Menikahi Pria Masa Kecilku

Menikahi Pria Masa Kecilku
Bab 51


__ADS_3

di luar ruangan Naira seketika bergegas menuju meja kerjanya yang terletak di depan ruangan kerja milik Satya.


Bruk..


" aahh perut ku keram sekali huhuh " gerutu Naira yang kini bersandar di bangku kerjanya sembari mengusap pelan perutnya yang terasa sakit.


" apa jangan jangan ini karma karena aku telah berbohong pada gadis itu? Aa tidak mungkin " gumam Naira lagi.


Namun saat dirinya tengah duduk di bangkunya tampak dari arah lain Satya yang baru saja selesai meeting kini beranjak menghampiri keberadaan Naira yang masih berada di bangkunya.


Naira yang menyadari keberadaan Satya yang kini hendak menghampirinya seketika gadis itu dengan cepat mengubah posisi duduknya.


" mas Satya? Kok udah keluar? " gumam Naira yang masih menatap kearah datangnya Satya di sana.


" kamu kenapa? " tanya Satya yang kini berada tepat di hadapan gadis itu.


" eng.. Gak ada kok mas, Naira cuma keram perut saja! " sahut Naira.


" kamu habis ngapain? " tanya Satya kesekian kalinya.


" nggak ngapa ngapain kok mas, mungkin Naira belum sarapan aja " ujar Naira kepada Satya.


" saya sudah katakan, sebelum meeting kamu harus sarapan " jelas Satya kepada Naira.


" Naira gak ada waktu buat sarapan " sahut Naira lagi.


" jangan banyak alasan, keruangan saya sekarang " ujar Satya yang sedikit tampak marah.


" iya iya pak Satya, marah terus ngapain sih sensi banget. " gumam Naira yang kini beranjak bangun dari bangkunya dan berlalu pergi menuju ruangan Satya dengan wajah terlihat seperti anak kecil yang habis di marahi.


Namun tepat di ambang pintu ruangan tersebut seketika Naira menghentikan langkahnya dan sembari berbalik arah menuju kembali meja kerjanya, Satya yang berada di belakang gadis itu sontak menatap Naira yang tiba tiba kembali berlalu menuju meja kerjanya.


" kamu mau kemana? " tanya Satya kepada Naira.


" mau ambil ponsel, sekalian mau isi batrai juga " ucap Naira sembari tersenyum kikuk.


Naira bergegas kembali menuju ruangan Satya dengan wajah masih menatap pria itu dengan senyum kikuk.


Satya seketika menghela nafasnya dan kini ikut masuk kedalam ruangan tersebut, sembari menghubungi salah satu staf karyawan miliknya untuk segera membawakan beberapa makan siang untuk mereka berdua.

__ADS_1


di dalam ruangan kantor milik Satya, Naira yang kini duduk di salah satu sopa yang terletak di sisi ruangan tersebut.


" apa sudah mendingan? " tanya Satya yang kini berdiri di hadapan Naira sembari menatap Naira yang tengah duduk di sopa.


" masih sedikit rasa sakit nya mas " ujar Naira yang kini bersandar di tempat duduk.


Satya beranjak menghampiri Naira dan kini duduk di samping gadis itu dan tanpa berpikir panjang, tiba tiba dirinya memegang perut Naira yang rata dan mengusap lembut.


Naira yang melihat perlakuan Satya seperti itu, seketika terdiam bisu, dengan mata menatap canggung Satya yang kini tengah berada tepat di sampingnya.


" apa masih sakit? " tanya Satya yang masih menggosok pelam perut Naira.


" sedikit mas " sahut Naira dengan wajah bersemu merah.


" mungkin ini karena Naira ingin datang bulan mas " timpal Naira lagi.


Satya yang mendengar perkataan Naira seketika menatap canggung gadis itu namun secara bersamaan tampak dari arah pintu seseorang kini beranjak masuk kedalam ruangan tersebut dengan sedikit mengetuk pintu ruangan itu.


" siang pak Sat... " ucap seorang wanita yang kini berada diambang pintu ruangan tersebut dengan mata menatap kearah Satya dan Naira yang tengah duduk di sebuah sopa dengan memperlihatkan tangan milik pria itu yang masih berada di perut Naira.


sontak Naira begitu juga Satya kini menatap kaget keberadaan gadis tersebut yang tak lain Citra yang tengah berada di ruangan tersebut sembari membawa sebuah nampan cukup besar yang berisi makanan.


