Menikahi Pria Masa Kecilku

Menikahi Pria Masa Kecilku
Bab 35


__ADS_3

"Apa yang terjadi?" tanya Satya dingin kepada mereka semua.


deg..


sontak semuanya terdiam, menatap Satya yang tiba tiba berada di sana.


"eng.. Naira pak, Naira mungkin tersesat dihutan." ucap Winda


Satya dan Rendi seketika membulatkan kedua mata mereka, dan kini menatap kearah hutan.


"Niara belum kembali!" sahut Satya dengan wajah sedikit panik.


"Naira!" gumam Rendi.


Srek..


Rendi dengan cepat berlari menuju hutan, begitu juga Satya dan Alex berlari meninggalkan kerumunan menuju kedalam hutan.


...🍀🍀🍀...


Terlihat langit yang sudah meneteskan air hujan, Naira yang merasakan sesuatu yang basah menimpa pipihnya, sontak dirinya menatap keatas yang dimana hujan sudah mulai turun.


Naira lagi lagi menangis, dan berpikir apakah dirinya akan mati disini begitu saja, bahkan dirinya saja masih muda.


"Hiks.. hiks.. Mas Satya hiks.. hiks..!" tangis Naira lagi lagi memanggil Satya.


Di pertengahan hutan Satya yang ternayata berpencar mencari keberadaan Naira. Kini terlihat pria itu berlalu menuju kesumber air yang tak jauh dari sebuah tebing.


Saat dirinya sudah berada di sana, Satya yang merasa hujan akan turun deras, kini dengan cepat dirinya mencari keberadaan Naira.


"Naira?" panggil Satya.


"Naira?" panggil Satya yang sudah terlihat basah kuyup akibat hujan.


...🍀🍀🍀...


Di lain sisi Naira yang terduduk dengan kepala yang di tekukan di atas lutut, saat dirinya mendengar seseorang memanggil namanya Naira spontan menatap kearah sumber suara itu.


"Mas Satya? siapapun, Naira disini!" teriak Naira membalas suara tersebut.


"Ahk.." pekik Naira yang merasakan sakit dikepalanya.


"Naira?" panggil Satya yang mendengar suara Naira yang tak jauh dari air.


trak trak..


srek.. srek...


Satya bergegas menghampiri keberadaan Naira.


Deg..


Satya seketika terkejut, mendapati Naira yang terduduk lemas dengan wajah pucat.


Satya dengan cepat menggendong tumbuh Naira dan membawanya untuk berteduh.


sesampainya mereka di sebuah pondok kecil, Satya meletakan Naira yang sudah tak sadarkan dirinya.


Srek..


srek..

__ADS_1


Satya menggosok tangan gadis itu dan sesekali meniupnya memberikan hawa panas untuk Naira.


"Mas Satya?" panggil Naira dengan suara lemas.


"apa?" jawab Satya yang masih sibuk menggosok tangan Naira.


Naira yang sudah mulai siuman, kini dirinya beranjak bangun dan duduk di sana.


bruk..


Naira seketika memeluk Satya dan menangis sejadi jadinya di dada pria itu.


Satya yang merasa sedikit ada rasa trauma, namun dengan cepat dirinya menepis semua pikiran itu dan teringat akan perkataan sang Mamah kepadanya untuk memulai membuka hatinya perlahan untuk membiasakan semua itu.


Satya membalas pelukan Naira dan mencoba menenangkan gadis itu yang terlihat ketakutan.


"sudah.. kamu baik baik saja, jangan ulangi lagi seperti ini, ini terlalu bahaya, bagaimana jika ada binatang buas memakan mu!" Ujar Satya yang tidak tau cara menenangkan situasi.


"hiks.. hiks..!" Naira lagi lagi menangis.


"ah.. tenanglah maafkan saya!" ucap Satya canggung.


Selang beberapa lama hujan sudah mulai reda, tampak matahari kini kembali menampakan dirinya di langit.


Naira dan Satya yang masih berada di pondok, bergegas pergi menuju kembali ke Villa.


Naira yang berjalan tampak terlihat gadis itu sangat lemas, Satya yang memperhatikan Naira seperti itu.


Seketika pria itu berjongkok di hadapan Naira, Naira menatap bingung Satya yang tiba tiba seperti itu.


Srek..


Deg..


"Naik kepundak saya!!" pinta Satya.


"tapi Mas.."


"jangan membantah Naira, naik saja.. kalau kita berjalan seperti ini, mungkin kita akan kemalaman!" timpal Satya.


