
Seperti perkataannya tadi,Siska ingin mengajak menantunya itu ke suatu tempat yang ternyata tempat itu adalah toko kue milik keluarga mereka.Tak butuh lama mereka sekarang telah sampai di depan toko kue itu.
"Kata bunda kita akan pergi ke suatu tempat.Ini tempatnya?" ucap Reina.
"Iya,tempat yang bunda bilang itu adalah toko kue andalan keluarga apalagi Dafa." ucap Siska.
"Iya kak,kue disini di jamin enak banget,kakak bakalan ketagihan deh nanti" sambung Safa.
"Masa sih hmmm aku penasaran deh gimana enaknya.Ayo bun,Safa kita masuk" ucap Reina lalu ia merangkul tangan adik iparnya itu supaya jalan bersama dan Safa pun tidak menolak.
"Hmmm mereka ini seperti anak-anak saja" ucap Siska sambil berjalan dibelakang anak dan menantunya itu untuk masuk ke toko kue langganan mereka.
"Selamat datang bu Siska" ucap pelayan itu yang bernama Lia.
"Iya" ucap Siska dengan ramah lalu kemudian mereka pergi duduk di bangku yang kosong.
"Ibu mau makan disini atau bungkus seperti biasa?" tanya Lia.
"Kita makan disini dan pesannya seperti yang biasa ya" ucap Siska lalu diagguki oleh Lia.
"Baik bu,mohon di tunggu" ucap Lia lalu pergi.
Setelah beberapa menit menunggu,akhirnya kue yang mereka inginkan sudah ada.
"Wahhh kuenya imut-imut banget deh" ucap Reina yang baru melihat kue seperti itu.
Reina itu tipe cewek yang tak suka dengan makanan manis seperti kue dan lainnya,jadi pas melihat yang begituan ia merasa suka sekali.Reina itu lebih suka dengan makanan cepat saji dan memfavoritkan makanan korea.
"Bukan cuma bentuknya aja yang imut,rasanya juga nggak kalah enak pokoknya kak" ucap Safa.
Mereka kemudian menyantap kue tersebut dengan lahapnya.Reina sangat menyukai kue-kue tersebut karena merasa sangat enak dan beda dari kue-kue yang lainnya.
"Wah kak Rei udah abis aja kuenya" ucap Safa.
"Habisnya enak benget.Bunda memang nggak salah pilih deh ini emang enak "ucap Reina sambil memberi dua jempol pada mertuanya itu.
"Benarkan kata bunda,kue-kue disini semuanya enak" ucap Siska lalu tersenyum.
"Oh iya bun,kita kesini cuman mau makan kue doang atau ada yang lainnya?" ucap Reina.
"Bunda mau antar kamu belajar membuat kuenya.Kamu mau? "tanya Siska.
"Wahhhh memangnya bisa ya bun?Reina pengen deh "ucap Reina dengan senang.
"Bisa dong,Lia kamu antar menantu saya untuk membuat kue seperti ini ya" ucap Siska pada pelayan ditoko kue itu.
"Baik bu" jawab Lia lalu mereka beranjak pergi ke dapur untuk membuat kue seperti yang ia makan tadi.
Reina sangat bersemangat membuat adonan kue itu dan sudah menghafal beberapa langkah yang diajarkan oleh Lia.Sekarang mereka sedang menunggu kue tersebut sedang di panggang.
"Hai,kita belum kenalan.Kenalin nama aku Reina" ucap Reina menyapa duluan.
__ADS_1
"Saya Lia" jawab Lia lalu tersenyum.
"Oh iya Lia,mertua saya memangnya langganan tetap disini ya?" tanya Reina.
"Pelanggan tetap,maksudnya apa ya? " ucap Lia merasa tak mengerti.
"Mertua saya bernama ibu Siska yang kamu sapa tadi itu" ucap Reina.
"Oh bu Siska,dia itu bukan pelanggan tetap disini,tapi yang punya toko ini" jawab Lia.
"Haaaa,masa sih.Tapi tadi dia bilang ini toko andalan keluarga?" ucap Reina kaget dan merasa heran.
"Betul mba,ini toko kue milik bu Siska dan katanya kue disini menjadi kue kesukaan anaknya.Jadi mereka menyebutnya toko kue andalan mereka" ucap Lia menjelaskan maksud perkataan bosnya itu.
"Bunda kenapa nggak bilang dari awal aja kalau toko ini milik mereka,biar aku nggak kaget kayak gini" batin Reina.
"Oh gitu ya" ucap Reina mengerti.
"Iya mba,mas Dafa dan kekasihnya dulu juga sering membeli kue disini dan katanya kekasihnya itu sangat menyukai semua kue disini" ucap Lia keceplosan.
"Astaga mati aku,kenapa sih ini mulut harus ngomong tentang mas Dafa di depan istrinya"batin Lia.
