
" apa yang terjadi? " gumam Naira yang masih menatap kearah mobil hitam yang barusan di kendarainya.
Naira dengan cepat berlalu menghampiri mobil milik Rendi yang terus terusan berbunyi tanpa henti, entah apa yang terjadi di sana?
namun di lain hal Satya yang kini tidak henti hentinya menghubungi ponsel milik Naira, yang tak kunjung mendapat jawaban dari gadis itu, Satya yang hampir frustasi seketika dirinya beranjak turun dari mobil dan mencoba mencari kesana kemari keberadaan Naira sembari bertanya kepada orang orang yang kini berada di daerah sekitar tersebut.
" Nai, kamu kemana? jangan bikin mas panik Naira!? " gumam Satya yang kini beranjak kembali kemobilnya dan meminta Hendri untuk segera berlalu pergi menuju ke pusat kota.
" tuan, lebih baik kita kembali dulu, siapa tau nyonya sudah tiba di rumah " kata Hendri yang kini mencoba menenangkan Satya.
" aku akan telpon dulu ibu mertuaku untuk memastikan Naira sudah kembali apa tidak saat ini!? " kata Satya yang kini mencoba menghubungi ibu mertuanya.
namun berbeda dengan Rendi yang dimana kini dirinya yang masih terus melajukan mobil miliknya menuju kembali pusat kota, sembari mencari keberadaan Naira di seluruh penjuru jalan itu, namun alih alih Rendi yang kini di kejutkan dengan keberadaan mobil miliknya yang berlalu tak jauh di hadapan nya dengan cukup cepat, Rendi segera menghampiri mobil tersebut dan mencoba mengikuti arah jalan mobil itu yang kini melaju menuju pusat kota.
" Naira!? akhirnya aku menemukan mobilnya " gumam Rendi yang kini terus melajukan mobilnya mengikuti arah mobil yang ada di depan mobilnya.
" aneh, kenapa Naira begitu agresif sekali mengendarai mobil, aku takut terjadi sesuatu, sebentar lagi lampu di ujung akan berganti " gumam Rendi yang kini menatap jauh kearah lampu lalu lintas yang kini akan berganti merah.
...***...
" ck.. Naira juga belum kembali, bagaimana bisa aku tenang, sebelum Naira di temukan, aku tidak akan pulang " tukas Satya yang kini lagi lagi mencoba menghubungi nomor ponsel Naira, namun secara bersamaan dari arah samping mobil Satya, yang kini tengah berhenti di sebuah lampu merah, tampak terlihat sebuah mobil hitam glosy dengan kecepatan di atas rata rata, seketika melaju dengan cepat di samping mobilnya.
sontak Satya mengalihkan pandangannya begitu saja menatap kearah mobil yang kini menerobos lampu pemberhentian tersebut begitu saja, dan seketika.
STRITTTTTT...
BRAK...
sebuah kecelakaan kini tidak bisa di hindari begitu saja, Satya begitu juga Hendri yang melihat jelas kejadian tersebut seketika keduanya terdiam paku, menatap kearah mobil yang kini hancur lebur akibat tabrakan yang cukup kuat.
" t tuan? " ucap Hendri yang kini terlihat sedikit panik akan kejadian tersebut yang terjadi begitu saja di hadapan mereka.
" mobil itu!? " gumam Satya yang kini beranjak keluar dari dalam mobilnya sembari menghampiri kerumunan masal yang tengah menatap kearah mobil yang sudah keadaan dalam posisi yang begitu memprihatinkan.
Satya yang kini sudah tiba di sana, seketika dirinya menatap lekat mobil itu dalam diam, namun sontak pandangannya kini teralihkan kesebuah plat nomor pada mobil tersebut dengan angka R**56.
__ADS_1
" eng!? " gumam Satya seketika membulatkan kedua bola matanya.
" R Rendi? " ucap Satya yang kini menatap mobil yang sudah begitu hancur di hadapannya.
namun di lain hal Rendi yang kini juga berada di sana, seketika pria itu terdiam lemas, menatap kearah kejadian tersebut yang kini terjadi di hadapannya.
