Menikahi Pria Masa Kecilku

Menikahi Pria Masa Kecilku
Bab 7


__ADS_3

"oh.. iya, saya mau cari kopi, untuk manager" ucap Naira kepada pria itu


"oh.. disitu, di sebuah bok, biasanya Manager meminum kopi latte tanpa susu" ujarnya seraya memberitahu Naira


"ahh iya terimakasih" ucap Naira kepada pria itu.


pria itu tersenyum dan kini menatap Naira dari ujung kepala hingga kaki.


"siapa nama kamu?" tanya pria itu lagi


"eng.. Naira Anandya" ucap Naira


"nama yang cantik, aku Dimas, senang berkenalan dengan mu, baiklah aku pergi dulu" ucap Dimas yang kini berlalu pergi dari dapur itu.


Naira menganggukan kepalanya, saat dirinya sudah selesai, Naira beranjak menuju ruang manager untuk memberikan kopi itu kepada manager tersebut.


saat dirinya sudah tiba diruangan itu, Naira mengetuk pintu tersebut dan terdengar dari arah dalam ruangan itu suara memintanya untuk masuk kedalam sana.


Naira beranjak masuk dan seraya meletakan secangkir kopi itu di atas meja.


"ini kopinya Nona!" ucap Naira kepada manager itu.


"hemm kamu boleh pergi sekarang, eh.. namamu siapa namamu?" ucap manager itu seraya bertanya kepada Naira


"Naira Nona" jawab Naira


"okeh.. baiklah, saya Desi kamu boleh pergi sekarang" ucapnya.


Niara kini bergegas kembali menuju ruangnnya, saat dirinya sudah tiba disana, Naira bergegas menuju mejanya dan segera membuka laptopnya untuk memulai pekerjaan yang di berikan kepadanya.


pukul 11.00


Naira yang sudah menyelesaikan pekerjaannya, terlihat seorang gadis yang duduk di sebelahnya menatap kagum sosok Naira


"hei?" sapa gadis itu kepada Naira


Naira yang masih sibuk melihat laptopnya, seketika dirinya beralih menatap kearah gadis yang duduk di samping mejanya


"iya!!" jawab Naira


"siapa namamu?" tanya gadis itu kepada Naira


"Naira" jawabnya


"hemm, aku Winda, bagaimana kalau nanti siang kita makan bareng?" ucap Winda seraya bertanya


"hemm boleh" jawab Naira dengan senyuman


"okeh.. sebagai teman aku yang teraktir" ucapnya kepada Naira

__ADS_1


"oh.. tapi.." ucap Naira menggantungkan Kalimatnya.


"shht.. anggap saja hadiah pertemanan, kau tau, jika kau perlu informasi tentang perusahaan ini, buk.. buk.." ucap Winda seraya menepuk pelan dadanya.


"ha...?" ucap Naira bingung


"ck.. jejaring ku lebih luas soal perusahaan ini, selama 3 tahun aku bekerja disini, jadi apapun yang belum kau ketahui aku bisa memberitahumu" ucap Winda seraya berbisik


Naira menganggukan kepalanya seakan akan mengerti maksud Winda


pukul 12.00 Naira kini beranjak menuju luar ruangan itu bersama dengan Winda.


Kini mereka melangkah kan kakinya menuju sebuah cafe yang berada di depan gedung perusahaan itu.


Di depan Cafe kini Naira dan Winda beranjak masuk kedalam sana, dan seraya menuju sebuah meja kosong, tampak dari sana banyak karyawan dari perusahaan I.F, juga makan siang disana.


"baiklah.. Nai mau pesan sesuatu?" tanya Winda seraya membuka buku menu dan membolak baliknya.


"hemm sama seperti mu saja" ucap Naira kepada Winda


"okeh.. !" Jawab Winda seraya mengacungkan tangannya keatas sebagai kode memanggil pelayan untuk datang kemari.


Winda kini memesan beberapa menu makanan untuk mereka berdua dan dua minuman. Saat dirinya sudah selesai Winda kini mengalihkan pandangnnya kepada Naira, dan ingin bercerita jepada gadis itu.


Namun belum sempat dirinya bersuara, seketika pandangannya kini teralihkan menatap seorang gadis yang baru saja masuk kedalam cafe itu.