"eng.. iya Mas!" shut Naira.


Srek..


Naira beranjak naik kepundak Satya, dan kini pria itu menggendongnya membawanya menuju kembali ke Villa.


...🍀🍀🍀...


Selang beberapa lama di perjalanan, mereka berdua kini telah kembali ke Villa, tampak di sebuah terpal terlihat Rendi dan Alex yang ternayata sudah kembali lebih dahulu, kini mereka menatap keberadaan Satya dengan menggendong Naira di pundaknya.


Rendi yang melihat Satya menggendong Naira, terlihat pria itu menatap cemburu kepada Satya.


"Pak Satya? sukurlah Naira berhasil kembali!" ucap Ayu.


"Win.. kamu kemasi kamar Naira, saya akan bawa dia ke penginapannya!" ujar Satya yang kini berlalu menuju Villa dimana Naira dan teman temannya berada.


"iya Pak!" sahut Winda berlalu menuju Villa dengan tergesa gesa.


di dalam Villa.


di sebuah kamar, Satya meletakan Naira yang kini terlihat gadis itu terngar tak sadarkan dirinya kembali, Satya memandang lekat wajah Naira yang pucat.

__ADS_1


"Kalian bantu Naira ganti bajunya!" pinta Satya kepada Ayu dan Winda.


"iya Pak!" sahut Winda yang kini mengambil baju Naira.


Satya beranjak keluar dan sembari menelpon seorang Dokter


"Halo?" ucap Satya yang kini meminta Dokter itu untuk datang ke Villa yang terletak di bukit.


Namun saat dirinya sudah selesai menghubungi Dokter dan hendak kembali menemui gadis itu, tiba tiba Satya di kejutkan dengan keberadaan Rendi yang kini menahan tangannya.


srek..


Satya spontan menatap Rendi yang kini juga tiba di sana.


"eng!" gumam Satya yang kini menatap Rendi.


"apa yang terjadi? dimana kau menemukan Naira kak?" tanya Rendi dengan wajah ada rasa cemas dengan keadaan Naira.


"eng.. aku lupa!" jawab Satya singkat dan kini ingin beranjak masuk kedalam kamar itu.


"Kak?" panggil Rendi lagi.


Satya seketika menghentikan kembali langkahnya dan menatap Rendi dengan wajah terlihat bingung dengan apa yang diinginkan pria itu lagi.


"kenapa?" tanya Satya bingung.


"eng...apa Naira baik baik saja?" tanya Rendi kepada Satya.


"aku belum tau, aku baru saja menelpon Dokter untuk datang kemari, lebih baik kau kembali ke Villa sekarang, kau juga harus ganti bajumu!" ucap Satya yang kini beralalu masuk kedalam kamar itu.


Rendi yang masih berdiri di sana, kini terlihat dari wajah pria itu ada rasa sedikit cemburu dengan sikap Satya yang tiba tiba perhatian seperti itu kepada Naira.


Rendi kini berlalu pergi menuju kembali ke Villa, meninggalkan ruangan itu dengan rasa sedikit kecewa di hatinya yang gagal menyelamatkan gadis pujaanya itu.


...🌹🌹🌹...


Di dalam kamar, Satya yang kini tengah duduk di sebuah korsi, dan tampak terlihat pria itu kini tengah memainkan handphonenya.


dret... suara panggilan dari telepon.


Satya yang mendapati sebuah panggilan yang di mana terlihat nama Mamah di sana.


Satya mengangkat panggilan itu.


"Halo Mah?" ucap Satya dalam sambungan telepon.


"Satya? kamu tadi habis nelpon Mamah kenapa? apa ada sesuatu?" tanya Mamah kepada Satya.


"eng.. sebenarnya.. Satya nelpon Mamah, Naira..!" ucap Satya menggantungkan kalimatnya.


"Naira? Naira kenapa Sat?" tanya Mamah.


"Naira sakit Mah!" jawab Satya pelan namun bisa di dengar.


"APA? sakit? kalian ada dimana? Mamah akan kesana!" ujar Mamah kepada Satya.


"tidak.. Mah Mamah tidak perlu kesini, Satya sudah panggilkan Dokter Mah, eng Naira.. biar Satya aja yang jaga Mamah tidak perlu kemari!" ucap Satya spontan.


...☘️☘️☘️...


...𝐭𝐨 𝐛𝐞 𝐜𝐨𝐧𝐭𝐢𝐧𝐮𝐞...

__ADS_1


__ADS_2