Menikahi Pria Masa Kecilku

Menikahi Pria Masa Kecilku
Bab 25


__ADS_3

tok...


tokk...


"masuk!" Sahut seseorang dari dalam ruangan itu


Farel meminta Naira untuk ikut masuk bersamanya.


"Pak, saya sudah memanggilnya kemari!" ujar Farel kepada seseorang yang ternyata Jihan


"oh.. baiklah, kau boleh pergi sekarang!" ujar Jihan kepada Farel


"eng.. baik pak!" jawab Farel yang kini menuju luar ruangan itu, dan meninggalkan Naira sendirian di sana.


"selamat pagi pak?" ucap Naira kepada Jihan


"pagi!, eng... begini mulai hari ini kamu sudah bisa ya untuk bekerja jadi sekretarisnya Direktur, nanti saya anter kamu kemejanya kamu!" ujar Jihan kepada Naira


"eng.. hari ini pak?" tanya Naira tak percaya


"bagaimana mungkin pria itu masuk hari ini!" Batin Naira seraya membuang nafasnya dengan berat.


"baik pak!" jawab Naira kepada Jihan


Jihan tersenyum dan kini meminta Naira untuk ikut bersamanya menuju keruangan yang dimana akan Naira gunakan selama menjadi Sekretaris pribadi.


tak lama di depan sebuah ruangan yang tampak begitu asing, Naira menatap bingung ruangan tersebut.


"Naira? Kamu akan bekerja disini, dan ini.. ini ruangan Direktur, kamu hanya tau ruangan Direktur disana bukan, itu hanya ruangan untuk Direktur sementara, karena hari ini Direktur akan mulai bekerja jadi kamu akan tetap Stay di meja kamu!" jelas Jihan seraya menunjukan sebuah meja yang terletak di depan ruangan Direktur.


Naira tersenyum seraya menganggukan kepalanya seakan akan mengerti dari perkataan pria itu.


Jihan meminta salah satu anak buahnya untuk membantu Naira mengemasi barang barangnya yang akan di pindahkan di sana.


Selang beberapa jam, Naira kini kembali keruangan IT dan diikuti oleh dua anak buah dari Jihan untuk membantunya.


saat Naira sudah selesai mengemasi barang barangnya, Naira kini beranjak pergi menuju dimana ruangannya dan seraya berpamitan kepada Winda temannya itu.


"bye.. bye.. kita bakalan jarang gosip lagi nih, karena loe udah pindah meja!" ujar Winda cemberut.


Naira tersenyum dan kini berlalu mengikuti anak buah Jihan yang membawanya menuju ke meja Skretaris pribadi.


sesaat dirinya sudah sampai di meja kerjanya, Naira bergegas mengemasi barang barang miliknya dan menyusun semua di atas meja kerjanya.


saat dirinya sudah selesai, Naira seketika kedatangan Jihan yang kini ingin menemuinya.


"Naira?" panggil Jihan kepada Naira.


"mari ikut saya keruangan Direktur, kamu akan tau nanti tugas tugas kamu selama menjadi Sekretaris Direktur" ucap Jihan kepada Naira.


"Baik pak!" jawab Naira yang kini beranjak mengikuti Jihan masuk keruangan Direktur yang terletak agak jauh di hadapan meja kerjanya.


tok... tok...

__ADS_1


"masuklah!" ucap seseorang kepada mereka.


Jihan meminta Naira ikut masuk bersamanya, saat mereka telah berada di dalam ruangan itu seketika.


seorang pria yang kini tengah duduk di meja kerjanya terdiam paku menatap kedatangan Jihan dan seorang gadis bersamanya.


"selamat pagi tuan?" ucap Jihan kepada pria itu yang merupakan Direktur utama perusahaan.


"hemm!" jawab pria itu.


"tuan, saya akan memperkenalkan Sekretaris pribadi baru untuk anda!" ucap Jihan seraya melihat sekilas kearah Naira.


yang kini berdiri agak jauh di hadapan pria itu, pria itu seketika memicingkan matanya, tak percaya dengan apa yang dirinya lihat.


Naira yang menyadari tatapan itu dirinya hanya menundukan kepalanya seraya membuang nafasnya dengan kasar.


"Tuan, ini Naira Anandya Sekretaris Pribadi baru anda!" ujar Jihan kepada pria itu.


"Naira ini Direktur utama Tn Satya, kamu akan bekerja dengan Direktur mulai hari ini!" Ujar Jihan kepada Naira.


Naira menganggukan kepalanya dan kini menatap diam sosok Satya yang duduk agak jauh di hadapannya.


seraya menatap sebuah papan nama yang terletak di meja pria itu.


