Menikahi Pria Masa Kecilku

Menikahi Pria Masa Kecilku
Bab 53


__ADS_3

" ternyata loe yang nabrak gue " ucap gadis tersebut yang tampak mengenali sosok Naira di sana.


Naira spontan menatap kearah gadis tersebut dengan tatapan tak percaya dengan apa yang dirinya lihat saat ini.


" eng " gumam Naira yang masih terlihat shock.


" akhirnya kita bertemu lagi, kebetulan sekali, gue mau balas perbuatan loe sama gue, karena loe udah rebut Satya dari gue " ucap gadis itu yang tak lain Melisa kepada Naira yang kini menarik kerah baju Naira dengan cukup kuat.


" Nai? " tukas Winda yang kini melepas paksa tangan Melisa dari baju Naira.


" siapa loe berani ikut campur urusan gue sama gadis ini hah?." tanya Melisa penuh amarah, sembari menatap intens Winda yang dimana tampak sebuah name Card milik Winda terlihat jelas di sisi kanan dada gadis itu.


" I.F Inglery?, ternyata karyawan Satya, bagus.. Gue bisa laporin loe berdua apa yang telah di lakukan oleh kedua anak buahnya ini " ujar Melisa kepada Winda dan Naira.


" denger ya mbak atau nona, anda yang mulai duluan kepada teman saya, dan sekarang anda ingin melaporkan masalah ini kepada atasan kami, silah kan, lagian di sini banyak saksi mata yang lihat " ujar Winda kepada Melisa.


" ck.. Lihat saja nanti apa yang akan ku lakukan pada kalian berdua " ucap Melisa yang kini berlalu pergi meninggalkan cafe tersebut dan diikuti kedua pria yang tak lain anak buahnya.


setelah beberapa menit kepergian Melisa di sana, seketika Winda kini menatap kearah Naira sembari meyakinkan keadaan gadis itu baik baik saja.


" apa loe gapapa Nai? Apa loe punya masalah sama Melisa? " tanya Winda kepada Naira.


" eng.. " gumam Naira yang masih terlihat shock.


" kok bisa kalian saling kenal ya Nai? Melisa itu kan manager di perusahaan I.N Wef, dan yang gue tau Melisa itu sering banget deket sama atasan mana saja termasuk pak Satya sama pal Rendi " ujar Winda kepada Naira.


" apa? " sahut Naira yang kini mengingat sosok Melisa waktu dulu yang begitu sedikit berbeda.


" jadi dia " gumam Naira yang masih terlihat bingung.


" sudahlah.. Apa kita mau lanjut lagi, atau loe mau pulang sekarang?." tanya Winda kepada Naira.


" gue gapapa kok Winda, lagian gue gak mau loat loe kecewa, kita lanjut saja, ayo " ucap Naira tersenyum


" nih anak, habis di labrak, sekaramg mikirin gue, aneh " tukas Winda

__ADS_1


" hehe lagian gue juga masih belum puas kok ayo " ucap Naira yang kini menarik tangan Winda menuju dalam cafe tersebut.


Namun di lain hal, Satya yang baru saja selesai bekerja, saat dirinya menatap kearah sebuah meja kerja yang di mana Naira berada sebelum nya.


" kemana dia? " gumam Satya yang kini terlihat bingung.


Satya spontan mengalihkan pandangannya menatap jauh ke sebuah ruang yang terletak di depan ruangannya dari balik ruangannya, namun tampak sosok Naira tak kunjung ada di sana.


" kemana anak itu pergi? " timpal Satya yang kini menghubungi Naira.


Trut... trut.


Namun saat panggilan itu tersambung, seketika, sebuah suara kini terdengar di ruangan itu, Satya sontak menatap kearah meja yang dimana Naira sebelumnya bekerja, Satya beranjak menghampiri meka tersebut dan tampak sebuah handphone milik Naira kini tergeletak di atas meja tersebut.


" ck.. Dia bahkan tidak membawa ponsel nya sama sekali " gerutu Satya yang kini mengakhiri panggilan tersebut dan berlalu pergi menuju luar ruangan dengan membawa ponsel milik Naira dan sembari mencari sosok Naira di seluruh penjuru prusahaan tersebut.


