MENIKAHI KEKASIH SAHABATKU

MENIKAHI KEKASIH SAHABATKU
Episode 55


__ADS_3

Sedari tadi Reina sudah kesal dengan perkataan Dafa yang mengiyakan kata Omanya,padahal Reina tahu itu hanya akal-akalan Oma dan mamanya saja.


Sesampainya mereka diteras vila,Reina tanpa basa basi lagi langsung mengoceh di depan Dafa saking kesalnya


"Kak Dafa,kenapa sih kakak iyakan perkataan Oma tadi.Jelas-jelas itu hanya akal-akalan Oma dan mama aja " celoteh Reina.


"Terus " ucap Dafa singkat sambil berjalan duduk ke sofa.


"Yaaaa....Kak Dafa bilang aja kakak belum siap punya anak dan ditambah lagi aku masih fokus kuliah kan bisa gitu" jawab Reina.


"Kalau aku bilang seperti itu apa mereka akan percaya ?" tanya Dafa.


"Ya jelas percayalah.Yang mereka nggak percaya itu kalau aku yang ngomong kak Dafaku sayang" ucap Reina sengaja menekankan kata sayang.


"Reina....reina kapan sih anak ini fikirannya berjalan bagus.Hmm kayaknya seru juga nih anak kalau gue kerjain ." batin Dafa.


"Tapi yang aku katakan tadi pada Oma itu memang betul dan itu keinginan aku sendiri bukan cuma menyenangkan Oma saja " ucap Dafa sambil menatap Reina yang sedang duduk disampingnya.


"Waduh.....kenapa nih jantung gue kok detaknya lebih kencang sih habis dengerin perkataan kak Dafa barusan reinaaaaa sadar woiiii " batin Reina.


"Kak Dafa....kak Dafa,terus aku percaya gitu yang kak Dafa katakan tadi.Aku tahu kak Dafa lagi mainin aku kan ngaku aja deh " ucap Reina sedikit menjauh dari tubuh Dafa supaya Dafa tak curiga bahwa sebenarnya ia sangat gugup.


"Bagaimana kalau saya serius dengan perkataan saya ini ?" tanya Dafa dengan raut wajah seriusnya.


"Kak Dafa kok tiba-tiba serius banget sih,apa benar dia berharap aku cepat hamil seperti keinginan Oma.Oh tuhan hambamu lagi bingung mau jawab apa "batin Reina.


"Itu terserah kakak mau serius atau enggak,yang jelas aku tetap nggak mau dulu punya anak dan masih fokus untuk kuliah bye...." ucap Reina lalu meninggalkan Dafa sendirian di teras villa.


"Hmmm ternyata nggak segampang itu taklukin hati anak ini " batin Dafa.


Setelah kepergian Reina,Dafa kemudian berjalan-jalan ke halaman villa.


.


Saat ini Reina sedang berada dikamarnya dan tak lupa mengunci pintunya karena tak ingin Dafa masuk.


"Aku tahu pasti perkataan kak Dafa tadi itu hanya mau ngefrank aku aja.Tapi sorry yah aku nggak semudah itu mau ditipu sama kak Dafa.Kak Dafa fikir aku ini bodoh apa mau ngikutin keinginan gilanya itu sementara dia sendiri masih memikirkan mantannya itu,dasar cowok aneh" ucap Reina berbicara sendiri di depan cermin.


 ***


Aldo mengirim chat pribadi kepada Dafa untuk mengajaknya bertemu karena ada hal penting yang ingin dia bicarakan bersama Dafa.


11:25

__ADS_1


"Akhirnya lo datang juga bro" ucap Aldo yang sudah menunggu Dafa.


"Memangnya lo mau bicarain apa sih?" tanya Dafa sambil duduk disebelah Aldo.


"Gini bro setelah pertemuan kalian kemarin itu, gue fikir ada bagusnya lo dan Alexa ketemuan deh" ucap Aldo.


"Untuk apa gue ketemu sama Alexa?" tanya Dafa karena tak mengerti.


"Ya lo jelasin kenapa lo bisa nerima perjodohan itu dan lo bilang juga kalau lo nggak tahu sama sekali ternyata Reina itu adalah sahabatnya " jawab Aldo.


"Percuma do,yang gue fikirin saat ini gue nggak mau lihat Alexa makin terluka lagi karena gue" ucap Dafa.


"Apa menurut lo ini jalan terbaik?" tanya Aldo.


"Entahlah" jawab Dafa dengan muka murungnya.


"Bro,menurut gue lo harus cepat ngambil keputusan.Karena cepat atau lambat Reina akan tahu masa lalu lo dan alexa dan parahnya lagi itu sahabatnya sendiri.Gue takut ada salah paham nantinya dan buat dia terluka " ucap Aldo mengasih saran ke Dafa.


"Iya,kalau masalah itu gue akan fikirin" jawab Dafa.


Setelah beberapa menit mereka berbincang,Dafa memutuskan untuk balik ke villa.


