
***
Pukul 10.00
trek.. trek...
jam terus berlalu, Naira yang masih berada di ruang kerjanya tampak di meja gadis itu terlihat tumpukan berkas yang harus dirinya kerjakan.
"Nai?" panggil Winda kepada Naira
"hemm iya!" sahut Naira tanpa mengalihkan wajahnya.
"punya rencana Weekend gak?" tanya Winda kepada Naira
"mmh kenapa?" tanya Naira balik
"karena lusa anak anak bakalan ngadain liburan di Midbourn, sama nginep juga disana, gimana mau join?" tanya Winda kepada Naira
"boleh juga.. !" jawab Naira seraya tersenyum
"okeh.. " sahut Winda kepada Naira.
Winda dan Naira kini kembali mengerjakan pekerjaan mereka, namun tanpa sadar hari sudah menujukan pukul 11.00 siang
Naira yang sedari tadi sibuk, kini beralih menatap jam di tangannya dan bergegas menuju luar ruangan.
"eh.. Nai, mau kemana?" tanya Winda yang menyadari Naira.
"eng.. mau ke luar sebentar, ada yang harus aku urus dulu Win!" jawab Naira kepada Winda
"oh.. Okeh hati hati Nai!" tukas Winda.
Naira menganggukan kepalanya dan kini berlalu menuju luar ruangannya dan bergegas menuju taman menemui Rendi disana.
tring..
Naira yang mendengar suara notif handphone nya berdering seketika meraih handphonenya terlihat nama Rendi tertera disana.
Naira membuka pesan tersebut dan membacaya sekilas lalu menaruhnya kembali di saku nya.
Di taman Naira yang sudah tiba disana, seraya menatap juah kearah sudut sudut taman itu, tampak dari sana terlihat Rendi yang kini sudah menunggunya di sebuah patung marcuru.
trak.. trak..
Naira, bergegas menemui Rendi yang masih menunggunya di sana.
disisi lain Rendi yang menyadari keberadaan Naira kini tampak di wajah pria itu terukir senyuman.
"Ren?" panggil Naira kepada Rendi yang kini dirinya sudah tiba disana.
"kenapa kamu minta aku datang kemari?" tanya Naira bingung
"eng..!" gumam Rendi yang kini mendekati Naira
__ADS_1
srek...
Rendi sektika meraih tangan Naira dan kini menatap kedua mata itu dengan lekat, Naira seketika bingung dengan apa yang Rendi lakukan.
"Nai? bukannya aku sudah bilang sama kamu, soal aku mencintai kamu, karena itu aku ingin butuh jawaban dari kamu Nai!" ujar Rendi mengingatkan
"Eng..!" gumam Naira seketika teringat akan perkataan Rendi yang pernah mengungkapan perasaannya beberapa hari lalu.
Naira terdiam, mengingat dirinya juga di jodohkan oleh kedua orangtuanya.
"Nai?" panggil Rendi membuyarkan lamunan Naira
"eng... maafkan aku Ren!" ucap Naira
Rendi seketika memicingkan matanya dan tak mengerti maksud perkataan gadis itu
"maaf, aku tidak bisa!" lanjut Naira menjelaskan
Rendi seketika terdiam, dengan wajah tersenyum kecut.
"apa karena Putri lagi, kamu menolak aku Nai?" tukas Rendi yang kini memulai bersuara.
"Ren.. ini tidak ada sangkut pautnya sama Putri, hanya saja... aku tidak bisa Ren" jawab Naira
"bohong.. itu bukan penjelasan yang ingin aku dengar Nai, kenapa kau menolak ku?" Ujar Rendi seraya bertanya
"aku tidak bisa Ren!" jawab Naira lagi
"tidak bisa? tidak bisa kenapa Nai?" tanya Rendi yang kini meraih pundak Naira.
Srek...
Naira menepis tangan Rendi dan kini menatap wajah peria itu yang masih menatap dirinya, seraya menunggu jawaban dari gadis itu.
