
Pagi yang sangat cerah dan mentari menyinari bumi,lalu terdengar kicauan burung-burung yang merdu membuat pagi ini sangat indah.
Dafa bangun terlebih dahulu di pagi ini kemudian ia berkeliling rumah lalu melihat-lihat apa saja yang ada di sana sampai matanya tertuju pada sebuah taman samping rumah itu kemudian ia mengarah kesana untuk sekedar duduk dan melihat pemandangan di pagi hari ini.
"Kamu sendirian saja nak,Reina belum bangun ya?" tanya Tias yang tiba-tiba muncul dan melihat menantunya itu sedang sendirian melihat pemandangan pagi.
"Iya ma,Reina masih di alam mimpi indahnya " jawab Dafa lalu tersenyum rama.
"Dasar anak itu sudah punya suami juga tapi tidak ada berubah-berubahnya,harus di bangunin dia " ucap Tias lalu beranjak ingin pergi namun tertahan oleh perkataan Dafa.
"Nggak usah ma,biarkan aja mungkin dia capek " ucap Dafa.
"Capek...! Kenapa Reina bisa capek.Astaga apa semalam mereka melakukan itu.Reina...Reina " batin Tias lalu ia senyum-senyum sendiri.
"Ya sudah kalau begitu,jangan lupa kamu bangunin ya istri kamu " ucap Tias lalu tersenyum ke Dafa.
"Iya ma " ucap Dafa.
"Mama ke dalam dulu ya buat sarapan" ucap Tias ke menantunya itu dan di anggukkan oleh Dafa lalu ia masuk ke dalam rumah.
"Bagaimana keadaam Alexa sekarang! Sudah 3 hari ini dia nggak ada kabar " batin Dafa.
Setelah lama melihat pemandangan di luar untuk menjernikan sedikit fikirannya,Dafa kemudian masuk ke dalam rumah lalu menuju kamarnya untuk mandi namun ia melihat Reina masih tertidur lelap di atas ranjang empuknya itu.
"Dasar anak ini,enak-enakkan ya dia tidur di ranjang sedangkan gue tidur di sofa " batin Dafa.
"Bangun...Woi bangun,reina bangun ini sudah siang " ucap Dafa sedikit nyaring pas di telinga Reina untuk membangunkannya.
"Emmmm...Iya iya gue sudah bangun,nggak usah teriak-teriak di telinga gue juga kali " ucap Reina kesal karena ulah Dafa di pagi ini.
"Kan bisa dia bangunin gue dengan cara lembut,nggak usah teriak di kuping gue juga. Kalau gue nanti budek gimana " batin Reina.
"Itu alarm terampuh buat bangunin kamu yang tidurnya kayak kebo " ucap Dafa terkekeh.
"Apa....aku di samain kebo ?" tanya Reina yang tambah kesal.
"Iaa memangnya kenapa,marah ?" ucap Dafa sengaja memancing kemarahan Reina.
"Kak dafaaaaaaaaaaaaaaaaaa.....Dasar cowok belagu,nyebelin ahhhhhh" teriak Reina bangun dari tempat tidurnya lalu melemparkan 1 bantal ke wajah Dafa saking kesalnya.
"Udah teriaknya...! minggir,aku mau ke kamar mandi " ucap dafa dengan nada ketusnya lalu ia masuk ke dalam kamar mandi.
"Dasarrrrrr....Cowok es balok,nyebelin,belagu " ucap Reina kesal lalu meremas-meremas bantal yang sedari tadi ia pegang.
__ADS_1
***
Di tempat lain Alexa sedang merenung entah apa yang ia fikirkan.Sudah 3 hari ini ia tak masuk Kampus dan selalu menolak ajakan dari teman-temannya itu untuk sekedar kumpul bersama.
"Jen,lo nyadar nggak Alexa beberapa hari ini berubah semenjak dari acara Reina itu ?" tanya Lisa memastikan dugaannya itu benar atau salah.
"Entahlah,gue rasa ada yang di sembunyikan Alexa dari kita " ucap Jeni menerka-nerka.
"Iya gue juga mikirnya gitu sih.Oh gini aja,kita langsung ke rumahnya Alexa setelah pulang dari Kampus gimana ?" tanya Lisa.
"Ide bagus yuh,lebih baik kita tanyakan langsung supaya kita nggak salah duga apa yang terjadi " ucap Jeni.
"Kita ajak Jojo juga nggak ?" tanya Jeni lagi.
"Nggak usahlah.Kalau ada si Jojo,Alexa nggak bakalan cerita masalahnya ke kita " jawab Lisa.
"Iya sih lo ada benarnya juga.Lis,gue kangen deh sama si Reina,dia lagi ngapain ya sekarang !" ucap Jeni.
"Hmmmm gue juga,mungkin sekarang dia lagi belajar menjadi istri yang baik dan kita nggak boleh ganggu " ucap Lisa memegang tangan sahabatnya itu.
"Cepat banget ya waktu berlalu,kemarin kita masih main bareng,bercanda bareng dan lakuin apa yang kita mau.Tapi sekarang udah enggak " ucap Jeni bersedih mengingat kebersamaan mereka lalu menatap Lisa yang kini hanya mereka berdua yang datang ke Kampus tak seperti dulu berlima.
"Sudahlah Jen,jangan sedih gitu dong nanti gue ikutan sedih juga.Lo anggap aja Reina lagi pergi liburan lalu Alexa dan Jojo lagi berantem jadi kita nggak ngumpul seperti biasanya " ucap Lisa merangkul pundak sahabatnya itu untuk memberi semangat.
"Hmmmm iya begitu lebih baik " ucap Jeni.