Didalam perjalanan menuju villa,Dafa memikirkan perkataan Aldo tadi yang membuatnya bimbang harus menjelaskan bagaimana ke Reina nanti.Dafa takut dengan perkataannya nanti membuat banyak orang yang akan sakit hati.


.


"Iya ma,tunggu" teriak Reina dari dalam kamarnya kemudian berjalan membuka pintu.


"Dasar anak pemalas,masa jam segini udah tidur siang aja" ucap Tias setelah melihat anaknya yang ternyata memang seperti orang habis tidur.


"Maaf ma,mungkin Reina tadi kecapean jadi nggak sadar tertidur deh " jawab Reina.


"Hmmm Rei...rei..kapan sih kamu berubahnya nak.Dengerin mama,kamu itu sudah menikah dan bukan anak gadis lagi yang mau seenaknya aja seperti tadi.Kamu itu sudah menikah dan mempunyai suami,jadi mama harap semua sikap dan sifat buruk kamu yang dulu itu dibuang jauh-jauh.Camkan itu Rei " ucap Tias dengan tegas kepada anaknya.


"Iya ma Reina janji deh ini nggak akan ke ulang lagi" jawab Reina dengan lemah lembut.


"Oke mama pegang janji kamu" ucap Tias lalu hendak pergi namun terhenti karena perkataan Reina.


"Ma,kak Dafa kemana yah?" tanya Reina ke mamanya.


"Tuh ditaman samping villa lagi nemenin opa kamu main catur" jawab Tias lalu pergi.


"Hmmm...kak Dafa ini orangnya sulit di tebak deh.Gue fikir dia akan bosan disini,ehhh ternyata dia lebih happy dari gue terus dia juga pintar benget cari perhatian sama oma dan opa supaya terlihat baik di depan.....dasar kak Dafa modus " batin Dafa.

__ADS_1


Reina kembali masuk ke kamarnya berniat untuk mandi karena seharian ini ia belum menyegarkan badanya.


ceklek.....


Suara pintu di buka dan memunculkan sosok Dafa.


"Siapa itu?" teriak Reina dari dalam kamar mandi karena tadi mendengar suara pintu kamarnya dibuka oleh seseorang.


"Kucing" jawab Dafa.


"Ohhhh" ucap Reina singkat.


"Ehhh tunggu,kok kucing bisa ngomong kucing sih.Wahh ada yang nggak beres nih" ucap Reina berbicara sendiri lalu segera menyelesaikan mandinya karena ada yang tak beres.


Setelah selesai mandi,Reina kemudian berjalan keluar kamar mandi dengan hanya menggunakan handuk di atas lutut dan alangkah terkejutnya ternyata didalam kamar sudah ada Dafa yang sedang tidur diatas ranjang.


"Hmmm nih orang dari mana aja sih,kok baru kelihatan batang hidungnya."batin Reina.


Reina kemudian berjalan ke lemari pakaian hendak mengambil pakaian yang ingin dikenakannya,namun ia terkaget mendengar suara Dafa.


"Kamu sedang menggodaku ya?" ucap Dafa lalu menelan air ludahnya.


"Seksi " batin Dafa.


"Menggoda kak Dafa?hmmm aku mikir dua kali kalau mau menggoda manusia es balok kayak kak Dafa ini" jawab Reina yang belum sadar dengan perkataan Dafa itu.


"Masa sih,terus yang kamu lakukan sekarang ini apa?" tanya Dafa lagi.


"Ya lagi milih baju lah mau aku pakai" ucap Reina dengan nada kesalnya dan masih memilih baju yang ingin dia pakai.


"Rei...." ucap Dafa.


"Emmmm,apan sih kak Dafa manggil-manggil aku?" ucap Reina.


"Ituuu.....handuk kamu kayaknya kependekan deh" ucap Dafa lalu bergegas keluar kamar karena perasaannya bercampur aduk.


"Reina....reina kenapa sih dia itu polos banget,apa dia sengaja mau goda aku dengan hanya memakai handuk kayak tadi. "batin Reina.


"Aduh kak Dafa,dimana-mana semua handuk itu emang pendek terus panjangnya sampai diatas lutut.Nih kayak yang aku pakai" ucap Reina lalu berbalik ingin menunjukan ke Dafa handuk yang ia pakai,namun orangnya sudah tak ada didalam kamar.


Setelah berbalik ingin menunjukan handuk yang ia pakai ke Dafa,Reina baru tersadar kalau handuk yang ia kenakan itu sangat pendek dan memperlihatkan sebagian lekuk tubuhnya itu.


"Oh my god,reinaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa bodoh bodoh bodoh bodoh banget sih loh.Pantas aja kak Dafa sedari tadi negur lo tapi lo nggak pekaan sama sekali,ternyata karena handuk gue.Aduhhhhhh malu banget nih gue ." batin Reina.

__ADS_1


.


Karena kejadian tadi Reina enggan keluar kamar apalagi jika bertemu dengan Dafa.Reina sengaja menyibukkan diri dengan menonton drakor di ponselnya untuk menghibur diri.


__ADS_2