" Naira!? " gumam Rendi dengan tanpa sadar kini dirinya menangis, sembari berlalu menghampiri keberadaan mobil itu di sana.
Satya yang kini menyadari keberadaan Rendi yang tiba tiba berada di sana, dengan keadaan baik baik saja, sontak membuat pria itu kini menatap bingung kearah Rendi yang kini mencoba menghampiri kearah mobil tersebut di sana.
" Rendi? " gumam Satya lagi yang kini melihat kearah Rendi di sana sembari menangis.
" lalu orang yang ada di dalam mobil itu!? " timpal Satya yang kini menatap kembali mobil tersebut.
" NAIRA!! " teriak Rendi seketika membuat seluruh mata kini tertuju kepadanya.
Deg..
Satya sontak terdiam matung sembari terbelalak kaget saat Rendi menyebut sebuah nama yang begitu lekat di pikirannya.
" N-Naira!? " ucap Satya dengan wajah yang begitu terlihat shock, mendapati mobil yang barusan di lihatnya ialah mobil yang di kendarai Naira barusan.
" pak, Satya? " panggil Hendri yang kini menghampiri keberadaan Satya.
Bamm.
suara pintu mobil yang kini di tutup begitu saja.
" ada apa ramai ramai begini? " tanya seseorang yang kini menatap jauh kerumunan di sana, namun alih alih seketika pandangannya kini tertuju kesebuah mobil yang sudah begitu hancur lebur terpampang jelas di hadapannya.
" eng!? " gumam orang tersebut yang kini menatap mobil itu.
" aaahh mas Satya!? " ucap seseorang yang tak lain Naira yang kini ternyata gadis itu Naira yang baru saja tiba disana, dengan menggunakan sebuah taxi.
" ponsel dan dompet ku, hiks... hiks... " ucap Naira yang kini terduduk begitu saja di sana.
__ADS_1
" mas Satya !? " panggil Naira yang tanpa sadar menyebut nama Satya begitu saja.
Satya yang mendengar seseorang tengah memanggilnya, sontak pria itu kini menatap kearah suara tersebut berada.
" Naira? " gumam Satya yang kini mencari keberadaan suara tersebut kesana kemari.
" mas Satya!? hiks.. hiks.. " panggil Naira lagi lagi yang kini menangis dengan keras.
" Naira? " panggil Satya yang kini menatap keberadaan Naira yang tengah duduk di jalan sembari menangis di sana.
Satya sontak beranjak menghampiri keberadaan Naira dengan cepat disana.
" Nai? " panggil Satya yang kini meraih tubuh Naira dan seketika memeluk tubuh gadis itu dengan erat.
" mas Satya, hiks.. hiks... " ucap Naira yang kini menangis dalam pelukan Satya.
" kamu kenapa? Kamu baik baik saja? " tanya Satya panik.
" hiks.. hiks.. ponsel sama dompet Naira di curi mas, di mobil itu dompet sama ponsel Naira masih berada di sana aaaa " ucap Naira yang kini menangis lebih keras.
" astagah sayang mas kira kamu nangis kenapa? " ujar Satya.
" sudah, masalah ponsel sama dompet kita bisa beli lagi, yang penting kamu baik baik saja, mas khawatir sama kamu " ujar Satya yang kini masih dalam posisi yang sama.
" mmh tapi semua kontak Naira ada di ponsel itu mas Satya " ucap Naira.
" tidak masalah, lebih baik kita pulang sekarang " tukas Satya yang kini membawa Naira menuju mobilnya.
" mas Satya!? " panggil Naira seketika.
" iya? " sahut Satya yang kini menatap kearah Naira yang ternyata gadis itu juga menatap kearahnya.
" bayar dulu taxi nya, Naira gak punya uang " ucap Naira yang kini menghentikan langkah Satya dari sana.
" eng, ohh! Hen? kamu bayar dulu taxi nya, saya gak bawa uang case " ujar Satya kepada Hendri.
__ADS_1
" ohh baik tuan " sahut Hendri yang kini berlalu menuju taxi.
...🤍🤍🤍...