
_Esok hari.
Dafa hari ini terbangun lebih cepat dari biasanya sebab kali ini perasaannya tak karuan karena Reina memelukknya seperti bantal guling.
Dafa lalu menatap intens wajah istrinya yang masih terlelap tidur disampingnya itu kemudian tanpa ia sadari tangannya membelai pipi istrinya dengan penuh hati-hati.
"ternyata lo sangat cantik kalau lagi tidur"batin Dafa.
Setelah cukup puas memandang lekat wajah istrinya itu,Dafa kemudian beranjak menuju kamar mandi lalu turun untuk sarapan bersama mertuanya.
"Pagi Dafa" sambut tias menyapa menantunya.
"Pagi ma" balas Dafa lalu duduk.
"Reina mana?" tanya Dimas karena melihat Dafa hanya turun sendiri.
"Oh itu pa,Reina masih tidur Dafa tak tega banguninnya " jawab Dafa.
"Biarin aja pa,mungkin dia masih kelelahan karena semalam" ucap Tias.
Tak lama kemudian Reina turun dan masih memakai piyama tidurnya serta rambut yang masih berantakan khas orang baru bangun tidur.
"Pagi semuaaaaa" ucap Reina lalu duduk di samping suaminya.
"Anak ini kebiasaan deh,pasti belum mandi kan?" ucap tias.
"Emmm...Reina udah lapar banget mi,jadi mandinya entar aja" ucap Reina sambil memakan roti slai stroberinya.
"Kamu yah udah punya suami juga tapi kelakuannya masih kayak gini" kali ini Dimas yang berbicara pada anak semata wayangnya itu.
"Ihhhh papa,kan Reina kayak gini dirumah sendiri.kak Dafa nggak keberatan juga kok,ia kan kak? " ucap Reina tersenyum paksa lalu melirik ke arah Dafa seraya memberi kode.
Dafa yang sedang memakan rotinya itu kemudian melihat ke arah Reina dan mengerti maksudnya.
"I...iya pa,nggak apa-apa kok.Dafa malah suka " ucap Dafa lalu tersenyum.
Mendengar perkataan Dafa barusan,Reina menjadi salah tingkah dengan memakan roti tanpa slai.
"Tapi jangan keseringan gini Rei,nanti Dafa ilfil tuh punya istri kayak kamu,iyakan Dafa?" ucap Tias tersenyum dan hanya di angguki oleh Dafa.
"Ihh....Mamiiiii " ucap Reina cemberut.
"Baru aja Reina terbang dengar perkataan kak Dafa,ehh mami malah jatuhin lagi"batin Reina.
. . .
Hari ini mereka memutuskan kembali ke Apartemen,berhubung Dafa tak masuk kantor dan ia ingin beristirahat seharian ini.
"Kakak nggak ke kantor?" tanya Reina.
__ADS_1
"Enggak,kenapa emangnya?" ucap Dafa yang sedang membaca buku di sofa ruang tengah.
"Wahhh....kebetulan banget aku juga libur hari ini.Oh iya kak gimana kalau kak Dafa nemenin aku ke suatu tempat " ucap Reina sangat bersemangat.
"Kemana?" tanya Dafa.
"Rahasia,mau nggak?" ucap Reina tanya balik.
"Hmmmm...hari ini aku ingin istirahat Rei,lain waktu aja yah" jawab Dafa.
"Yahhh...kak Dafa " ucap Reina manyun kemudian berjalan masuk ke dalam kamarnya.
"Kak Dafa nyebelin,mau ngajak keluar berdua aja susah banget sih dasaarrrrr........" ucap Reina sambil mencubit-cubit bantal gulingnya saking kesalnya.
Dafa sebenarnya sengaja membuat Reina kesal padanya karena menurutnya Reina sangat imut jika cemberut seperti tadi.
Beberapa menit kemudian Dafa berinisiatif mengetuk pintu kamar istrinya itu.
"Rei.....rei...." ucap Dafa sambil mengetuk pintu.
"Emmm" jawab Reina setelah pintunya terbuka.
"Kalau di fikir-fikir bosan juga di Apartemen mulu,gimana kalau kita keluar ke tempat rahasia yang kamu bilang tadi" ucap Dafa mencoba membujuk Reina.
"Kak Dafa ini yah kebiasaan deh suka bikin mood nggak baik udah itu ngerayu...ahhh dasaarrr cowok nyebelin"batin Reina.
"Ayolah...." bujuk Dafa lalu tersenyum manis.
