Menikahi Pria Masa Kecilku

Menikahi Pria Masa Kecilku
Bab 63


__ADS_3

Baamm


suara pintu mobil yang di tutup begitu saja dari luar.


Rendi yang kini baru saja tiba di Villa miliknya sembari membawa Naira berlalu masuk kedalam Villa tersebut.


" Ren, aku mohon lepaskan aku Ren, hiks.. hikss... " ucap Naira yang masih menangis.


" aku ingin menghabiskan waktuku bersama mu Nai? lagi pula Dirga tidak akan bisa menemui kita disini, tempat ini terlalu jauh, bahkan tidak ada orang yang tau keberadaan tempat ini " jelas Rendi yang kini mencoba memeluk tubuh Naira begitu saja.


Brukk.


Naira seketika mendorong kuat tubuh Rendi dan membuat pria itu memundurkan tubuhnya jauh begitu saja, Naira seketika berlalu pergi dengan cepat meninggalkan Rendi yang kini berusaha mengejar ya.


Bamm..


Suara pintu mobil yang di tutup begitu saja, Naira yang kini telah berada di dalam mobil milik Rendi, Naria seketika terdiam sejenak sembari menatap bingung kearah stir mobil itu, namun alih alih dimana Naira yang baru pertama kali dirinya harus mengemudikan sebuah mobil yang bahkan dirinya saja tidak pernah mengendarainya sama sekali, dengan perasaan takut sekaligus panik Naira mencoba memberanikan dirinya untuk mengendarai mobil itu dan kini melajukan mobil tersebut meninggalkan halaman Villa itu dengan cepat.


" ohh tuhan, bagaimana ini " gumam Naira yang kini mencoba fokus dan melajukan mobil itu pertama kalinya.


brummm


suara deruan mesin mobil, kini terdengar di sana, sontak Rendi yang mendengar suara mobil miliknya menyala, dengan cepat pria itu beranjak pergi menghampiri sosok Naira yang mencoba kabur darinya.


namun di lain hal, Satya yang kini masih berada di perusahaannya sembari meminta Alex, Farel dan beberapa anggota team IT untuk menjelaskan masalah yang ada di perusahaan miliknya.


" ada apa pak Satya memanggil kami? " tanya Alex yang kini mulai bersuara.


" aku mendapat pesan kalau perusahaan ada kendala? apa itu? " tanya Satya kepada Alex.


" eng, kendala? kami tidak mengalami kendala sama sekali pak, bahkan selama pak Satya tidak masuk hari ini, perusahaan masih baik baik saja " jelas Alex lagi.


" lalu? siapa yang mengirim pesan ini kepada saya!? apa ada di antara kalian yang memiliki nomor ini? " tanya Satya yang kini menunjukan sebuah nomor ponsel asing yang terlihat jelas di layar ponselnya.

__ADS_1


sontak seluruh team IT seketika menggelengkan kepala mereka, pertanda jawaban dari mereka kepada Satya.


" baiklah, aku akan pergi sekarang, dan satu lagi Farel, perusahaan aku tanggung jawabkan sama kamu terlebih dahulu, mengerti!? " pinta Satya kepada Farel.


" aa b baik pak " jawab Farel kepada Satya.


Satya segera beranjak keluar dari ruangannya dan kini berlalu begitu saja kembali menuju kerumah ibu mertuanya untuk menemui Naira kembali.


" pak Satya mau bawa mobil sendiri atau mau saya dampingi pak? " ujar salah satu anak buah Satya yang kini berdiri di samping pria itu.


" baiklah, kau bawa mobilnya " ucap Satya yang kini masuk kedalam mobil miliknya dan diikuti seorang pria bernama Hendri.


Hen segera melajukan mobil itu meninggalkan halaman perusahaan dan kini menuju kerumah milik kedua orangtua Naira, Selang beberapa lama Satya yang baru saja tiba kini pria itu segera beranjak keluar dari dalam mobilnya dan berlalu menemui buk Rati dan pak Wawan yang kini tengah asik mengobrol bersama pak Marchel dan buk Wulan di sana.


" loh udah pulang nak? " tanya buk Rati kepada Satya yang baru saja tiba di sana.


" udah kok buk " jawab Satya yang kini beranjak menghampiri sosok buk Wulan dan pak Marchel di sana.


