Menikahi Pria Masa Kecilku

Menikahi Pria Masa Kecilku
Bab 6


__ADS_3

"kita kesana aja, di lapangan itu" ucap Tiara menunjuk lapangan yang depenuhi pengunjung lainnya yang masih menikmati festival itu.


mereka kini beranjak menuju lapangan itu dan seraya duduk di rerumputan.


"aah.. akhirnya kita beristirahat juga" ucap Rey seraya menyadarkan tubuhnya di sebuah pohon.


mereka menikmati suasana itu seraya menyantap makanan yang mereka beli.


pukul 19.00 mereka bertiga baru pulang dari festival itu.


di rumah Naira kini beranjak masuk kekamarnya seraya meletakan boneka yang di berikan Rey kepadanya, Naira kini beranjak menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


setelah selesai Naira kini beranjak sholat isyah, karena masih memiliki banyak waktu untuk melaksanakannya.


Beberapa menit kini Naira sudah selesai Sholat dan kembali beranjak menuju luar kamarnya.


Seraya menuju dapur, tampak di sana sudah ada kedua orangtuanya dan kedua sepupuhnya yang kini menunggu Naira untuk makan malam bersama.


Di meja makan kini mereka berlima menikmati makan malam itu seseringkali mereka juga mengobrol satu sama lain.


pukul 21.00


Naira sudah kembali kekamarnya dan kini merebahkan tubuhnya di atas tempat tidurnya, Naira seketika teringat kejadian yang menyenangkan tadi soreh.


namun tanpa sadar Naira kini sudah tertidur pulas di kamarnya,tampak di wajah gadis itu terlihat sangat lelah, akbiat berjalan seharian menelusuri festival itu.


Naira kini telah menuju alam mimpinya, lagi lagi gadis itu bermimpi sosok pria asing yang selalu hadir dalam mimpinya, dengan wajah begitu tak terlihat jelas, namun sepertinya sosok pria itu terlihat dingin.


dengan dari cara bicaranya dan tatapan matanya, Naira yang masih berada di alam mimpinya kini, tanpa sadar dirinya menyentuh sosok tersebut dan ada sedikit getaran di hatinya.


Naira seketika tertegun dan kini menatap kearah peria itu begitu juga sebaliknya.


tampak kini pria itu tersenyum kearahnya dan seketika...


***


Bruk...


"akh.... ssthh!!" pekik Naira yang ternyata terjatuh dari tempat tidrunya


Naira beranjak bangun dari sana, seraya menatap kearah jam dinding yang berada di kamarnya.


"loh.. ini subuh toh, aku pikir udah siang.. hoammm" gumamnya seraya beranjak dari sana dan kini menuju kamar mandinya, untuk mengambil uduh

__ADS_1


melaksanakan sholat subuh.. selama dalam sholatnya Naira terus berdoa.


dan meminta petunjuk kepada yang maha esa, atas apa yang telah dirinya mimpikan.


dengan sosok pria yang selalu hadir dalam mimpinya, Naira ada sedikit takut di hatinya, namun dirinya berusaha untuk tenang.


dan melupakan mimpi itu dari pikirannya... namun saat dirinya tengah berdoa tiba tiba sosok pria itu kembali terlintas di benaknya


Naira seketika terdiam berpikir jauh tentang sosok itu.


Naira yang kini sudah selesai Sholat, namun dirinya tidak berniat untuk tidur lagi, melainkan kini dirinya beranjak menuju luar kamarnya dan seraya menuju dapur.


untuk membuatkan sarapan pagi, Naira yang sudah bisa memasak berkat ajaran dari sang ibu, kini Naira jauh lebih mandiri dari biasanya.


pukul 05.58


Naira sudah selesai membereskan seluruh rumah nya dan kini beranjak menuju kembali kekamar untuk bersiap siap.


15 menit Naira sudah selesai dan kini beranjak menuju luar kamarnya dan menuju kearah dapur unyuk sarapan pagi.