"Satya D. Adinata!" gumam Naira membaca papan nama tersebut.


Satya hanya diam menatap gadis itu, dan kini meminta Jihan untuk membacakan beberapa aturan untuk Naira.


Jihan mengambil berkas peraturan itu dan segera membacanya.


Tertulis untuk dirinya taati.


"aturan terakhir, Sekretaris harus ikut berpergian kemana pun Direktur mengadakan pertemuan dan di pagi hari harus sudah Stay di mejanya pada pukul 07.00!" jelas Jihan pada aturan terakhir.


Naira menganggukan kepalanya pelan mengerti arti semua aturan aturan yang di berikan untuknya.


"Tn Satya? apa masih ada yang perlu Tn sampaikan lagi?" tanya Jihan kepada Satya


"tidak.. kau boleh pergi sekarang!" ujar Satya kepada Jihan


Jihan menganggukan kepalanya dan kini berlalu menuju luar ruangan Direktur, dan meninggalkan Naira yang masih berada di dalam sana.


Naira hanya terdiam paku, tak mengerti apa yang akan dirinya kerjakan saat ini, namun di sisi lain Satya yang kini menatap keberadaan Naira.


seketika pria itu meminta Naira untuk kembali bekerja.


"Kamu sudah boleh kembali kemeja kamu sekarang!" Ujar Satya kepada Naira.


"baik tuan!" Jawab Naira.


"Hemm!" sahut Satya yang kini menatap kearah Naira yang sudah berlalu pergi meninggalkan ruangannya.


***

__ADS_1


Di depan ruangan Direktur, Naira yang kini hendak duduk di bangku kerjanya, seketika dirinya di kejutkan dengan kehadiran sosok Rendi.


"Naira?" panggil Rendi yang kini melihat Naira berada di mejanya.


"Eng..!!" gumam Naira yang kini menatap keberadaan Rendi di sana.


Rendi seketika menatap bingung keberadaan Naira yang kini berada di ruangan khusus Sekretaris Pribadi.


"loh.. kamu disini Nai?" Tanya Rendi yang kini berada di hadapan Naira.


"I iya Ren!" jawab Naira.


Rendi menganggukan kepalanya dan kini tersenyum kearah Naira.


"Oh baiklah, aku tinggal dulu ya Nai!" sahut Rendi yang kini meninggalkan Naira, yang masih berdiam di meja kerjanya.


Naira hanya menganggukan kepalanya dan kini menatap kepergian Rendi yang menuju arah luar.


namun secara bersamaan tampak Satya yang kini keluar dari ruangannya.


Naira spontan menatap kearah Satya yang baru saja keluar dari ruangannya dan bergegas menghampiri pria itu seraya mengambil alih jas milik Satya dan memakaikannya di tubuh pria itu.


Satya hanya manatap diam, saat Naira sudah selesai memasangkan jas pria itu, Satya segera melangkahkan kakinya menuju arah luar.


Naira hanya menatap intens kepergian Satya dari hadapannya, dan kembali duduk di meja kerjanya.


***


Tring...


suara notif dari seseorang.


Naira segerah meraih handphone nya dan seraya melihat pesan tersebut.


"Nai? jangan lupa besok! ku dengar beberapa Senior juga akan hadir di acara besok!" ujar Winda dalam sebuah pesan singkat.


"Senior?" tanya Naira dalam balasan pesan singkat


"yap.. anak anak akan kasih info nanti malam okeh bye!" balas Winda kepada Naira.


Naira segera membalas pesan tersebut dan kini kembali meletakan handphone nya di atas meja.


Naira kembali menyibukan dirinya mengerjakan beberapa dokumen dan jadwal jadwal yang harus dirinya sampaikan nantinya kepada Satya.


Tampak waktu terus berjalan, Naira yang kini masih stay di tempatnya terlihat gadis itu tengah mengemasih barangnya untuk bersiap pulang.


saat dirinya hendak melangkah kan kakinya menuju luar perusahaan Naira seketika di kejutkan dengan kedatangan Jihan.


"oh.. Tn Jihan, apa ada perlu sesuatu yang ingin anda bicarakan?" tanya Naira kepada Jihan


"Naira mari ikut saya!" Pinta Jihan kepada Naira.


Naira menganggukan kepalanya dan kini mengikuti Jihan menuju sebuah basment I.F Inglery.

__ADS_1


Naira yang menyadari Jihan membawanya kesana, gadis itu tampak terlihat bingung dengan apa yang akan dirinya lakukan disana.



__ADS_2