Menikahi Pria Masa Kecilku

Menikahi Pria Masa Kecilku
Bab 39


__ADS_3

...***...


Naira yang sedari tadi berbaring di tempat tidurnya, kini dirinya beranjak mengambil handphone nya yang diletakan di meja sebelah tempat tidurnya.


Namun saat dirinya membuka handphone nya, tampak sebuah notif dan beberapa panggilan dari Rendi begitu juga pesan dari Winda dan Ayu.


Naira membuka satu persatu pesan tersebut dan membacanya.


"apa kau baik baik saja Nai? aku sangat khawatir, jika aku tepat waktu menolong mu, mungkin.. kau tidak akan seperti itu!" ucap Rendi kepada Naira dalam sebuah pesan.


"Nai, gue pengen marah banget tu sama Citra pengen rasanya gue maki tu anak!" Ujar Winda dalam pesan singkat.


"loe gak papakan Nai? Semogah deh gak apa apa, bikin takut orang tau gak, anak anak pada khawatir tu sama kamu!" ujar Ayu dalam pesan.


Naira yang membaca pesan pesan tersebut kini membuang nafasnya dengan kasar, sembari melempar pelan handphonenya di samping tubuhnya.


Naira seketika mengingat kejadian tadi, saat Satya yang begitu perhatian kepadanya, Naira sketika menatap kearah pria tersebut yang dimana tampak Satya yang kini masih pokus menatap layar laptopnya.


Namun secara bersamaan Satya seketika menatap kearah Naira yang dimana gadis itu masih menatap dirinya.


Naira spontan memejamkan matanya.


Satya yang melihat Naira seperti itu, seketika mengerutkan alisnya, menatap bingung gadis itu.


"apa dia tidur seperti itu?" gumam Satya yang masih menatap Naira yang dimana gadis itu tertidur di tepi tempat tidur.


Satya seketika beranjak bangun dan kini menghampiri keberadaan Naira yang masih memejamkan matanya, Satya yang kini sudah berada tepat di sana.


Satya seketika mencondongkan tubuhnya dan sembari memegang tubuh Naira untuk membenarkan posisi tidur gadis itu.


Namun di lain sisi Naira yang belum tertidur, dan saat dirinya merasa sesuatu yang menyentuh tubuhnya, Naira spontan menggeliatkan tubuhnya dan membuat Satya kehilangan kendali.


Brukk..


...☘️☘️☘️...


Lagi lagi kejadian tadi siang kembali terjadi, Satya seketika terjatuh di atas tubuh Naira, Naira yang melihat Satya begitu dekat dengannya, spontan dirinya mendorong tubuh pria itu, namun dengan cepat Satya menahan tangan Naira yang hendak mendorongnya.


"jangan dorong saya lagi, kamu tau.. pantat saya sakit kamu dorong tadi siang!" ucap Satya kepada Naira.


"eng..!" gumam Naira yang kini menatap kedua mata pria itu.


"M maaf Mas Satya, Naira gak sengaja tadi, tapi....!" ucap Naira menggantungkan kalimatnya.


"Apa?" tanya Satya.


"Mas Satya... Mas Satya berat loh Mas!" ujar Naira kepada Satya.


Satya seketika tersadar, dan kini bergegas bangun dari sana dan bersikap biasa biasa saja.


"lebih baik kamu tidur... besok jangan kekantor dulu!" ujar Satya sembari berlalu menuju keruang kerjanya.

__ADS_1


Naira menatap bingung Satya yang berlalu pergi menuju keruangan pribadinya.


Di lain sisi Satya yang sudah berada di dalam sana, tampak dari wajah pria itu sedikit memerah, Satya menepis semua pikirannya dan kini meletakan semua berkas yang baru saja dirinya selesaikan.


"huh... apa apaan aku ini!" gumamnya.


Namun saat dirinya tengah larut dalam keheningan, tiba tiba handphone milik Satya berbunyi, Satya menatap kearah hanphonenya yang terletak di meja kerjanya.


tampak sebuah nama Melisa di sana.


"Melisa?" gumam Satya yang masih menatap layar handphonenya.


Trut..


"Halo?" ucap Satya dalam sambungan panggilan.


"Halo kak Satya, ku dengar kakak sudah pulang, kenapa kakak tidak menemuiku!" ucap Melisa dalam panggilan.


"mmh.. aku sibuk Lisa!" jawab Satya.