"Buk.. nanti Naira pulangnya agak telat ya buk, hari ini Naira banyak kerjaan" ucap Naira kepada ibunya


"hemm baiklah, nanti pulangnya hati hati, jangan larut malam ya!" ujar Bu Rati kepada putrinya itu


"Naira pergi dulu ya buk?, Pak?" ucap Naira seraya mencium tekuk tangan orang tuanya.


Naira kini beranjak menuju luar rumah dan bergegas menuju perusahaan dimana dirinya bekerja.


Naira melangkah kan kakinya menuju jalan tol seraya menunggu taxi, di perjalanan Naira tampak bersemangat dengan senyuman di wajah gadis itu.


"Nona.. kita sudah sampai!" ucap sopir taxi itu kepada Naira yang masih duduk di bangku penumpang


"Oh.. iya pak, ini ambil saja kembaliannya ya pak" ucap Naira seraya memberika uang kepada sopir taxi itu


Sopir taxi itu mengucapkan terimakasih dan kini bergegas kembali melajukan mobilnya mencari penumpang lainnya.


Naira yang sudah berada di depan gedung perusahaan ternama, kini Naira beranjak masuk kedalam sana.


"selamat pagi!" ucap Naira kepada karyawan karyawan disana, dengan senyuman yang masih terukir di wajah gadis itu.


tidak cuma satu atau dua orang yang kini menatap keberadaan Naira yang kini telah tiba di perusahaan itu.


"Apa dia anak baru di I.F?" tanya seorang karyawan pria yang kini menatap jauh kepergian Naira dari pandangnnya

__ADS_1


"hemm iya.. bagian 𝐈𝐓, kenapa? cantik?" Ucap teman pria itu yang satunya lagi


"hehe.... biasa juga lu, emang cantik sih" jawab pria itu dengan senyuman


"healah.... kan lu kalau liat yang cantik pasti gitu" ujar teman pria itu yang kini beranjak menuju ruangannya.


***


Naira yang kini sudah tiba di salah satu tuangan Manager, untuk meminta konfirmasi soal ruangan IT.


Tak.. tak... suara langkah kaki


"siapa ya?" tanya seorang wanita yang merupakan seorang manager di perusahaan itu


Naira spontan membalikan tubuhnya dan kini menatap keberadaan Wanita itu yang sudah berada di hadapannya.


"eng.. begini buk, saya anak baru di sini, saya mau cari informasi soal ruangan IT" ucap Naira kepada wanita itu


"oh.. mari ikut saya" ucapnya sembari berjalan mendahului Naira dan kini beranjak menuju sebuah ruangan IT Yyang dimana disana tampak karyawan baik itu wanita/ peria.


"ini ruangannya, kamu boleh bekerja disini" ucap wanita itu kepada Naira, Naira menundukan kepalanya dan segera beranjak menuju meja nya.


namun saat dirinya hendak melangkah kan kakinya seketika wanita itu memanggil Naira lagi


"eh...tunggu?" Panggil wanita itu kepada Naira


"eng.. iya buk?" tanya Naira bingung


"jangan panggil saya ibu, saya ini masih muda, di umur saya yang ke 26, panggil saya Nona dan satu lagi bawakan kopi ke ruangan saya" ujar wanita itu kepada Naira


Naira menggukan kepalanya dan seraya menannyakan kopi apa yang ingin dibawakannya, wanita itu seketika menjawab.


Naira kini bergegas menuju mejanya dan meletakan tasnya disana, setelah itu Naira kembali menuju dapur perusahaan untuk membuatkan kopi.


di dapur perusahaan Naira kini tampak bingung dimana kopi kopi itu di letakan, namun saat dirinya hendak membuka sebuah lemari seketika seseorang menyapanya.


Naira sontak membalikan tubuhnya dan kini menatap kearah orang itu terlihat sosok pria dengan senyuman di wajahnya


"oh.. hai? anak baru ya?" Tanya pria itu kepada Naira


"eng.. iya" jawab Naira dengan senyuman


"hemm mau cari sesuatu?" tanya pria itu lagi kepada Naira

__ADS_1


♡︎♡︎♡︎♡︎


__ADS_2