sedangkan Reina lagi bersiap-siap untuk keluar karena sudah janjian bersama temannya.


"Kak,Reina keluar dulu ya,soalnya ada janji sama teman" ucap Reina kepada Dafa.


"Emmm,hati-hati kamu" ucap Dafa sambil mengunyah makanannya.


"Iya kak" jawab Reina lalu ia pergi.


***


Hari ini Reina dan Jeni janjian ketemuan di mall.Mereka ingin membeli sesuatu untuk Lisa karena besok adalah hari ulang tahun Lisa.


"Rei,gue bingung deh mau beliin Lisa apaan?" ucap Jeni sambil mereka melihat-lihat toko pakaian.


"Iya gue juga,kira-kira apa yah yang sangat disukain lisa" ucap Reina sambil memilih -milih baju.


"Rei,kita kesana yuk.Lagi da tutorial make up" ucap Jeni mengajak Reina lalu mereka pergi ke stan make up itu.


"Wahhhh,keren-keren banget make upnya " ucap Jeni takjub.


"Jen,kita kan kesini untuk cariin Lisa kado bukan untuk cari make up." ucap Reina.


"Oh iya gue sampai lupa.Yuk kita cari lagi" ajak Jeni dan mereka kembali pergi mencari kado untuk Sahabatnya.


Setelah berjam-jam mereka memutari mall dan masih saja belum ada kado yang pas mereka ingin beli.Mereka sepakat saja untuk membelikan Lisa sebuah parfum merek terkenal.


Usai dari mall,mereka kemudian mampir ke Restoran untuk hangout sebentar.


"Rei,gimana lo dengan suami lo.Apa baik-baik saja?" tanya Jeni yang penasaran dengan kisah rumah tangga sahabatnya itu.


"Menurut lo gimana?" ucap Reina bertanya balik.


"Yeee gue yang nanya malah lo nanya balik" ucap Jeni.


"Jadi gue harus jawab apa dong?" ucap Reina.

__ADS_1


"Nih anak ya agak rada-rada deh lo.Masa jawab aja nggak tahu sih.Hmmmmm apa lo ada masalah sama suami lo?" ucap Jeni.


"Kayaknya gue memang ada masalah deh sama dia" ucap Reina asal jawab saja.


"Cerita dong kalian lagi ada masalah apaan?" ucap Jeni.


"Gue juga nggak tahu harus cerita awalnya dari mana,yang jelas intinya kak Dafa itu orangnya nyebelin banget.Tapi beberapa hari ini gue rasa ada yang beda dengan gue jika menyangkut kak Dafa " ucap Reina.


"Maksud lo beda apanya?" tanya Jeni.


"Gue kayak nggak suka kalau ada orang yang ceritain kak Dafa dengan mantan pacarnya itu,gue rasa hati gue itu sakit dengarnya.Apa karena gue merasa bersalah ya masuk di hubungan mereka dan ngehancurinnya?" ucap Reina.


"Kalau menurut gue sih,lo nggak salah Rei.Memang benar hubungan mereka yang terjalin lama itu sudah berakhir,tapi itu bukan karena lo mereka berpisah tapi keadaan yang nggak memungkinkan mereka untuk bersama.Jadi stop nyalahin diri lo sendiri,gue yakin cepat atau lambat mereka juga akan saling melupakan" ucap Jeni.


"Tapi hubungan mereka itu udah terjalin lama Jen,nggak secepat itu mereka akan move on" ucao Reina.


"Hmmm terus maunya lo gimana?" ucap Jeni.


"Gue juga nggak tahu" ucap Reina.


"Rei,lo bilang tadi perasaan lo sakitkan dengar cerita kak dafa dan mantannya?"tanya Jeni yang hanya di anggukan oleh Reina.


"Itu berarti lo mulai ada rasa sama suami lo" ucap jeni.


"Maksudnya?" tanya Reina.


"Reinaku sayang dengar baik-baik ya.Lo itu udah suka sama suaminya lo alias kak Dafa" ucap Jeni.


"Lo gila ya Jen,masa iya gue suka sama orang yang sering bikin gue kesel,ada-ada aja deh lo" ucap Reina lalu cengengesan.


"Dikasih tahu juga,kalau nanti lo suka beneran sama kak Dafa gue jitak kepala lo" ucap Jeni.


"Aduhhh si ibu ini,jangan kasar-kasar dong sama teman sendiri juga" ucap Reina.


"Makanya,feeling gue itu selalu benar Rei kalau lo udah mulai suka sama kak Dafa" ucap Jeni.


"Iya deh gue percaya" ucap Reina.


"Masa sih gue udah mulai suka kak Dafa" batin Reina.


Setelah dari Restotan tadi,Reina dan Jeni berpisah karena Jeni di jemput sang pacar sedangkan Reina akan balik ke Apartemen saja.

__ADS_1


Sampainya ia di rumah,Reina lalu masuk kedalam kamarnya dan dan duduk disofa sambil membayangkan perkataan Jeni tadi.Perkataan jeni itu selalu terngiang-ngiang di kepala Reina dan membuatnya berfikir apa benar ia sudah mulai jatuh cinta pada suami es baloknya itu.


__ADS_2