
Naira meletakan handphone nya kembali dan kini beranjak bangun dari sana dan berlalu menuju luar untuk mengambil minum.
Sesaat dirinya sudah berada di pertengahan rumah, Naira di kejutkan dengan suara kedua wanita paruh baya yang kini memanggil dirinya, Naira spontan menatap keberadaan kedua wanita itu yang tak lain ibu mertuanya dan Ny Aran.
"Nak kemarilah." pinta buk Wulan kepada Naira.
"iya Mah!" jawab Naira dan kini beranjak menghampiri mereka.
Sesampainya di hadapan ibu mertuanya, Naira kini hanya menatap diam keduanya itu, namun secara bersamaan buk Wulan memberikan satu botol vitamin kepada Naira.
Naira menatap lekat botol itu meski tampak sedikit aneh, tapi tampilan nya menyetarai vitamin, Naira mengambil botol itu dan kini menatap bingung kedua wanita paruh baya itu.
"ini apa Mah?" tanya Naira bingung.
"sebelum tidur jangan lupa untuk di minum, agar besok kamu gak gampang lelah!" ujar buk Wulan kepada Naira.
"eng..!" gumam Naira.
"iya sayang... jangan lupa di minum!" timpal Ny Aran kepada Naira.
"ah iya Mah.. bukde, nanti Naira minum kok, kalau gitu Naira mau permisi kedapur dulu Mah, mau ambil air untuk di kamar!" ucap Naira sembari berpamitan.
Buk Wulan dan Ny Aran mengangguk mantap dan kini menatap senyum kemenangan melihat kearah perginya Naira.
"semogah berhasil!" ucap buk Wulan yang kini berlalu pergi bersama Ny Aran menuju ruang tengah.
Di dapur, Naira yang sudah selesai mengambil air, sesekali dirinya menatap kearah vitamin yang di berikan kepadanya.
"apa harus ku minum?" gumamnya yang masih menatap kearah botol kecil.
"ahh.. diminum saja, apa ribetnya toh cuma Vitamin saja!" gerutu Naira yang kini siap meminum vitamin itu.
trak... suara gelas yang dibletakan di atas meja.
Naira yang baru saja selesai meminum, kini dirinya kembali beranjak menuju kamarnya.
...☘️☘️☘️...
Di dalam kamar, Naira yang sudah tiba di sana, kini meletakan teko yang sudah berisikan air di atas meja di samping tempat tidurnya.
Naira merebahkan tubuhnya dan bergegas tidur malam itu, namun seiringnya waktu berjalan, Naira terlihat gadis itu tengah merasakan sesuatu yang membuatnya merasa gerah.
__ADS_1
"kenapa malam ini panas sekali!" gumam Naira yang kini melihat kearah AC yang dimana sudah terpasang 16c•.
"gak mungkin kalau AC ini rusak? dan ini sudah cukup dingin, kenapa aku merasakan panas sekali?" batin Naira.
Naira beranjak bangun dan mengambil remote AC dan menekannya menjadi lebih dingin, namun lagi lagi tidak terlalu berefeck kepada Naira.
"tunggu apa jangan ajangan ini efeck dari vitamin yang ku minum barusan, kenapa bisa begini?" ucap Naira sembari berpikiri.
Namun terdengar suara pintu kamar itu terbuka, tampak Satya yang baru saja kembali dari luar kini pria itu terbelalak kaget dengan apa yang dirinya rasakan, dingin AC yang melebihi normal.
"apa apaan ini, kenapa dia menghidupkan AC seperti ini?" gumam Satya yang kini beranjak masuk dan segera menemui Naira.
"Nai? kenapa kamu menghidupkan ACnya seperti ini?" tanya Satya bingung.
"Mas Satya, Naira gerah Mas.. jadi Naira hidupin AC lebih tinggi, tapi Naira masih saja gerah!" ujar Naira yang dimana wajah gadis itu sedah memerah.
Satya memicingkan matanya dan kini berlalu mengambil remote AC tersebut dan mematikanya, Satya seketika menatap bingung Naira yang terlihat wajah gadis itu benar benar sedikit memerah.
