Menikahi Pria Masa Kecilku

Menikahi Pria Masa Kecilku
Bab 9


__ADS_3

di depan Restoran Naira menatap kedalam Restoran tersebut telihat dari luar sana sudah ramai teman temannya.


"ayo Nai!" ajak Putri seraya menarik tangan Naira menuju kedalam Restoran tersebut.


Naira menganggukan kepalanya dan kini beranjak mengikuti, Putri, saat mereka berdua telah tiba di dalam sana, seketika semua mata kini tertuju kepada Naira dan Putri.


"Naira? putri? kalian sudah tiba.. ayo kemari duduk lah disini!" ucap salah satu teman mereka kepada Naira dan Putri


Naira menganggukan kepalanya dan kini bergegas duduk di samping Putri.


"Nai? ku dengar kamu sekarang bekerja di perusahaan I.F?" tanya Wanda kepada Naira


"hemm iya Wan, baru juga kok" jawab Naira kepada Wanda


Wanda seketika menganggukan kepalanya, tak lama dari arah bangku lain, terdengar suara seseorang yang meminta mereka untuk memilih menu yang ingin mereka pesan.


Naira dan Putri memilih menu yang mereka sukai.


"Btw... Rara ikut hadir gak?" tanya salah satu di antara mereka


"entahlah.. mungkin masih di jalan" jawab salah satu gadis


"huh... orang seperti Rara, mana mau gabung dengan kita, kalian tau kan kemarin lusa, gue denger.. si Rara ngadain pesta di salah satu kapal pesiar" ucap Firman kepada mereka semua


"ya kau benar! btw, kalian dapet undangan soal pesta ulang tahun Rara?" tanya Salsa kepada semuanya.


Namun sebelum mereka menjawab, tampak dari arah pintu luar seorang gadis menghampiri mereka semua.


"eh.. itu Rara sama Fany!" ujar seseorang yang ternyata juga mengetahui kehadiran Rara dan temannya disana.


"oh.. iya" sahut Salsa.


Tampak kini Rara dan Fany beranjak duduk di salah satu bangku kosong yang tak jauh dari hadapan Naira dan Putri, Naira seketika menatap keberadaan Rara dengan wajah biasa biasa saja.


"sory, gue telat!" ucap Rara yang kini memulai berbicara


"hemm tidak masalah" jawab salah satu di antara mereka semua


"oh.. btw, gue mau kasih tau soal acara ulangtahun gue, kepada kalian, yang akan di adakan lusa, di hotel 𝐕𝐨𝐬𝐭𝐨𝐧, jangan lupa kalian semua harus dateng okeh" ucap Rara kepada mereka semua


"baiklah.. dengan senang hati, kita pasti bakalan dateng kok" ucap Resa kepada Rara.


Rara tersenyum dan kini dirinya terlihkan menatap Naira yang duduk tak jauh di hadapannya, Rara seketika tersenyum smrik dan seraya menyanggah dagunya dengan telapak tangannya.


"hallo Nai, sudah lama ya tidak berjumpa? gue denger lo di terima di perusahaan 𝐈.𝐅, congrat... ya" ucap Rara kepada Naira


"hm iya" jawab Naira seraya tersenyum


"loh..bukannya perusahaan 𝐈.𝐅 itu salah satu perusahaan rekan papah lo Ra, jadi Naira kamu kerja disana saat ini?" tanya Fany yang kini mulai berbicara.

__ADS_1


Rara tersenyum dan kini menganggukan kepalanya, tampak di wajah gadis itu ada sedikit rasa bangga dengan apa yang di katakannya.


selang beberapa lama dari arah luar, tampak beberapa orang pelayan yang kini membawa pesanan mereka.


"wih.. akhirnya dateng juga" ucap salah satu di antara mereka


"okeh.. okeh, karena lusa ulang tahun gue, bagaimana kalau malam ini kalian gue traktir sepuas kalian!" ucap Rara kepada mereka semua


"kau serius Ra, baiklah... kita nikmati malam ini teman teman" ucap Firman kepada mereka semua


seketika teriakan kebahagiaan kini terdengar di ruangan itu. Seraya menikmati makan malam bersama, tampak di wajah Naira tak ada rasa bahagia sedikitpun.


pukul 21.04, Naira yang baru saja pulang dari restoran kini beranjak masuk keladam rumahnya


"hati hati ya Put!!" ucap Naira kepada Putri


"iya.. aku pulang duluan ya Nai" ucap Putri yang kini meminta sopir taxi itu mengantarkannya.