"Arrrhhhhh.....kak Dafa ini yah udah nyebelin,ngeselin parah,pintar ngerayu pula aduhhh...apa kabar hati gue ini yang selalu dibuat baper sama orang ini" batin Reina.
Hari ini Reina baru melihat sisi Dafa yang berbeda dari biasanya.
"Iya deh,aku siap-siap dulu.Kak Dafa juga gih sana siap-siap udah itu kita pergi" ucap Reina.
Dafa lalu masuk ke kamarnya untuk bersiap-siap juga setelah itu mereka berangkat ke tempat tujuan yang di maksud oleh Reina.
"Rei,kita sebenarnya mau kemana sih?" ucap Dafa masih menyetir.
"Ada deh,entar juga tahu kok" jawab Reina.
Dafa hanya mengikuti apa kata Reina saja tanpa merasa ada yang aneh.
"Entar di depan kakak belok kiri yah" suruh Reina.
"Inikan arah jalan ke rumah Alexa." batin Dafa yang sudah mulai was-was.
"Rei..." panggil Dafa.
"Emmm" jawab Reina sambil fokus mengutak atik ponselnya.
__ADS_1
"Memangnya kita mau ke rumah siapa?" tanya Dafa yang sudah mulai curiga.
"Entar lagi sampai kok.Nah itu rumahnya" ucap Reina sambil menunjuk rumah itu.
Dan benar saja apa yang ditakutkan oleh Dafa tadi benar-benar terjadi.
"Alexa " batin Dafa.
Dafa tiba-tiba menginjak rem mendadak dan hampir saja membuat Reina kepentok badan mobil sebab ia tak menggunakan sabuk pengaman.
"Astaga kak Dafa kalau mau rem mendadak bilang-bilang dong hampir aja aku kepentok" ucap Reina sedikit kesal.
"Maaf Rei,aku nggak sengaja" ucap Dafa refleks menggenggam tangan Reina dengan kuat.
Reina melihat raut wajah Dafa yang seperti ketakutan itu merasa ada sesuatu yang salah dengan suaminya dan ditambah lagi suaminya itu menggenggam tangannya dengan begitu kuat.
"Kakak nggak apa-apakan?" tanya Reina karena melihat ada yang aneh dari Dafa.
"Emm" jawab Dafa dan masih menggenggam tangan istrinya itu namun matanya menatap ke depan melihat ke arah rumah Alexa.
"Kalau gitu kita turun sekarang,yang lain udah pada nunggu tuh di dalam.Aku juga mau kenalin kakak sama seseorang" ucap Reina lalu melepaskan genggaman dari Dafa kemudian turun dari mobil.
Sementara Dafa masih berada didalam mobil dan tak tahu apa yang harus ia lakukan di tambah lagi kata-kata Reina yang ingin mengenalkannya pada seseorang entah itu siapa.
"Kak,ayo turun kita udah telat nih" ucap Reina memanggil suaminya itu supaya mereka masuk bersama.
Fikiran Dafa tak karuan dan rasanya ia ingin pergi saja dari sana namun melihat Reina yang masih menunggunya ia tak tega.
"Gue nggak boleh lari dari masalah masa lalu gue dan Alexa,cepat atau lambat Reina toh akan tahu sendiri dan gue harus siap dengan itu semua." batin Dafa.
Kemudian Dafa keluar dari mobilnya dan berjalan ke arah Reina.
"Kak Dafa nggak suka yah aku ngajak kesini?" tanya Reina.
"Enggak kok,ayo kita masuk" ucap Dafa memegang tangan Reina lalu mereka mengetuk pintu rumah itu.
Reina merasa Dafa hari ini berbeda dari biasanya.
"Apa hanya fikiran aku aja yah kak Dafa aneh.Ahhh.. sudahlah nggak penting juga" batin Reina masa bodo.
Tak lama beberapa saat setelah mereka membunyikan lonceng rumah pintu pun terbuka dan menampakkan seseorang yang dikenal Dafa.
"Eh non Reina,masuk non yang lain sudah pada nungguin non di taman belakang." ucap bibi fokus pada Reina dan tak memperhatikan seseorang disebelah Reina.
"Oh gitu ya bi,yuk kak Dafa " ucap Reina lalu masuk bersama suaminya.
Mendengar nama tadi,tiba-tiba bibi teringat nama seseorang yang sering di panggil-panggil oleh nonanya,kemudian ia melihat seseorang itu dan benar saja itu orang yang sama.
"Itukan den Dafa mantannya non Alexa" ucap bibi namun tak di dengar oleh Dafa dan Reina karena mereka sudah menjauh.
__ADS_1