Menikahi Pria Masa Kecilku

Menikahi Pria Masa Kecilku
Bab 27


__ADS_3

Satya bergegas masuk kedalam rumah.


"biar saya saja Nyonya!" Ucap Sandi yang kini mengambil alih koper Naira dan membawanya menuju kamar atas yang dimana Satya dan Naira berada.


Naira menganggukan kepalanya dan kini beralalu menuju dalam rumah mengikuti Satya.


tap...


tap... suara langkah kaki


Sesaat mereka telah tiba di dalam rumah, Naira bergegas menaiki anak tangga menuju lantai atas, namun di lain sisi Satya yang tidak lansung menuju kamarnya.


melainkan kini pria itu memasuki ruangan kerja pribadinya, dan meletakan beberapa dokument yang barusan di bawanya.


di lain sisi, Naira yang kini sudah mengganti pakaiannya dan beranjak menuju meja yang berada di dalam kamar itu.


namun secara bersamaan dari arah luar, Satya yang kini sudah kembali kekamarnya, seketika pria itu menatap diam keberadaan Naira yang kini berada di dekat sebuah meja.


Satya melangkah kan kakinya memasuki ruangan kamar itu seraya ingin membuka jas miliknya, namun secara bersamaan Naira yang menyadari Satya kesulitan, segera dirinya menghampiri peria itu.


dan kini membantu Satya untuk melepaskan jas miliknya.


Satya seketika terkejut mendapati Naira yang tiba tiba menghampirinya, dan kini menatap gadis itu dalam diam.


"makasih!" ucap Satya yang kini berlalu menuju ruang ganti miliknya.


Naira hanya diam dan kini kembali menuju meja yang dimana disana terdapat koper miliknya, Naira mengambil koper itu dan membawanya pergi menuju kamar tamu.


namun secara bersamaan Satya yang baru saja keluar dari ruang ganti, yang kini melihat Naira membawa koper itu menuju luar kamarnya.


"Mau kemana kamu?" tanya Satya yang kini menatap jauh Naira yang memegang koper ditangannya.


"eng..anu itu!" gumam Naira menggantungkan kalimatnya.


"Masukan barang barang kamu di ruang ganti, saya sudah memberitahu Rani untuk mengemasi barang barang saya yang lainnya untuk pakaian kamu!" ujar Satya kepada Naira.


"eng..!" Naira seketika tertegun mendengar perkataan Satya barusan


Satya berjalan keluar kamarnya dan seraya memanggil Rani asisten rumahnya itu, untuk membantu Naira mengemasi barang barang milik gadis itu.


"kamu bantu Naira untuk menyusun baran barang dan pakaiannya di ruang ganti!" pinta Satya kepada Rani


"baik Tn!" jawab Rani yang kini mendekati Naira dan mengambil koper itu dan membawa Naira untuk ikut menuju ruang ganti.


sesampainya mereka diruang ganti, Naira kini menatap diam lemari lemari besar yang bahkan terbilang 2x lemari itu.


yang terbuat dari kaca namun terbilang canggih.


"Nyonya, apa Nyonya ingin menaruh pakaian Nyonya di sini?" tanya Rani menunjukan Dress yang Naira bawa.

__ADS_1


yang kini menggantungkan pakaian Naira di sebuah lemari kaca.


"hemm iya Ran!" jawab Naira.


Rani tersenyum dan kini mengemasi semua barang barang Naira dan keperluan majikannya itu.


Saat Naira tengah sibuk melihat Rani bersemangat membantunya, seketika pandangannya kini terlaihkan menatap sebuah meja rias yang begitu indah dan tampak baru.


Naira hanya menatap diam meja rias itu, namun saat dirinya tengah larut seketika Rani membuyarkan lamunan Naira.


"Nyonya, saya akan menyusun make up anda di sana!" ujar Rani yang kini menunjukan sebuah meja rias yang barusan di lihatnya.


"eng.. tapi itu bukan..!" ucap Naira menggantungkan kalimatnya.


"Nyonya.. tuan membeli itu untuk Nyonya!" sahut Rani menyambung perkataan Naira.


"apa?" gumam Naira tersentak kaget.