"Lex lo kenapa sih! memangnya lo ada masalah ya ?" tanya Jeni langsung to the poin.
"Nggak kok,gue hanya kurang enak badan aja jadi nggak ke Kampus " jawab Alexa tersenyum paksa.
"Kita tahu lo orangnya tertutup banget apalagi menyangkut masalah pribadi,tapi nggak ada salahnya lo cerita ke kita siapa tahu kita bisa bantu masalah lo " ucap Lisa.
"Iya Lex,kita itu sahabatan sudah bertahun-tahun,lo bisa cerita apapun ke kita dan kita siap dengerin cerita lo kapan pun " sambung Jeni.
"Terima kasih kalian sudah sempetin datang jenguk gue dan maaf membuat kalian khawatir,tapi beneran kok gue nggak ada masalah" jawab Alexa memeluk 2 sahabatnya itu bersamaan.
"Maafin gue teman-teman,gue nggak bisa cerita ini ke kalian karena ini masalah pribadi gue sama reina dan k'dafa " batin Alexa.
"Hmmm...Syukurlah kalau lo nggak apa-apa,gue sangat khawatir takut terjadi sesuatu sama lo " ucap Lisa tersenyum lega setelah mendengar perkataan Alexa.
"Oh iya Alexa gue mau nanya,kenapa waktu itu lo tiba-tiba pergi dari acaranya Reina? " ucap Jeni yang tiba-tiba mengingat kejadian itu.
"'Oh itu,gue lari karena gue lihat ada seseorang yang pernah nyakitin gue ada disana,jadi gue spontan pergi aja karena nggak mau lihat dia " jawab Alexa berbohong.
__ADS_1
"Oh gitu,lo tahu nggak Reina sangat khawatirin lo hari itu dan dia nyuruh kita cariin lo karena takut terjadi apa-apa sama lo " ucap Lisa.
"Maaf ya gais,karena ulah gue pada hari itu membuat kalian khawatir dan sekarang gue malu banget ketemu sama Reina karena kejadian tak sopan gue waktu itu " ucap Alexa menundukkan kepalanya.
"Lo nggak salah Lex,gue percaya Reina pasti ngerti dan maafin lo kok tenang aja" ucap Jeni tersenyum.
"Gue nggak butuh maaf dari Reina,harusnya dia yang minta maaf ke gue karena sudah rebut k'dafa dari gue " batin Alexa.
"Iya,gue harap begitu " ucap Alexa tersenyum paksa.
****
Reina dan Dafa memutuskan untuk balik ke apartemen mereka setelah sarapan bersama tadi dan tak lupa di perjalanan mereka singga ke Supermarket membeli beberapa buah,sayuran dan lain-lain untuk persediaan di dalam kulkas.
"Kak,apa ini nggak berlebihan ya...! kita kan cuma tinggal berdua dan aku juga nggak bisa masak " ucap Reina sembari memasukkan semua yang mereka beli tadi ke dalam lemari pendinginnya.
"Simpan aja,nggak usah banyak nanya " ucap Dafa dengan nada dinginnya yang berada diruang tengah sedang menonton tv.
"Dasar kutub es.....Gue tanya baik-baik juga tapi jawabnya ketus banget " batin Reina.
"Iya kak,aku sudah simpan semuanya " ucap Reina lalu masuk ke dalam kamarnya setelah pekerjaannya beres.
"Arrrhhhhh.....Gue bisa mati mudah nih kalau kelamaan bersama dia,kenapa ya gue nggak nolak aja perjodohan waktu itu bodoh banget sih gue langsung setuju-setuju aja " ucap Reina memukul-mukul bantal gulingnya itu yang ia ibaratkan adalah Dafa.
Reina cukup lama bergulat dengan bantal gulingnya itu membuat ia capek dan mengantuk lalu kemudian ia tertidur.
Di ruang tengah Dafa sedang menonton salah satu siaran tv yang menampilkan acara-acara lucu yang membuat ia tertawa terbahak-bahak dan mulai sedikit lapar.
"Gue masak apa ya " ucap Dafa berjalan menuju kulkas untuk mencari apa yang bisa ia buat jadi makanan.
Beberapa menit kemudian akhirnya selesai juga masakan Dafa yaitu membuat berger untuk makan siangnya itu dan tak lupa juga membuatkan untuk Reina.
Dafa sedang asyik menonton bola namun tiba-tiba ia langsung teringat dengan Reina yang belum makan siang lalu ia mengetuk pintu kamar Reina yang bersebelahan dengan kamarnya.
"Reina....Reina..." ucap Dafa sambil mengetuk pintu kamar istrinya itu.
"K'dafa ngapain sih ganggu tidur aku aja deh " ucap reina setelah membuka pintu kamarnya.
"Kamu tahu ini sudah sore,harusnya kamu bersyukur saya bangunin " ucap Dafa lalu masuk ke kamarnya.
"Haaaa...Baru kali ini aku tidur senyenyak itu sampai lupa waktu " ucap Reina lalu berjalan menuju dapur untuk mengambil air dingin di dalam kulkas.
"Wah...kebetulan gue udah lapar banget nih " ucap Reina yang melihat ada roti isi daging dan sayuran di atas meja makan dan ia langsung memakannya.
__ADS_1
"Akhirnya perut gue terisi juga tapi gue pengen lagi,dimana ya k'dafa beli berger seenak ini " ucap Reina setelah puas menyantap makanannya.
Hari ini mereka terlihat sangat sibuk dengan dunia mereka masing-masing,Reina fokus berada di dalam kamarnya untuk menonton drama favorit di laptopnya begitu pun juga Dafa entah apa yang ia lakukan di kamarnya selarut malam ini ia belum saja tertidur.