"Emmm gitu ya"ucap Reina.
"Maaf mba saya nggak bermaksud menyinggung masa lalu mas Dafa" ucap Lia merasa bersalah.
"Iya nggak apa-apa kok,toh itu masa lalu juga" ucap Reina lalu tersenyum.
"Sekali lagi saya minta maaf mba" ucap Lia.
"Oh iya Lia,tadi kamu bilang Dafa dan mantan kekasihnya itu sering membeli kue disini.Berarti kamu tahu dong nama mantannya Dafa?" ucap Reina.
"Wah kalau nama aslinya sih saya nggak tahu mba,karena mereka hanya memanggil sayang satu sama lain" ucap Lia.
"Sayang...Hmmm dasar cowok bucin" batin Reina.
"Hmmmm kirain kamu tahu" ucap Reina tak bersemangat.
"Maaf mba" ucap Lia.
"Iya" ucap Reina.
"Mba Rei,kuenya sudah matang" ucap Lia mengambil kue yang baru saja mereka buat.
Reina yang tadinya murung langsung senang begitu tahu kue buatannya sudah matang dan siap untuk dimakan.
"Wahh cepat banget,semoga enak" ucap Reina berharap lalu mendekati Lia yang sedang memotong kue itu.
"Mba Rei yang cobain duluan" ucap Lia lalu mengasih satu potong kue bolu itu kepada Reina.
"Kenapa saya,kan kita buatnya berdua?" ucap Reina merasa tak enakkan pada Lia.
__ADS_1
"Saya kan cuma membantu mba Reina nyiapin bahan-bahan saja,yang lainnya mba sendiri yang lakukan.Jadi potongan pertama untuk mba Reina" ucap Lia.
"Oke"ucap Reina lalu mengambil potongan kue buatannya tadi dari Lia kemudian mencicipinya.
"Wahhhh ini enak banget.Masa sih ini buatan aku" batin Reina.
"Lia,ini enak banget" ucap Reina sambil memakan kue buatannya itu sampai habis dan belepotan dimulutnya.
"Mba Reina ini lucu juga ya,udah besar tapi makannya seperti anak kecil" batin Lia sambil senyum-senyum sendiri.
"Saya bisa nambah lagi nggak?" tanya Reina.
"Boleh mba kalau perlu di habiskan semua,inikan kue buatan mba Reina sendiri" ucap Lia.
"Oh iya saya lupa" ucap Reina lalu cengengesan sendiri.
"Kamu juga makan dong,nggak enak aku makan sendirian" sambung Reina lagi dan mengajak Lia untuk ikut makan bersama.
"Mba Rei saja,saya lagi program diet,jadi kurangin makan yang masis-manis" ucap Lia.
"Okelah" ucap Reina sambil memakan potongan kue yang keduanya.
Reina melahap lagi kue bikinannya itu sampai habis dan menyisahkan tinggal sedikit saja.
"Astaga....Aku sampai lupa sama bunda dan Safa" ucap Reina mengingat jika mertua dan adik iparnya masih ada disini dan menunggunya.
"Kita keluar saja mba lalu pergi menemui mereka dan sekalian mereka cobain kue buatannya mba Reina" ucap Lia memberi usul.
"Ide bagus tuh,yuk kita keluar" ucap Reina lalu mereka keluar dari dapur dan pergi menemui meetuanya.
"Bun,maaf nunggu lama ya?" ucap Reina yang datang mengampiri mertua dan adik iparnya itu yang sedang mengobrolkan sesuatu.
"Nggak kok sayang.Oh iya mana nih kue buatan kamu,bunda mau cobain" ucap Siska.
"Taraaaaaaa.Maaf ya bun tinggal segini,soalnya Reina udah nyobain duluan di dapur tadi." ucap Reina.
"Iya,ini masih banyak kok" ucap Siska lalu mencicipi kue buatan menantunya itu.
"Enak sekali sayang kue buatan kamu"ucap Siska memuji kue buatan menantunya itu.
"Masa sih ma" ucap Safa lalu ikut mencicipi kue buatan kakaknya.
"Wahhhh iya ini enak benget kue buatan kakak" ucap Safa memberi pujian pada kakaknya.
"Terima kasih bunda,Safa atas pujiannya.Ini juga nggak akan jadi kalau Lia nggak ada bantuin aku" ucap Reina.
"Terima kasih ya Lia,jangan bosan-bosan ya ngajarin aku lagi" ucap Reina mengucapkan terima kasih kepada Lia karena dia sudah ikut membantunya.
"Iya mba,kapan-kapan kesini lagi dan saya ajarin lagi kue yang model lainnya" ucap Lia lalu tersenyum.
"Beres itu mah,kalau perlu saya tiap hari kesini" ucap Reina lalu mereka tertawa bersama.
__ADS_1