"karena aku di jodohkan Ren!" jawab Naira yang kini bersuara.
Rendi seketika terdiam sejenak.
"haha.. ck.. di jodohkan! mana ada di jaman sekarang masih ada perjodohan? Nai? jangan coba membohongiku!" ucap Rendi tak percaya dengan apa yang dirinya dengar.
"untuk apa aku berbohong Ren, orangtua ku menjodohkan ku kepada anak dari sahabat ayah ku Ren" ucap Naira yang sudah terlihat kesal.
"hh.. konyol sekali!" gumam Rendi yang kini tersenyum smrik
"sampai kapan pun Nai, aku akan tetap menunggu kamu!" timpal Rendi yang kini menatap Naira sekilas dan berlalu pergi meninggalkan Naira sendirian disana.
Naira hanya menatap paku kepergian Rendi, namun tanpa sadar airmata Naira terjatuh membasahi pipihnya.
Naira bergegas kembali menuju perusahaan nya, namun disisi lain.
Rendi yang kini berada di ruangnnya tampak terlihat sedikit frustasi
"Far? apa yang terjadi?" tanya Meta kepada Farel seraya berbisik di telinga Farel
__ADS_1
"mana aku tau Met, tiba tiba aja pak Rendi seperti itu!" jawab Farel yang kini juga ikut berbisik
di lain hal Rendi yang menyadari gerak gerik Meta dan Farel seketika dirinya membuka suara.
"apa yang kalian bicara kan hh?" tanya Rendi kepada mereka berdua.
"aaa tidak ada pak hehe!" jawab Farel dan Meta bersamaan.
"ck.. sudahlah, saya mau pulang sekarang, jangan lupa handel hari ini pekerjaan saya!" ujar Rendi yang kini beranjak dari duduknya dan bergegas menuju luar ruangan.
***
di sisi lain Naira yang tengah sibuk mengerjakan tugas kantornya seketika Handphone Naira mendapatkan sebuah panggilan.
Naira segera meraih handphonenya dan terlihat nama Ayah terpampang di sana.
Naira bergegas mengangkat panggilan itu.
"Hallo Ayah?" ucap Naira kepada pak Wawan
"Hallo Nai!" jawab pak Wawan yang kini memberitahukan kepada Naira sesuatu hal.
Naira seketika termenung dan kini beranjak mengemasi barang barangnya, dan meminta izin kepada Alex untuk pulang lebih awal.
"loh Nai? mau kemana?" tanya Winda yang kini menatap kearah Naira yang masih mengemasih barang barangnya.
"aku pulang dulu ya Win, ada sesuatu yang harus ku urus sekarang!" jawab Naira seraya berlalu menuju meja Alex.
tak lama Naira bergegas keluar dari ruangan itu dan beranjak menuju luar perusahaan.
Di perjalanan menuju pulang Naira tampak sedikit tak bersemangat, entah apa yang tengah dirinya pikirkan saat ini.
sesaat dirinya sudah berada di depan rumah, Naira seketika di kejutkan dengan beberapa mobil mewah terpakir tepat di depan halaman rumahnya.
"mobil siapa ini?" tanya Naira bingung dan kini menatap jauh kedalam rumahnya, seraya melangkah kan kakinya.
***
"Buk...?" panggil Naira kepada ibunya.
Deg...
Naira seketika menghentikan langkahnya, menatap kaget dengan apa yang kini dirinya lihat.
tampak di sana terlihat banyak orang yang kini tengah menatap kehadirannya.
"eng..!" gumam Naira yang tak bisa bersuara.
"Nai? kamu udah datang nak? ayo masuk lah?" pinta buk Rati kepada Naira.
Naira tak menjawab melainkan kini dirinya berjalan menghampiri keberadaan ibunya.
"buk, apa yang terjadi?" tanya Naira bingung.
__ADS_1
"nanti setelah kamu ganti baju, ibu akan kasih tau kamu!" ujar buk Rati kepada Naira.