
"woi?" Panggil Winda seraya menyentuh pundak Naira
"ahh.. !!" gumam Naira tersentak kaget
"ya Allah Nai lu ngapain? habis di kejer setan?" tukas Winda kepada Naira
"hem bukan Win, nggak di kejer siapa siapa kok, cuma tadi pas di loby ada sedikit kendala aja waktu pas mau kemari" ujar Naira seraya menyanggah dagunya dengan satu tangan
"loh..emang ada masalah apa?" tanya Winda pensaran
"hem, tadi pas mau kemari gue gak sengaja ketabrak orang di loby!" gumam Naira seraya memikirkan sesuatu, dan seketika dirinya bertanya sesuatu hal kepada Winda
"begini Win, kamu kan udah lama kerja di sini? eng.. kamu pasti tau banyak kan soal perusahaan I.F, jadi tadi pas di loby, gue gak sengaja ketabrak seseorang, yang merupakan Direktur sementara di I.F, kamu tau gak Win siapa Direktur sementara sekarang?" timpal Naira seraya bertanya kepada Winda
"oh.. pak Rendi!!" jawab Winda yang mengetahui yang di maksud Naira
"kamu tau Win?" tanya Naira penasaran
"hem tau, dia kan sepupuhnya Direktur di perusahaan ini, yang gue dapet info nih ya, kalau sepupunya pak Rendi itu belum bisa pulang beberapa hari ini, kemungkinan, minggu depan di kabarkan pulang" jawab Winda kepada Naira
Naira menganggukan kepalanya seakan akan mengerti
"oh.. Nai, lo ngomong apa tadi? ketabrak Direktur? loh.. kok bisa bisanya?" tanya Winda yang kini mulai bingung
"hemm ya gak sengaja sih, pas mau kemari" jawab Naira sedikit terkekeh.
"lu tau gak Nai, kalau pak Rendi itu masih muda, dan gue tau nih, pak Rendi juga masih singel" bisik Winda kepada Naira
"terus.. ngapain?" tanya Naira bingung
"ck.. nih anak gak peka banget ya elah Nai Nai...masih bisa dong kaya lu ini " ujar Winda seraya menaik turun kan alisnya.
"Hehe.. jangan ngaco deh Win, sudah sudah lebih baik kita kerja sekarang okeh" ujar Naira
Naira yang sedikit mengerti maksud Winda kini hanya menatap seraya tersenyum kepada winda temannya itu dan beranjak memulai pekerjaannya kembali.
saat dirinya tengah sibuk mengetik seketika Naira teringat sesuatu hal lagi
"loh Win? terus pak Jihan kemana?" tanya Naira yang kini teringat akan sosok pak Jihan yang merupakan Direktur sementara.
Winda kini kembali menatap Naira dan seraya menjawab pertanyaan Naira
"hemm pak Jihan, di pindahkan, dan sekarang jadi Manager di Hotel baru Walber siglery" jawab Winda kepada Naira
Naira kini menganggukan kepalanya lagi dan kembali pokus menatap layar laptopnya.
__ADS_1
***
saat suana diruangan itu kembali sunyi, terdengar dari arah luar langkah kaki seseorang yang kini masuk keruangan itu, tampak dari sana seorang pria.
Trek...
Hussh...
"selamat pagi semuanya? Saya butuh perwakilan dari team IT untuk ikut meeting hari ini, saya tau ini mendadak, tapi Direktur meminta kalian untuk memberikan presentasi soal data kemarin yang kalian kerja kan, Lex? kau... bawa team mu sekarang!" ucap Farel kepada Alex yang merupakan wakil manager.
"baik pak!" jawab Alex kepada Farel
Farel kini beranjak meninggalkan ruangan itu dan bergegas menuju ruang diamana meeting di adakan
"baiklah.. kalian, ikut aku.. Winda, Naira, sama Yopi, kita keruang meeting, Yop? kamu ambil berkas yang kemaren jangan lupa sama data juga okeh, Naira sama Winda otw langsung ke ruangan!" ujar Alex kepada mereka bertiga
"baik pak" sahut mereka bertiga
Naira begitu juga Winda dan Yopi bergegas menuju keruangan meeting.
