Menikahi Pria Masa Kecilku

Menikahi Pria Masa Kecilku
Bab 26


__ADS_3

Naira menatap seluru penjuru parkiran itu tampak di sana sebuah mobil mewah terpakir rapi, dan terlihat dari dalam mobil itu seorang pria yang kini tengah duduk seraya menunggu seseorang.


tokk.. tok..


srek.. suara kaca jendela mobil di buka


Naira seketika terkejut, menatap keberadaan Satya yang kini berada di dalam mobil itu.


"Naira.. anda tau tugas anda saat ini, kamu harus mengemudi untuk Direktur sekarang!" ujar Jihan memberitahukan Naira.


Naira seketika membulatkan kedua matanya menatap tak percaya dengan apa yang dirinya dengar.


"eng..!" gumam Naira masih Shock


Jihan dan Satya hanya menatap bingung Naira yang kini hanya berdiri saja.


"b begini Tn, saya bukannya tidak mau mengemudi, t tapi saya tidak bisa mengendarai mobil!" ujar Naira menjelaskan kepada mereka.


Jihan seketika menatap Satya yang kini masih berdiam di sana.


"Tn Jihan, kau boleh pergi sekarang!" pinta Satya kepada Jihan


"Baik Tn!" jawab Jihan yang kini meninggalkan mereka berdua di sana.


Naira yang masih berdiam tak tau harus apa yang akan dirinya lakukan seketika, Satya meminta Naira untuk naik kemobilnya.


"Masuklah!" Ucap Satya kepada Naira.


Naira hanya menatap bingung dengan perkataan pria itu yang kini memintanya untuk masuk kemobil pria itu.


Satya segera keluar dari mobil dan kini beralih menuju bangku pengemudi, Satya meminta Naira untuk masuk dan duduk di bangku bagian sampingnya.


Naira menganggukan kepalanya dan kini beranjak masuk kedalam mobil itu.


cklek..


bruk... suara pintu mobil di tutup.


Naira yang kini sudah berada di dalam mobil, seketika dirinya menatap diam pria itu yang kini berada di sampingnya.


Satya segera melajukan mobilnya menuju luar parkiran itu.


Selama di perjalanan tampak di dalam mobil itu terjadi keheningan yang cukup lama.


"kita kerumah kamu dulu!" ujar Satya yang kini membuka suaranya.


"eng..!" gumam Naira bingung


"kita ambil baju kamu, bawa apa yang kamu perlukan saja!" ujar Satya lagi yang masih pokus menyetir mobilnya.


"mmh baiklah!" jawab Naira kepada Satya.


selang beberapa lama, keheningan kini kembali terjadi di antara mereka berdua.

__ADS_1


Naira yang kini berdiam di sana, seraya menatap jauh gedung gedung itu, yang terbangun rapi menghiasi perkotaan.


namun di sisi lain, Satya yang dari tadi sibuk menyetir, seketika pria itu kini menatap sekilas kearah Naira yang masih menatap kearah luar jendela mobil.


***


Beberapa jam kemudian, Naira dan Satya kini sudah tiba di rumah Naira.


Satya memakirkan mobilnya di halaman rumah itu dan kini beranjak keluar dari dalam sana dan di ikuti oleh Naira.


tampak dari dalam rumah tersebut seorang wanita paruh baya datang menghampiri keberadaan Naira dan Satya.


"ibuk?" panggil Naira kepada buk Rati dengan senyuman yang terukir di wajah gadis itu.


"Nai?" panggil buk Rati yang kini menatap senyum wajah putrinya itu dan kini beralih menatap sosok Satya yang juga berada di sana.


"Masuk dulu nak!" ujar buk Rati kepada mereka berdua.


Satya dan Naira kini beranjak masuk kedalam rumah itu.


"mas Satya duduk aja dulu, mas mau Naira buatin minuman?" ujar Naira seraya bertanya kepada Satya.


"eng.. apa aja!" jawab Satya yang kini duduk di sofa tamu.


Naira tersenyum dan seraya berlalu menuju dapur untuk membuatkan minuman untuk Satya.