" Naira? Kok kamu bisa ada di ruangan Direktur? " tanya Citra yang kini tampak kesal dengan keberadaan Naira di sana.


" eng.. Habis meeting, pak Satya meminta ku untuk keruangannya karena a ada sesuatu yang harus di bahas " ujar Naira berbohong sembari melirik sekilas arah Satya yang tengah menatap dirinya biasa biasa saja.


" ada apa kamu kemari? " tanya Satya yang kini mulai bersuara.


" eng.. oh ini pak, tadi pak Satya pesan makan siang bukan, jadi saya siapkan yang special buat pak Satya! " tukas Citra yang kini hendak beranjak dari sana, namun dengan cepat Satya menghentikan gadis itu dan memintanya untuk menaruh nampan tersebut di meja ujung yang tak jauh dari pintu ruangan itu.


" letakan saja di sana, kamu boleh pergi sekarang " ujar Satya kepada Citra.


" eng ah iya pak, kalau begitu saya permisi dulu " ucap Citra sembari menatap kearah Naira yang masih berada di ruangan tersebut.


" kamu kenapa masih di sana? Pak Satya mau makan siang ayo keluar sekarang " ucap Citra kepada Naira.


" tidak perlu, Naira disini saja " ujar Satya kepada Citra.


Citra sontak terdiam malu dan kini tersenyum kikuk kepada Satya yang masih menatap dingin gadis itu, dan dengan terburu buru, Citra meninggalkan ruangan tersebut dengan wajah menahan kesal di campur rasa malu.

__ADS_1


Di luar ruangan.


" ck.. Apa yang mereka lakukan barusan di dalam sana? Aku harus mencari tau apa yang sebenarnya terjadi, kenapa pak Satya dan Naira akhir akhir ini sering dekat satu sama lain " batin Citra.


Namun di lain sisi, di dalam ruangan Naira dan Satya tampak keduanya itu kini tengah duduk sembari sembari menikmati makan siang mereka berdua.


" mas Satya kok cepat banget selesai meetingnya? " tanya Naira di sela sela makanannya.


" apa sudah selesai? " tanya Naira lagi.


" belum " sahut Satya di sela makanannya.


" eng, tapi kok mas Satya udah keluar duluan " ucap Naira bingung.


" saya keluar karena kamu bilang kalau perut kamu keram, jadi karena itu saya susul kamu " ujar Satya lagi.


Naira yang mendengar penuturan Satya kini hanya menganggukan pelan kepalanya.


" lain kali jangan di ulangin lagi, jika saya suruh kamu sarapan, sarapan aja dulu tugas bisa kamu kerjakan setelahnya " jelas Satya.


" iya pak " sahut Naira menuruti perkataan dari Satya.


Namun di lain hal, di sebuah ruang karyawan yang dimana Citra kini tengah berada di ruangan tersebut bersama beberapa temannya yang lain.


" ssht.. pengumuman info penting nih, dengerin dulu ada yang mau gue sampaikan sama kalian " ucap Citra yang baru saja tiba di sana.


" mau ngasih info apaan nih? " tanya salah satu teman Citra yang kini mulai ikut bersuara.


" ehem.. apa kalian tau saat gue anterin makan siang keruangan pak Satya barusan, tadi gue lihat Naira sama pak Satya.... " belum sempat Citra melanjutkan perkataanya seketika seseorang kini memanggil dirinya.


" Citra? Kemari! " pinta seorang pria kepada Citra yang tak lain Rendi yang baru saja keluar dari ruang meeting dan kini beranjak menuju ruang karyawan untuk meminta Citra mengerjakan beberapa dokumen yang akan di berikan kepada Satya besok.


" kerjakan ini, saya minta besok sudah kamu antar keruangannya Direktur sebelum pukul tujuh pagi, paham? " ujar Rendi kepada Citra.


" eng iya pak Ren " sahut Citra sedikit gugup.


Rendi seketika berlalu pergi meninggalkan ruangan tersebut dan kini menuju ruangannya.


...***...

__ADS_1


__ADS_2