" mamah sama papah kapan tiba kemari? " Tanya Satya yang kini menatap kesana kemari mencari sesuatu.


" mmh, buk Naira mana? " tanya Satya kepada buk Rati.


" Ehh tadi kata sih Rey, Naira izin keluar temuin teman kerjanya, tapi sampai sekarang belum kembali " kata buk Rati kepada Satya.


" teman kerja? Winda? " tanya Satya lagi.


" ibuk juga gak tau Sat, Naira gak kasih tau siapa!? " jelas buk Rati.


Satya seketika bingung dan kini mencoba menghubungi nomor ponsel milik Naira namun tidak ada jawaban sama sekali.


" Naira pergi sendirian? " tanya Satya lagi.


" iya " jawab buk Rati.

__ADS_1


Satya lagi lagi mencoba menghubungi nomor ponsel Naira namun percuma nomor tersebut tidak aktif sama sekali.


" huh.. sayang angkat, kamu dimana? " gumam Satya yang terus terusan menghubungi Naira.


Satya seketika mencoba mengirimkan sebuah pesan kepada nomor Naira, namun saat dirinya hendak mengirim pesan, seketika matanya kini tertuju kesebuah pesan asing yang masuk kedalam ponselnya beberapa menit yang lalu, Satya membuka isi pesan tersebut dan kini tampak wajah pria itu seketika berubah menjadi panik.


" maafkan aku, kak! aku harus melakukan ini kepadamu, biarkan Naira ikut bersamaku " isi pesan tersebut.


Satya sontak tertegun dan kini mencoba menghubungi nomor asing itu, namun percuma nomor tersebut sudah tidak aktif kembali, Satya spontan menatap kearah Hendri, dan meminta anak buahnya itu untuk ikut bersamanya mencari keberadaan Naira.


" Hen? " panggil Satya kepada Hendri dari kejauhan.


sontak suara tersebut membuat buk Rati dan yang lainnya kini menatap kearah Satya dengan bingung.


" nak, kenapa? kenapa kamu berteriak? " tanya buk wulan kepada Satya.


" mah, Satya mau cari Naira dulu, Naira dalam bahaya mah " ucap Satya yang kini terlihat panik dan segera dirinya beranjak pergi menghampiri Hendri dan meminta pria itu untuk segera melajukan mobilnya mencari keberadaan Naira di pusat kota.


" bahaya? Satya Naira kenapa? " tanya buk Wulan seketika.


" apa yang terjadi!? " tanya mereka semua yang kini menatap Satya yang berlalu menuju kearah Hendri.


namun di lain hal, Rendi yang kini masih mencari keberadaan Naira yang ternyata gadis itu telah berlalu jauh dari pandangannya, Rendi tampak kesal dan kini memukul kerah tangannya di atas stir mobil itu.


" brengsek!! " teriak Rendi.


" Naira, aku takut kamu kenapa kenapa Nai, bahkan kamu gak bisa bawa mobil sendiri " gumam Rendi yang kini melajukan terus mobilnya mencari keberadaan Naira yang membawa jauh pergi mobil miliknya.


Namun di lain sisi Naira yang kini merasakan sakit pada perutnya, seketika gadis itu beranjak turun dari mobil sembari menuju kesebuah mini market yang terletak tak jauh dari tempatnya berada, Naira segera berlalu menuju market tersebut dan kini beranjak masuk kedalam sana sembari mencari sesuatu yang dirinya perlukan sesaat dirinya telah mendapatkan sesuatu yang dirinya inginkan Naira yang kini hendak membayar belanjaanya itu namun seketika dirinya teringat akan dompet dan ponsel miliknya yang masih tertinggal di dalam mobil.


" ahh bisa bisanya aku melupakan dompet dan ponsel ku di mobil " gumam Naira.


Namun dari arah kejauhan sebuah kericuhan kini terdengar dari mobil milik Naira yang terus berbunyi, Naira yang kini hendak mengambil dompet dan handphone miliknya seketika dirinya terdiam bingung sesaat menatap kearah mobil yang barusan dirinya kendarai tiba tiba berbunyi dengan sendirinya.

__ADS_1


...🤍🤍🤍...


__ADS_2