***
"baru kali ini meeting mendadak.. huh" gumam Winda
Di ruang Meeting kini Naira dan Winda beranjak masuk kedalam sana, tampak belum cukup banyak orang menghadiri rapat itu.
Naira dan Winda kini duduk di salag satu bangku kosong yang terletak di bagian tengah.
Naira menatap kesana kemari, terlihat sosok gadis yang pernah di tabraknya waktu itu, Naira seketika menatap bingung kearah gadis itu
"Win, gadis yang duduk sendirian di sana itu siapa?" Tanya Naira kepada Winda
Winda spontan menatap kearah orang yang di tunjuk oleh Naira kepadanya
"Oh.., Melisa, yang ku dengar sih dia salah satu Manager di perusahaan I.N-Wef" ujar Winda yang kini menatap keberadaan Melisa di sana
Naira menganggukan kepalanya dan kini beralih menatap kearah pintu ruangan itu, tampak beberapa orang masuk kedalam ruangan itu.
Naira seketika terkejut melihat sosok yang kini juga ikut masuk keruangan itu
Deg....
bagitu juga dengan sosok tersebut, yang kini menatap keberadaan Naira yang juga menatap dirinya, sosok tersebut seketika tersenyum dan kini menatap kearah semua yang tiba disana
Srek...
__ADS_1
"selamat pagi semuanya? Terimakasih untuk kalian yang sudah mau hadir di rapat ini!" ucap pria itu kepada mereka semua
"baiklah, Met?" Panggil Rendi yang ternyata sosok tersebut kepada seketaris pribadinya.
"baik pak" jawab Meta dan kini menjelaskan beberapa data kepada mereka disana.
Naira kini menatap pokus layar proyektor itu, namun di sisi lain, Rendi yang tadi pokus menatap layar di hadapannya kini matanya beralih menatap kearah Naira yang masih pokus menatap layar.
Rendi seketika tersenyum tampak di wajah peria itu masih menyimpan rasa di hatinya kepada gadis yang selama ini di harapkannya.
selang beberapa Jam meeting tersebut kini telah selesai, Rendi seketika beragument menjelaskan beberapa hal penting kepada mereka semua yang masih berada di sana.
"baiklah.. cukup untuk meeting hari ini, kalian bisa kembali bekerja sekarang!" ujar Rendi kepada mereka semua
Rendi dan Meta begitu juga dengan Farel beranjak keluar dari ruangan itu, tak lama satu persatu orang yang berada di ruangan itu juga ikut keluar.
***
Di koridor
Naira dan Winda mereka berdua kini tampak terlihat sangat bosan, namun saat di pertengahan jalan Winda seketika bersuara
"Nai? kamu tau? pak Rendi perasaan dari tadi ngeliatin kamu deh!" ucap Winda yang ternyata menyadari tindakan Rendi selama meeting
Naira yang mendengar perkataan Winda seketika dirinya menatap kearah gadis itu seraya memicingkan matanya
"apa yang kau kaktakan Win, mungkin kau salah lihat saja" gumam Naira yang kini kembali menatap kedepan
Winda seketika terdiam dan kini memikirkan apa yang tadi dirinya lihat.
di ruang IT Naira dan Winda yang sudah tiba di sana kini mereka berdua bergegas kembali kemeja mereka dan melanjutkan pekerjaan mereka yang tertunda.
pukul 12.00
"Nai? kantin yuk laper nih" ucap Winda seraya mengelus perutnya
Naira yang juga merasa lapar kini menyetujui ajakan Winda, dan seraya beranjak dari bangkunya menuju kantin yang ada di perusahaan itu.
di kantin
Naira dan Winda yang kini sudah tiba di sana kini mereka berdua beranjak duduk di salah satu meja kosong yang terletak di tengah tengah meja yang lainnya.
Winda dan Naira kini memesan beberapa makanan siang untuk mereka seraya memasan minuman.
__ADS_1