Di ruang dapur Naira yang kini sudah tiba di sana, Naira segera meletakan tas nya di atas meja makan dan kini beralih membuatkan secangkir teh untuk Satya.


Naira spontan menatap kearah ibunya yang kini berada di sana.


"tumben dateng kemari?" tanya buk Rati kepada putrinya itu.


"eng iya buk, Naira mau ambil beberapa baju untuk Naira disana!" jawab Naira kepada ibunya.


"Naira anter teh dulu ya buk, untuk mas Satya" ujar Naira yang kini beranjak menuju ruang tamu.


***


trak.. suara cangkir yang di letakan di atas meja tamu.


Naira meletakan secangkir teh di hadapan Satya, dan kini gadis itu beranjak pergi kekamarnya.


Untuk mengemasih beberapa barang yang harus dirinya bawa nanti.


di dalam kamar Naira yang sudah berada di sana, dan seraya mengambil koper miliknya dan mengemasih barang barang keperluan dirinya.


Saat dirinya sudah selesai, dan hendak kembali menuju luar, Naira kini menatap kearah sebuah lemari kaca yang dimana disana terdapat sebuah jas.


Naira seketika teringat akan jas milik pria itu yang pernah tertinggal dengan nya.


Naira beranjak mengahampiri lemari kacanya, dan mengambil jas tersebut dan membawa bersamanya.


tap.. tap...

__ADS_1


suara langkah kaki, Naira yang kini sudah tiba di ruang tamu seketika gadis itu menatap pria yang kini tengah duduk seraya memainkan handphone.


Naira beranjak menghampiri pria itu.


"mas, Naira sudah selesai!" ucap Naira membuyarkan kesibukan Satya.


"eng..!" gumam Satya yang kini menatap kearah Naira yang berdiri sedikit jauh di hadapannya.


"oh baiklah!" jawab Satya yang kini beranjak dari tempat duduk.


"Tunggu mas, Naira panggilin ibuk dulu sebentar!" ujar Naira kepada Satya.


Satya menganggukan kepalanya dan kini menatap kearah ruang dapur.


"Ibuk?" teriak Naira dari ruang tamu


Deg...


Satya seketika menatap kearah Naira yang kini memanggil ibunya dengan cara seperti itu.


"lebih baik kamu samperin aja!" ujar Satya kepada Naira


"tidak perlu mas, bentar lagi ibuk datang kok!" sahut Naira


"Ibuk? Nai....!" Belum sempat Naira melanjutkan perkataannya seketika buk Rati datang menghampiri Naira dan Satya disana.


"kenapa sih Nai teriak teriak?" tanya buk Rati yang kini sudah tiba disana


"Naira sama mas Satya mau pamit pulang buk!" ujar Naira kepada ibuknya.


"kebiasaan banget nih anak ya, depan suami kayak gitu gak malu apa?" sahut buk Rati kepada Naira.


Naira seketika menatap diam kearah ibunya dan kini mengalihkan pandangannya menatap Satya yang masih berdiam menatap kearah dirinya.


"eng.. !" gumam Naira yang tampak terlihat bingung tak tau mau berbicara apa.


"kami pulang dulu buk!" ujar Satya yang kini menyalim lembut tangan ibu mertuanya


dan diikuti Naira yang kini juga menyalim tangan sang ibu.


Naira dan Satya beranjak keluar dan seraya menuju mobil mereka.


Satya kini bergegas melajukan mobilnya meninggalkan perkarangan rumah itu dan kini menuju pulang kerumahnya.


pukul 19.P.M


Di rumah tampak sebuah mobil yang kini baru saja tiba di halaman rumah itu, Satya dan Naira yang baru saja sampai dirumah, kini mereka berdua bergegas menuju kedalam rumah itu.


Naira yang hendak mengambil kopernya seketika Satya meminta salah satu pelayan rumahnya kini mengambil koper itu dan membawanya kekamar.


"San? kamu bawa koper itu kekamar saya!" pinta Satya kepada Sandi yang merupakan pelayan setia Satya sekaligus Sopir pribadi miliknya.


__ADS_1


__ADS_2