
sontak Alex dan beberapa ketua lainnya berteriak meminta anggota masing masing ruangan kini masuk kedalam mobil yang telah di tentukan.
Naira dan Winda beranjak masuk kedalam bus B, dan seraya duduk di bagian bangku yang di dekat jendela mobil.
selang beberapa menit kini bus yang mereka tumpangi berjalan membawa mereka melintasi pusat perkotaan dan menuju sebuah tempat penginapan dan merupakan salah satu tempat yang didirikan oleh Direktur utama.
Selama di dalam perjalan mereka tampak begitu menikmati suasana pemandangan bukit Midbourn yang begitu indah dan juga alami.
selang beberapa lama kini mereka dan rombongan yang lainnya telah tiba di sana, Naira dan Winda beranjak keluar dari bus tersebut.
Dan kini melihat kearah jalan berpasir yang mengarahkan keatas bukit Midbourn tempat mereka akan melakukan Weekend selama seminggu di sana.
"wah.. gak kebayang banget, coba lihat Nai udah kaya di korea banget! rumah rumah nya kecil kecil gitu." ujar Winda yang kini menatap jauh kearah rumah rumah yang di bangun di atas sana.
"Iya Win!" jawab Naira yang juga ikut kagum dengan pemandangan di atas sana.
tak lama Alex meminta mereka semua untuk segera menuju jalan berpasir itu dan segera menuju tempat mereka melakukan Weekend disana.
Naira dan Winda beranjak menelusuri jalan berpasir itu dan seraya menikmati suasan sejuknya angin di sepanjang jalan bukit itu.
***
"akhirnya kita sampai juga di sini!" Tukas Winda seraya duduk di teras rumah itu.
"Dengar.. para gadis kalian kompromikan dulu kalian ingin tidur dimana." ujar Alex kepada para gadis disana.
selang beberapa para gadis kini berkumpul untuk kompromi satu sama lain mengenai tempat untuk mereka istirahat selama liburan.
saat mereka sudah selesai mereka segera memberitahu Alex tempat untuk mereka beristirahat.
tepat di sebuah rumah kecil namun terlihat cukup luas tampak gadis gadis kini masuk kedalam sana dan seraya mencari tempat tidur untuk mereka.
Naira dan Winda menuju salah satu kamar yang berhadapan dengan danau.
Naira beranjak menuju tempat tidur mereka dan meletakan tas nya di samping sebuah lemari.
__ADS_1
Bruk....
"ahh lelah sekali selama perjalanan menuju kemari!" ujar Naira yang kini merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.
Brukk
Winda kini juga ikut merebahkan tubuhnya di sana seraya menatap langit langit kamar itu.
"Nai? bagaimana pekerjaan mu menjadi sekretaris Direktur?" tanya Winda seraya mengubah posisinya menjadi tiarap.
"eng.. ya lumayan berat sih, apa lagi aku harus belajar nyetir mobil!" ujar Naira memberitahu Winda.
"apa? Nyetir?" Ucap Winda tak percaya dengan apa yang dirinya dengar.
Naira menganggukan kepalanya seraya pertanda jawaban darinya.
"loh.. bukannya Direktur punya sopir pribadi sendiri, kenapa jadi harus nyuruh kamu buat nyetir mobil?" tukas Winda seraya bertanya kepada Naira.
"ahh aku juga gak tau Win, tapi dalam aturan tertulis aku harus menyetir mobil dan harus ikut kemana Direktur pergi mengadakan pertemuan!" jawab Naira yang masih berada di posisi yang sama.
"enak dari mana coba.. jadwal pekerjaan ku makin numpuk iya, bisa bisa aku mati kecapekan tau gak!" sahut Naira kepada Winda.
"haha.. jangan dong, nanti gue gosipnya sama siapa lagi!"
"sama hantu gue hihihi!" ujar Naira
"ih... Nai, kita ini lagi di Villa loh jangan gitu bagaimana jika ada sesuatu yang enggak enggak nanti, issh amit amit tau gak." gerutu Winda membayangkan sesuatu.
"hahah.. sama yang gituan aja kamu takut ya Win." Ujar Naira kepada Winda.
***
namun saat mereka tengah tertawa seketika suara benda jatuh kini terdengar di kamar mereka. Naira dan Winda sontak terdiam memandang takut kearah luar kamar mereka.
"Nai?" panggil Winda dengan wajah yang sudah mulai sedikit takut.
__ADS_1
"iya Win!" Sahut Naira yang kini juga ikut terlihat takut.
Namun saat mereka tengah menatap lekat kearah pintu kamar mereka namun secara tiba tiba...
cklek...
Bruk..
"AAAA!!" teriak Naira dan Winda spontan.
"eh.. kalian ngapain sih berteriak?" tanya Ayu yang kini tiba tiba masuk kedalam kamar itu.
Naira dan Winda spontan terdiam dan kini menatap kearah Ayu yang kini menatap bingung mereka berdua.
"Ayu?" panggil Naira dan Winda bersamaan.
"heheh maaf ya guys ngagetin kalian berdua." ucap Ayu kepada Naira dan Winda.
"iya iya.. makanya kalau masuk itu ngetuk dulu, bukan nyelonong kaya tadi, kaya hantu tau gak!" sahut Winda kepada Ayu.
"heheh.." Ayu seketika tertawa kecil.
Namun saat mereka tengah sibuk mengobrol, tampak dari luar Villa kini terdengar suara Alex yang meminta semuanya untuk turun.
Naira dan kedua temannya spontan menatap kearah jendela kamarnya dan kini beranjak turun dari tempat tidur mereka dan berlalu menuju luar Villa penginapan.
Di luar terlihat kini begitu banyak orang yang sudah berada di sana.
"Baiklah.. malam ini kita akan menyiapkan beberapa menu untuk makan malam, jadi kalian para pria kalian harus menyiapkan alat alat untuk kita gunakan, dan para gadis kalian akan terbagi mejadi beberapa kelompok!" ucap Alex kepada mereka semua.
"hemm begini, kelompoknya Winda.. kalian harus memasak dan di bantu oleh kelompok Citra, dan para gadis yang lainnya kalian harus membeli keperluan masak okeh..!" jelas Alex kepada Mereka.
"Baik pak!" sahut mereka semua serempak.
Naira dan Winda begitu juga Ayu kini mereka kembali kekamar mereka untuk beristirahat.
__ADS_1