"iya Nyonya, tuan meminta kami untuk memilihkan keperluan untuk Nyonya!" ujar Rani kepada Naira.


Naira hanya terdiam paku mendengar perkataan Rani kepadanya.


saat mereka telah selesai, Naira dan Rani beranjak menuju keluar ruangan itu dan seraya menuju lantai bawah.


"Ran, kamu boleh kembali kepekerjaan mu sekarang!" ucap Naira kepada Rani.


"baik Nyonya!" jawab Rani yang kini berlalu pergi menuju kearah dapur.


***


namun saat dirinya tengah asik menatap kesana kemari, seketika pandangannya kini teralihkan kearah sebuah rumah kaca yang dimana di dalam sana terdapat sebuah pohon.


yang dimana terdapat buah anggur, Naira beranjak mengahampiri pohon tersebut, Saat dirinya sudah tiba di sana.


Naira ingin sekali mengambil buah tersebut.


"bagaimana cara mengambilnya!" gumam Naira yang kini mencari cara untuk mengambil buah anggur tersebut.


Namun secara bersamaan terlihat seorang penjaga kebun itu kini berjalan menghampiri Naira.


"Nyonya? ada yang ingin saya bantu?" ujar Penjaga kebun itu kepada Naira.


"ah.. eng iya!" sahut Naira sedikit kaget mendapati penjaga kebun itu yang datang secara tiba tiba.


"bisakah kamu ambilkan buah itu untuk saya!" ujar Naira seraya menunjukan arah pohon anggur yang tertanam di halaman rumah itu.


"baik Nyonya!" sahut penjaga kebun itu yang kini mengambil alat untuk memanen buah anggur tersebut.


selang beberapa lama, penjaga kebun itu kini telah kembali membawa keranjang yang berisikan buah anggur hijau dan hitam.

__ADS_1


"ini Nyonya!" ucap penjaga kebun itu seraya memberikan buah anggur yang sudah di panen kepada Naira.


Naira mengambil keranjang buah itu dan kini berlalu pergi menuju kembali kerumah.


***


Trak..


suara keranjang buah yang di letakan di atas meja.


"Nyonya habis panen buah anggur?" tanya Rani yang kini tiba di dapur.


"ehm iya!" jawab Naira seraya tersenyum.


"tuan Satya juga suka bikin jus dari anggur Nyonya!" ujar Rani yang sedikit tahu tentang majikannya itu.


"hem mas Satya suka jus dari buah anggur?" tanya Naira mengulangi perkataan Rani


Rani menganggukan kepalanya pertanda jawaban darinya.


Namun saat Naira dan Rani tengah sibuk mencuci buah buah tersebut, seketika terdengar suara handphone milik Naira berdering.


Naira segera meraih handphone nya dan terlihat di sana sebuah pesan group Wechat.


Naira segera mebuka pesan tersebut dan terlihat sebuah info dari anak anak IT.


yang memberitahukan keberangkatan mereka besok untuk melakukan Weekend di Midbourn seraya menginap selama satu minggu.


"Naira juga ikut kan?" tanya Alex kepada Naira dalam sebuah pesan Wechat.


"ikut dong pak, temen gue mana mungkin gak ikut!" balas Winda kepada Alex


"Naira nya mana nih?" tanya Firman


"hadir!" balas Naira yang kini ikut nimbrung


"wih.. okeh jadi besok kalian sudah harus Stay di perusahaan! jam 07.00 udah kumpul semua, jangan lupa bawa barang keperluan saja ya Win!" ujar Alex kepada mereka semua.


"lah kok saya sih pak?" gumam Winda


"karena kamu bawanya udah kaya orang mau pindahan aja!" balas Alex kepada Winda


Winda seketika memasang emot di dalam sebuah pesan Wechat.


Tak lama obrolan group pun berakhir, Naira kini kembali kekamarnya untuk membersihkan tubuhnya.


Sesaat dirinya sudah sampai di depan pintu kamar dan seraya membukannya.


tampak dari dalam sana terlihat sosok Satya yang kini tengah duduk di sofa seraya mengerjakan beberapa berkas kantor.

__ADS_1



__ADS_2