Menikahi Pria Masa Kecilku

Menikahi Pria Masa Kecilku
Bab 28


__ADS_3

Naira melangkah kan kakinya masuk kedalam kamar dan bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


selang beberapa menit Naira yang sudah selesai, Naira bergegas keluar menuju kamarnya.


tampak sosok Satya yang kini masih berada di kamar itu dengan laptop yang setia menemani dirinya, Naira beranjak menghampiri Satya.


dan kini mengajak pria itu untuk makan malam.


"Mas Satya? Mas Satya makan malam dulu nanti lanjut lagi kerjanya!" ucap Naira hati hati.


Satya menganggukan kepalanya dan kini meletakan laptopnya di atas meja dan berlalu menuju luar kamarnya dan diikuti Naira yang berjalan di belakang pria itu.


di ruang dapur Satya kini beranjak duduk di salah satu bangku kosong, Naira yang nelihat Satya sudah duduk di sana, seketika dirinya beranjak mengambilkan makanan untuk pria itu.


Naira melayani Satya sebagaimana layaknya seorang istri kepada suaminya.


trak.. suara piring yang di letakan di atas meja.


Satya memakan makanan yang di berikan Naira kepadanya tanpa bersuara.


Naira tersenyum memperhatikan pria itu yang tengah asik menyantap makan malamnya, Naira beranjak duduk di hadapan Satya.


Namun sebelum dirinya benar benar duduk Satya seketika meminta Naira untuk duduk di sampingnya.


"Duduk di sini, saya tidak mau Mamah marah lagi kepada saya!" ujar Satya kepada Naira


Naira seketika mengerutkan alisnya menatap bingung pria itu.


"Mas Satya gak perlu takut, Mamah gak disini kok, biar Naira duduk di sini saja!" ujar Naira kepada Satya.


Trak... satya meletakan sendoknya.


"bagaimana jika Mamah lihat nanti." ucap Satya kepada Naira yang kini menatap kearah gadis itu.


"eng.. !" gumam Naira yang masih duduk di hadapan Satya.


tap... tap..


suara langkah kaki


tampak dari arah luar ruangan itu terlihat buk Wulan dan pak Marchel kini berjalan memasuki ruang makan itu.


Naira dan Satya spontan menatap kearah suara tersebut dan


Deg..


Naira seketika membulatkan kedua matanya menatap kedatangan kedua mertuanya itu.


Naira seketika menelan ludahnya dengan kasar, dan kini beralih menatap Satya yang masih menatap dirinya dalam diam


srek...


Naira seketika beranjak dari tempat duduknya dan kini menuju kearah dimana Satya duduk.

__ADS_1


"Mas? kenapa Mamah sama Papah gak bilang kalau mau kemari?" tanya Naira yang kini duduk di samping Satya.


"Mamah sama Papah sudah kasih tau, cuma saya lupa beritahu kamu dari tadi!" jawab Satya tanpa bersalah


Naira seketika memicingkan matanya menatap Satya yang kini kembali menyantap makanannya.


"huh...!" gumam Naira yang kini membuang nafasnya dengan berat.


tak lama buk Wulan dan pak Marchel telah tiba di ruang makan.


Naira spontan beranjak dari tempat duduknya dan kini menyalim lembut tekuk tangan kedua mertuanya itu dan diikuti Satya.


"wah.. Mamah gak nyangka kalian bakalan lebih dekat sekarang!" ujar buk Wulan melihat kearah mereka berdua yang kini berdiri di hadapan mereka.


"hehe..lebih baik kita makan malam dulu yuk Mah Pah nanti saja kita ngobrolnya!" ujar Naira sedikit canggung


"yasudah.. lebih baik kita makan malam terlebih dahulu!" ucap buk Wulan yang kini duduk di hadapan kedua anak nya itu dan diikuti pak Marchel.


tak lama mereka berempat makan malam bersama seraya berbincang bincang satu sama lain.


pukul 21.00


tampak Naira yang baru saja tiba di depan kamar saat dirinya hendak memasuki kamar tersebut dan beranjak untuk tidur, seketika Naira teringat akan sesuatu.


Naira mengurungkan niatnya dan kini menatap Satya yang masih mengerjakan tugas kantornya dan seraya menemui Satya yang masih berada di sofa.