Naira bergegas masuk dan beranjak menuju kamarnya, seraya meletakan tas nya di meja rias kamarnya.


Naira merebahkan tubuhnya di atas temoat tidur seraya memandang langit langit kamarnya.


namun tanpa sadar Naira kini tertidur pulas di kamarnya.


pukul 06.00


Naira yang baru bangun dari tidurnya kini beranjak menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Dan bersiap siap memakai seragam kerjannya.


Trak.. trak...


Di dapur, Naira yang sudah tiba di sana, seketika dirinya menatap bingung dengan Tiara dan Rey yang sudah terlihat rapi


"kalian mau kemana?" tanya Naira kepada Tiara dan Rey


"oh.. Nai, hari ini kita mau pulang, Mamah sama Papah udah nelpon kita buat suruh pulang" ucap Tiara kepada Naira


"lah.. kok cepat banget pulangnya, belum juga seminggu nginep" ucap Naira kini yang terlihat sedih


"hehe.. iya, sudah kapan kapan lagi kita bakalan kesini lagi kok Nai" ucap Tiara


"hemm baiklah, kapan kalian berangkat?" tanya Naira lagi


"hemm jam 10 kami berangkat Nai, oh ya ini ada sesuatu buat kamu Nai" ucap Tiara seraya memberikan sebuah paperbag kepada Naira


Naira menatap bingung paperbag itu dan seraya mengambilnya


"apa ini Ra?" tanya Naira bingung


"sesuatu..!!" tukas Tiara

__ADS_1


Naira kini tersenyum dan bergegas menyantap sarapannya, selang beberapa menit Naira yang sudah selesai kini beranjak keluar rumahnya dan diikuti ibu, Tiara dan begitu juga Rey


"Ra, kak Rey, maaf ya Naira gak bisa ikut anterin kalian kebandara hari ini" ujar Naira kepada mereka berdua


"gak papa kok Nai" ucap Rey seraya tersenyum


Naira kini berpamitan kepada ibunya dan bergegas menuju taxi, sopir taxi tersebut kini melajukan mobilnya melintasi pusat perkotaan dan membawa Naira menuju perusahaan dimana tempat dirinya bekerja.


pukul 06.43


Naira yang kini sudah tiba di tempat kerja dan bergegas menuju ruangannya, Naira sedikit mempercepat langkahnya namun saat dirinya tiba di loby, seketika seseorang menabrak Naira.


"eng..akh..!!" pekik Naira pelan seraya menggosok lengannya yang kesakitan


"eng... maaf Nona, saya tidak tau ka...!!" ucap seorang pria yang kini menggantungkan kalimatnya


"eng.. tidak apa apa tuan.." ucap Naira seketika terhenti saat pria itu menyebut namanya


"Naira?" panggil pria itu kepada Naira


Naira sontak menatap kearah pria itu, dan kini tampak terkejut melihat sosok tersebut


"Rendi?" gumam Naira yang melihat keberadaan Rendi di sana


"hai? tunggu.. kamu kerja di sini Nai?" ucap Rendi seraya bertanya


"eng.. iya Ren, kamu? Kok bisa ada di sini?" ujar Naira yang kini menatap bingung keberadaan Rendi di perusahaan itu


"ah.. iya, aku sekarang Direktur sementara di sini Nai" jawab Rendi


Naira seketika mengerutkan alisnya, dan seraya berpikir tentang sesuatu


"loh.. pak Jihan lalu kemana?" batin Naira bingung


"Nai?" Panggil Rendi menyadarkan lamunan Naira


"oh.. eng iya Ren, kalau begitu aku duluan ya bye" ucap Naira seraya tersenyum kepada Rendi dan kini berlalu menuju ruangannya


Rendi tersenyum dan kini menatap kepergian Naira yang jauh di hadapannya.


"ku harap, kita bisa lebih dari seorang teman Nai, ku pastikan suatu saat kau bisa menerimaku?" batin Rendi seraya mengingat masa lalunya saat bersama Naira.


Rendi kini melanjutkan perjalanannya menuju ruangannya, dan diikuti oleh sekertaris Meta yang setia ikut bersamanya.


di sisi lain Naira yang kita sudah berada di ruangannya, dan beranjak duduk di meja kerjanya.


trak... Naira meletakan laptopnya di atas meja dan kini bergegas menghidupkannya.


Winda yang duduk di sebelah Naira gadis itu seketika menatap bingung Naira.

__ADS_1



__ADS_2