"Besok aku akan berkunjung kesana bersama Mamah dan Papah ku!" ujar Melisa kepada Satya.


"mmh aku tau, baiklah aku matikan dulu!" ucap Satya sembari mematikan handphonenya.


Saat dirinya sudah selesai, Satya kini kembali kekamarnya, tampak di dalam sana terlihat Naira yang kini sudah tertidur pulas.


Satya beranjak menghampiri dan sembari berbaring di samping gadis itu, Satya menatap wajah Naira yang kini menghadap dirinya.


...☘️☘️☘️...


Naira menatap kearah sebuah jam yang terletak di meja samping tempat tidurnya tampak waktu sudah menunjukan pukul 07.22


Naira terbelalak kaget, dan segera membangunkan Satya yang masih tertidur.


"M Mas Satya? Mas... Satya sudah telat kekantor loh!" panggil Naira sembari menggerakan tubuh Satya.


"mmh..ada apa?" sahut Satya dengan suara khas bangun tidur.


"Mas Satya gak kekantor?" tanya Naira lagi.


"sekarang jam berapa?" tanya Satya balik.


"jam 7 lewat Mas!" sahut Naira.


Deg...


Satya seketika mengerutkan alisnya dan kini kembali tidur.


"Saya tidak ngantor hari ini!" jawab Satya.


"eng..!" gumam Naira bingung.

__ADS_1


"oh.. baiklah!" Sahut Naira pelan.


"kita kerumah Mamah jam 10 saja, saya juga sudah minta Rani untuk menyiapkan baju kamu!" ujar Satya yang kini beranjak bangun dari tempat tidurnya dan bergegas masuk kedalam kamar mandi.


"iya Mas!" jawab Naira.


Selang beberapa lama Naira dan Satya yang baru saja selesai membersihkan tubuhnya kini mereka berdua beranjak menuju lantai bawah untuk sarapan.


Sesampainya di ruang makan, Naira beranjak duduk di salah satu bangku di sana begitu juga Satya yang kini duduk di hadapan Naira, seperti biasa Naira mengambilkan Satya makanan dan meletakannya di hadapan meja pria itu.


Satya menatap kearah Naira dan seketika dirinya bersuara.


"apa kau sudah baikan?" tanya Satya kepada Naira.


"mmh sudah baikkan kok Mas!" jawab Naira.


Satya menganggukan kepalanya dan kini mengakhiri sarapan tersebut.


...☘️☘️☘️...


Pukul 10.00 Naira dan Satya yang kini sudah bersiap siap untuk pergi menuju kerumah orangtua mereka, tampak terlihat Naira yang sudah berada di dalam mobil dengan Satya yang kini duduk di samping gadis itu.


"Apa masih ada yang tertinggal?" tanya Satya kepada Naira.


"tidak ada Mas!" jawab Naira.


"baiklah...!" sahut Satya.


Satya kini melajukan mobilnya meninggalkan perkaraangan rumah nya menuju tempat tujuan.


Selang beberapa lama, tampak terlihat sebuah mobil mewah kini memasuki perkarangan rumah itu.


Naira dan Satya yang kini sudah tiba di sana, Naira yang masih berada di dalam mobil segera beranjak keluar dari dalam mobil itu dan diikuti oleh Satya yang kini berdiri tepat di samping gadis tersebut.


"sudah kita masuk sekarang!" ucap Satya kepada Naira yang kini beranjak masuk kedalam rumah itu dan diikuti Naira.


"iya Mas!" sahut Naira dengan wajah yang masih menatap paku kearah jauh pintu rumah itu dan kini mengalihka padangannya menatap kearah beberapa mobil sedan mewah yang terpakir di halaman rumah itu.


"apa om dan tante nya Mas Satya sudah datang kemari?" batin Naira sedikit gugup.


Satya yang sedari tadi menatap kearah rumah dan kini mengalihkan pandangannya mentap kearah Naira yang berjalan lambat di belakangnya, Satya seketika mengerutkan alisnya melihat Naira seperti itu.


"kamu kenapa?" tanya Satya tiba tiba.


"eng..!" gumam Naira yang kini tersadar akan lamunannya.


"kamu kenapa? apa ada sesuatu yang kamu pikirkan?" tanya Satya kepada Naira.


"eh.. tidak tidak ada Mas!" jawab Naira tersenyum kikuk.


"mmh baiklah!" sahut Satya.

__ADS_1


...🍀🍀🍀...


__ADS_2