"kamu kenapa?" tanya Satya bingung dan kini berdiri tepat di hadapan Naira.
Naira tak menyahuti perkataan Satya melainkan gadis itu berdiam dirinya dengan mata menatap lekat sosok Satya di hadapannya.
tap.. tap.. suara langkah kaki yang menghampiri.
"ahh.." des*h Satya.
"Naira? sadar kamu kenapa? apa yang kamu makan tadi?" tanya Satya.
Naira tak menyahuti perkataan Satya melainkan kini dirinya melakukan tindakan lebih kepada pria itu, Satya di buat tak percaya dengan apa yang dirinya lihat.
cuph... suara kecupan yang beradu.
Sebagai pria normal, tampak wajah Satya kini berubah sedikit memerah akibat rang*** yang di berikan oleh Naira kepadanya.
Bruk...
"sudah cukup... baiklah, jika kamu yang memulai jangan salah kan saya nanti jika kamu besok tidak bisa jalan!" tukas Satya yang kini berada tepat di atas tubuh Naira.
Satya perlahan lahan memulai, Satya menci*mi lebut bib*r Naira dan kini beralih keleher gadis itu dan sesekali menciptakan kepemilikannya di sana.
"ssth!" gumam Naira menahan geli di lehernya.
__ADS_1
"Mas Satya?" panggil Naira.
Satya menatap lekat wajah Naira dan kini membelai lembut wajah gadis itu yang masih terlihat merah, Satya tersenyum dan kini melakukan hal yang lebih dari itu.
Waktu terus berajalan malam kini sudah berganti pagi, Naira yang masih tertidur di atas tempat tidurnya, terlihat kini Naira membuka matanya menatap samar kearah langit langit kamar.
"ssth akh..!" pekik Naira menahan sakit di area kewanitaanya.
"eng...!" gumam Naira yang kini menatap tubuhnya yang tanpa sehelai baju dan mengalihkan pandangannya menatap kearah Satya yang masih tertidur di sana dengan tubuh yang tertutup selimut.
Naira menatap tak percaya dengan apa yang dirinya lihat.
"ahk..." pekik Naira lagi menahan sakit.
Satya yang masih tertidur, saat dirinya mendengar Naira yang kesakitan spontan dirinya menatap kearah Naira yang dimana terlihat gadis itu yang masih duduk menahan sakit.
srek...
"Kamu kenapa?" tanya Satya yang kini juga ikut duduk.
"eng..gak ada kok Mas!" jawab Naira menahan malu.
"apa yang kamu makan atau minum semalam?" tanya Satya kepada Naira.
"Naira cuma minum vitamin yang di kasih Mamah semalam aja kok Mas!" jawab Naira.
"vitamin? vitamin apa? " tanya Satya.
Naira menunjuk kearah sebuah meja yang dimana terdapat botol kecil di sana, Spontan Satya menatap kearah Naira menunjukan benda tersebut dan kini mengalihkan pandangannya menatap kembali Naira.
"apa masih sakit?" tanya Satya.
Naira menganggukan kepalanya pertanda jawabn darinya, Satya seketika beranjak dan memakai kembali pakaiannya dan beranjak menghampiri keberadaan Naira dan membopong tubuh gadis itu.
Naira yang mendapat Satya memperlakukannya seperti itu, seketika dirinya menahan malu di wajahnya, Satya menatap wajah Naira dan kini berlalu pergi membawa gadis itu menuju dalam kamar mandi.
Sesampainya di dalam sana, Satya meletakan Naira kini di atas toilet duduk dan mengambilkan keperluan untuk gadis itu.
"saya akan siapkan air panas dulu!" ucap Satya yang kini berlalu pergi menyiapkan air hangat untuk Naira.
Naira menatap kepergian Satya dari sana, namun di lain sisi, Satya yang kini berada di dalam kamar, dan kini dirinya beranjak mengambil pil vitamin yang di berikan kepada Naira malam itu dan membuka botol Pil tersebut.
__ADS_1
...🍀🍀🍀...
...𝚝𝚘 𝚋𝚎 𝚌𝚘𝚗𝚝𝚒𝚗𝚞𝚎...