" kemana dia, bahkan di ruangan IT juga tidak ada " gumam Satya yang kini berlalu menuju luar perusahaan dan bergegas memuju mobilnya.


namun saat dirinya tiba di ambang pintu perusahaan tiba tiba seseorang kini memanggilnya, Satya sontak menatap kearah orang tersebut.


" apa kau lihat Naira keluar tadi?." tanya Satya kepada Rendi.


" Naira? Aku tidak melihatnya kak, eng kenapa? Ada apa? Apa terjadi sesuatu kepada Naira? " tanya Rendi terlihat sedikit panik


" tidak, kalau begitu aku pulang dulu, jika mereka semua sudah selesai, suruh mereka pulang " ujar Satya yang kini beranjak menuju mobilnya.


" baik kak " sahut Rendi yang kini menatap lekat kepergian Satya yang perlahan laha menghikang dari pandangannya.


Di mobil, Satya yang kini berada di dalam sana dan saat dirinya hendak melajukan mobilnya, Satya seketika teringat kepada buk Rati dan kini mencoba menghubungi ibu mertuanya saat itu.


trut...


" halo nak? Ada apa telpon ibuk? " tanya buk Rati yang kini telah tersambung dalam sebuah panggilan.


" eng buk, apa Naira ada di rumah ibuk sekarang? " tanya Satya lembut kepada buk Rati.

__ADS_1


" Naira? Nggak ada nak, Naira gak pernah kesini " tukas buk Rati kepada Satya.


" eng.. Yaudah buk kalau begitu Satya matiin dulu telponya " ucap Satya kepada buk Rati.


" iya nak " ujar buk Rati kepada Satya.


Satya yang tampak bingung kini melajukan mobil nya menuju kembali kerumahnya dengan perasaan tak karuan


sesampainya di halaman rumah Satya segera beranjak keluar dari dalam monilnya dan kini berlalu memuju kedalam rumah sembari mencari sosok Naira di sana.


" NAIRA? " panggil Satya dari lantai bawah dan kini berlalu menuju lantai kedua yang dimana kamarnya berada.


Cklek..


" kemana dia? " gumam Satya yang kini menatap kosong kamar utama rumah itu dan beralih menatap kamar kedua miliknya.


Namun tak ada tanda tanda sosok Naira berada di dalam sana, Satya yang sudah terlihat lelah kini beranjak menuju tempat tidurnya sembari membanting sedikit tubuhnya di atas tempat tidurnya dan melepas paksa dasi yang masih terpasang di leher pria itu.


" huh... " gumam Satya menghela nafas nya.


Satya yang masih terbaring di atas tempat tidur nya dan kini meraih sebuah ponsel milik Naira yang barusan di bawanya dan membuka ponsel tersebut yang ternyata tak terkunci sama sekali.


Satya menatap lekat layar ponsel itu dan kini membuka sebuah galery yang ada di ponsel milik Naira dan tampak sebuah foto milik gadis itu terpampang jelas di sana, Satya sontak tersenyum dan kini menatap satu persatu foto foto tersebut dan tanpa basa basi dirinya membuka ponsel miliknya dan mengirim foto tersebut ke ponsel miliknya.


Namun secara bersamaan sebuah notif kini masuk kedalam ponsel milik Naira, yang dimana sebuah nama Rendi kini tertera di layar tersebut, dengan rasa penasaran Satya seketika membuka isi pesan tersebut dan membacanya.


Tring...


" Nai? Apa malam ini kau ada acara? Aku ingin mengajak mu ke pameran nanti " ucap Rendi dalam sebuah pesan singkat.


namun tak lama sebuah pesan kembali muncul dari Rendi, Satya membaca isi pesan tersebut kembali, namun kali ini sebuah foto yang terkirim dari pesan itu.


" ingat gelang ini, aku menyimpannya saat kau memenangkan lomba di pameran itu dan aku memilihkan gelang ini untuk kita, ku harap kau masih menyimpan nya " ujar Rendi lagi dalam sebuah pesan


Satya yang membaca isi pesan tersebut seketika terdiam bisu dengan tatapan yang tampak begitu dingin, Satya seketika teringat akan sebuah gelang hitam yang ada di pergelangan kiri Naira, sontak Satya melempar pelan ponsel Naira di sisi kanannya sembari berlalu menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.

__ADS_1


...***...


__ADS_2