"eng..!" gumam Naira yang kini sudah berada di sana.


"mmh!" gumam Satya tanpa menatap kearah Naira.


"eng.. Naira besok ada acara sama teman kantor buat ngadain Weekend selama satu minggu, Naira izin ya Mas untuk nginep selama Weekend!" ujar Naira sedikit takut melihat reaksi Satya kepada nya.


Satya seketika menatap kearah Naira sekilas dan kini kembali menatap laptopnya.


"Apa mas Satya marah sama aku yah!" batin Naira.


"mmh, baiklah.. !" jawab Satya singkat


Naira seketika tersenyum mendengar perkataan Satya yang mengizinkan dirinya untuk liburan


"makasih mas Satya!" ucap Naira yang masih tersenyum bahagia.


dan kini dirinya berlalu pergi menuju kembali ketempat tidurnya


Satya hanya menganggukan kepalanya dan kini menatap kearah Naira yang berjalan menuju tempat tidur.


***


Waktu berjalan begitu cepat, malam sudah berganti pagi, tampak dari kamar itu Naira yang kini sudah bangun dari tidurnya dan bergegas menuju kamar mandi untuk bersiap siap.


selang beberapa menit Naira yang sudah selesai kini beranjak mengambil tasnya menuju luar.


di ruang tamu, Naira yang hendak menuju luar rumah, seketika dirinya menatap jauh keberadaan Satya yang kini duduk di sofa tamu seraya membaca surat kabar.

__ADS_1


Naira berinisiatif menghampiri pria itu dan seraya berpamitan.


"mas Satya, Naira pergi dulu ya!" ucap Naira kepada Satya yang masih sibuk membaca surat kabar


"hemm.. iya!" jawab Satya.


Naira beranjak menuju luar rumah seraya menaiki taxi untuk memabawanya menuju perusahaan tempat dirinya bekerja.


Selama di perjalanan Naira yang kini duduk di bagian bangku penumpang, dirinya menatap senyum kearah luar jendela seraya menikmati pemandangan kota dari dalam mobil.


selang beberapa lama Naira kini telah tiba di I.F Inglery tampak di luar gedung perusahaan itu sudah di penuhi karyawan karyawan yang sedang menunggu kedatangan bus wisata.


Naira beranjak keluar dari taxi tersebut dan kini melangkah kan kakinya menuju rombongan itu


"Nai?" panggil Winda yang kini melihat kearah datangnya Naira disana.


Naira tersenyum dan kini berjalan menghampiri keberadaan Winda disana.


"kupikir kau akan telat lagi hari ini!" ujar Winda kepada Naira.


"ck.. " gumam Naira seraya memukul pelan tangan Winda.


Saat mereka tengah asik berbincang bincang seketika seseorang kini menghampiri keberadaan Winda dan Naira yang masih berdiri disana.


"hai?" sapa seseorang kepada mereka berdua


Naira dan Winda spontan menatap kearah datangnya orang tersebut.


"oh Hai!" jawab Naira kepada sosok pria yang kini tersenyum kearah mereka berdua.


Winda yang menyadari sosok tersebut seketika dirinya berbisik di telinga Naira.


"Nai, ketua dari D.T pak Jemy masih muda loh 26 tahun!" ujar Winda berbisik.


Naira seketika tertegun dan kini menatap kearah pria itu dengan senyum canggung


"tampaknya aku baru pertama kali melihatmu disini, apa kau anak baru di I.T?" ujar Jemy seraya bertanya kepada Naira.


"ah.. i iya!" jawab Naira bohong


Winda seketika menatap kearah Naira.


"apa yang kau katakan, kau itu sekretaris pribadinya Direktur!" Gumam Winda berbisik


"Tidak masalah!" jawab Naira juga ikut berbisik.


"baiklah.. salam kenal aku Jemy dan kamu?" ujar Jemy seraya bertanya kepada Naira.


"eng.. Naira!" jawab Naira seraya menyambut uluran tangan itu kepadanya.


selang beberapa lama, tampak dari arah jauh terlihat beberapa mobil wisata kini berhenti di hadapan mereka.


__ADS_1


__ADS_2