Menikahi Pria Masa Kecilku

Menikahi Pria Masa Kecilku
Bab 14


__ADS_3

"kak Dirga.. ck, untuk apa juga sih Nai, ingat ingat kak Dirga, siapa tau kan sekarang dia sudah punya pacar atau.. istri huh..." gumam Naira yang mencoba melupakan Dirga dari pikirannya.


Naira memejamkan kembali matanya berusaha untuk tidur malam itu, bagaimanapun caranya.


06.00


pagi sudah tampak dari upuk timur matahari sudah separuhnya menampakan diri, dengan diiringi suara nayanyian burung yang berkicau saling bersautan.


Naira yang masih berada di atas tempat tidurnya, seketika membuka matanya dan mengerjapkan kedua bola matanya menatap pokus kearah jendela kamarnya.


"hoam...!!" Naira beranjak bangun dari sana dan bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya


selang beberapa menit Naira yang sudah selesai mandi, kini dirinya bersiap siap mengenakan pakaian kerjanya, dan beranjak keluar dari dalam sana.


tak... tak..


brug.. suara sepatu yang di letakan di lantai


"buk? Naira berangkat kerja dulu ya buk?" ucap Naira kepada ibuknya.


"hemm loh kamu gak sarapan Nai?" tanya buk Rati kepada Naira


"hemm nggak buk, nanti saja Naira sarapan di tempat kerja aja, ayah sudah pergi ya buk?" ucap Naira seraya bertanya


"hem iya ayah mu sudah pergi, yaudah kamu hati hati di jalan" ujar buk Rati


Naira menganggukan kepalaya dan seraya menyalami tekuk tangan buk Rati, Naira bergegas pergi menuju tempat kerjanya.


di dalam taxi, selama perjalanan menuju perusahaan Naira hanya duduk diam memandangi gedung gedung tinggi di perkotaan.


srit..


"Nona.. kita sudah sampai tujuan" ucap sopir taxi itu kepada Naira


"oh.. iya pak, ini uangnya" sahut Naira seraya memberikan uang kepada sopir taxi itu.


Naira segera beranjak keluar dari taxi tersebut dan bergegas menuju perusahaan itu.


Naira mempercepat langkahnya memasuki loby perusahaan dan bergegas menuju ruangan kerjanya.


namun saat di pertengahan koridor, Seketika seseorang memanggil dirinya.


sontak Naira menatap kearah siapa orang yang memanggilnya.


"Winda?" gumam Naira yang kini menatap kearah Winda yang berjalan menghampirinya.


"Nai.. ? Tumben dateng pagi?" ujar Winda kepada Naira


"hem iya Win" jawab Naira dengan senyuman


"oh ya Nai, nanti malam bagaimana kalau kita ke pameran mau gak?" ujar Winda kepada Naira


Naira seketika terdiam sejenak, memikirkan hal yang dari tadi di pikirkannya.

__ADS_1


Winda yang menyadari wajah Naira seperti itu seketika menyenyuh pundak gadis itu, dan membuyarkan lamunan Naira.


"Nai kamu kenapa sih? bagiaman ? apa jangan jangan pikiran gue bener nih soal kemaren pak Rendi?" tukas Winda mengada ngada


"eng.. Stthh...,sudah kita keruangan sekarang nanti aku ceritain di sana" ujar Naira seraya menarik tangan Winda menuju keruangan mereka.


Winda yang mendengar perkataan Naira seketika wajah Winda terlihat sangat senang.


di ruangan IT


mereka berdua kini sudah tiba di sana, Winda bergegas duduk manis seperti anak kecil dan seraya menatap kearah Naira.


tampak di wajah gadis itu terlihat sangat bersemangat.


Naira yang menyadari tatapan Winda yang seperti itu seketika dirinya bergumam.


"hem begini nih kalau dapet cerita pasti senengnya kebangetan" gerutu Naira melihat tingkah Winda.


"hehe.. kayak gak tau aja ya lu Nai" ujar Winda serata terkekeh


Bruk...