"hemm Nona Desi!" gumam Naira yang kini ikut melihat kearah pandangan Winda


"eh.. kau mengenalinya?" tanya Winda kepada Naira


Naira menggelengkan kepalanya


"tidak.. tadi saat aku menghantarkan kopi keruangnnya dia memberitahu namanya kepadaku" ucap Naira kepada Winda


"oh.. dia Manager sementara, begitu juga dengan Tn Jihan, sebagai Direktur sementara di perusahaan ini" ujar Winda yang kini sudah memulai gosipnya


"hemm apa?"tanya Naira bingung


"iya.. Pak Jihan itu, Direktur sementara di I.F, Direktur besar di perusahaan ini, katanya belum pulang dari luar negeri" jelas Winda kepada Naira.


Naira menganggukan kepalanya seakan akan mengerti perkataan Winda kepadanya.


"kau.. tau, kalau Direktur perusahaan ini, orangnya ganteng, apalah dayaku cuma bisa mengagumi Direktur saja, bahkan kalau bisa aku juga ingin jadi pembantunya saja" ujar Winda seraya behalusinasi


"cita cita..mu gak tinggi juga ya Win, mau aja jadi pembantu hahah" ujar Naira seraya tertawa


"hehe..."Winda terkekeh.


Naira seketika menatap bingung Winda, tentang apa yang kini dirinya lihat. Naira seketika menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


Selang beberapa menit makanan mereka kini telah tiba, Naira dan Winda segera menyantap makanan mereka dengan nikmat, dan sesekali mengobrol satu sama lain


"oh.. Btw... minggu depan, anak anak IT bakalan ngadain makan bareng deh, karena kamu anak baru, jadi aku kabarin aja sekarang"ujar Winda kepada Naira


"hemm minggu depan? dimana?" tanya Naira


"hemm palingan di restoran ala korea gitu, mumpung gratis kan, ikut aja gimana?" ucap Winda kepada Naira


"uuffth.. ternyata situ suka gratisan ya!!" tukas Naira menahan tawanya


"he... he.... lebih hemat kan, apalagi anak kost kaya gue" ujarnya dengan wajah tersenyum sok imut.


Naira seketika tersenyum dan kini mereka melanjutkan makan siang mereka, setelah selesai Naira dan Winda beranjak kembali keperusahaan.


Namum saat mereka berdua kini berada di loby, seketika seseorang memanggil Winda, Winda dan Naira sontak menatap kearah datangannya orang itu


"his.. ngapain tu cowok kemari?" gerutu Winda terlihat dari wajah gadis itu tampak tak suka dengan sosok pria itu.


"Win.. kamu nanti malam sibuk gak?" tanya Pria itu kepada Winda


"hemm sibuk... sangat sangat sibuk!!, ngapain?" ucap Winda dengan nada tak enak


"kamu masih marah sama aku ya Win, kan... aku sudah minta maaf loh!" ucap pria itu kepada Winda


"hemm... ya gue maafin" jawab Winda


"hem berarti kamu beri aku kesempatan untuk aku lagi dong" ujar Pria itu yang merupakan mantan Winda.


"ih.. gue cuma maafin lu, bukan berarti gue kasih kesempatan buat lu, okeh gue keruangan gue dulu bye!! ayo Nai?" ucap Winda seraya menarik tangan Naira, menuju ruangan IT


di ruangan IT, mereka berdua telah duduk di meja mereka masing masing, Naira seketika menatap Winda tampak di wajah gadis itu terlihat jengkel.


"kamu kenapa Win?" tanya Naira bingung


"nggak apa apa kok Nai, cuma kesel doang gara gara tu cowok" jawab Winda yang kini mengemasi laptopnya


"dia mantan kamu Win?" tanya Naira sedikit canggung


"huh.. hemm cowok kadal kayak gitu, mana mungkin gue beri kesempatan, kalau dia serius ngapain dia selingkuh" gumam Winda seraya menyandarkan tubuhnya.


-


-


-


-


ᵐᵃᵏᵃˢⁱʰ ᵇᵘᵃᵗ ᵏᵃˡⁱᵃⁿ ʸᵃⁿᵍ ᵘᵈᵃʰ ˡⁱᵏᵉ & ᵏᵒᵐᵉⁿᵗ ᵗʰᵃⁿᵏ ᶠᵒʳ ʳᵉᵃᵈⁱⁿᵍ ᵍᵘʸˢ

__ADS_1


__ADS_2