"cepet ceritan apa yang kemarin pak Rendi bicarakan sama loe?" tanya Winda kepada Naira


"ih sabar.. baru juga mendarat nih pantat di kursi" gerutu Naira


"hehe.. iya iya Nai ku" gumam Winda


Winda yang mendengar cerita naira tampak ekpresi gadis itu sangat serius dengan apa yang dirinya dengar.


namun tanpa sengaja, Winda menepuk telapak tangannya hingga membunyikan suara cukup keras diruangan itu.


PLAK...


sontak semua mata kini tertuju kepada mereka berdua.


"Win? Nai? apa yang kalian lakukan dari tadi ?" tanya Alex yang ternyata menatap kearah mereka berdua.


"eng... tidak ada pak, tadi ada nyamuk saja" jawab Winda berbohong


Naira spontan menatap kelayar laptopnya dan bergegas mengerjakan tugas yang di berikan kepadanya.


"baiklah.. kerjakan sekarang pekerjaan kalian" sahut Alex seraya menatap kembali laptopnya


Winda menganggukan sekilas kepalanya dan kini beralih menatap Naira yang sudah mengerjakan tugasnya.


Winda membuang nafasnya dengan kasar dan bergegas mengerjakan tuganya.


Namun saat mereka tengah sibuk seketika Alex membuka suara.


"oh ya soal acara makan malam, bagaimana kalau jadwalnya kita pajukan saja besok malam, karena Direktur sudah pulang sekarang, jadi jadwalnya kita pajuin saja" ucap Alex kepada anggota team IT lainnya.


"hemm siap pak" jawab mereka semua dengan serempak

__ADS_1


Naira seketika bergumam, dan seraya memijat kepalanya memikirkan jadwalnya yang begitu padat


"bagaimana? jadi loe pergi nih sama pak Rendi nanti malam?" tanya Winda


"hemm iya, karena gue udah janji cobak!" jawab Naira


Winda seketika tersenyum dan seraya mengejek Naira kembali.


namun secara bersamaan handphone Naira seketika mendapat pesan dari seseorang, Naira segera meraih handphoneya dan melihat pesan tersebut.


yang dimana di sana terdapat nama Putri, Naira segera membuka pesan tersebut dan membacanya


Deg...


Naira seketika terkejut, menatap isi pesan tersebut


"ada apa Nai?" tanya Winda kepada Naira


"hemm.. temen ku Win, juga mau ngajak aku ke pameran nanti malam" sahut Naira


"lalu?" tanya Winda balik


"hemm ya bagaiman bisa, kalau aku tolak pak Rendi bakalan... ya tau sendiri gimana kalau karyawan nolak bos cobak" ujar Naira kepada Winda


"begini, kamu bilang aja kalau kamu ada janji juga sama seseorang kan beres" ujar Winda memberi ide


"hemm baiklah" sahut Naira menyetujui ide tersebut, dan kini bergegas menulis sesuatu kepada putri.


dan seraya mengakhiri pesan tersebut kepada putri, Naira meletakan kembali handphonenya, dan kembali melanjutkan pekerjaannya.


***


jam istirahat Naira dan Winda, mereka berdua bergegas menuju cafe yang tak jauh dari taman kantor, untuk makan siang bersama disana.


saat mereka telah tiba di depan cafe itu, Naira mendongak kan kepalanya menatap lekat kearah jendela yang dimana di dalam sana sudah ada Rendi dan beberapa bawahannya.


Plak..


Naira seketika memukul pelan jidadnya melihat sosok Rendi yang ternyata juga berada di cafe tersebut.


"lah kamu ngapain sih Nai?" tanya Winda yang menyadari tingkah Naira seperti itu


"kita cari tempat lain saja bagaimana?" ujar Naira kepada Winda


"loh.. ngapain, gak bisa gak bisa, sudah ayo kita masuk, keburu jam makan siang habis loh" sahut Winda yang kini menarik tangan Naira masuk kedalm cafe tersebut.


di dalam Cafe Naira dan Winda kini duduk di salah satu meja kosong yang tidak jauh dari arah pintu masuk, Naira yang sudah duduk dengan spontan mengambil buku menu dan menutupi wajahnya.


Winda yang menyadari tindakan Naira seperti itu, kini hanya menatap bingung Naira seraya mencari cari sesuatu apa yang dihindari oleh gadis itu.


Deg...


__ADS_1


__ADS_2