
Pukul 21.00
Pak Marchel dan istrinya kini berpamitan pulang kepada Naira dan Satya. Mereka sengaja memberikan waktu untuk kedua pengantin baru itu untuk mengenal satu sama lain
"Sat, inget jaga Naira baik baik kamu mengerti?" ujar buk Wulan kepada putra semata wayangnya itu
"iya Mah!" Jawab Satya dingin
"Nai, Mamah sama Papah pulang dulu, kalian yang baik baik ya di sini!" tuka buk Wulan lagi kepada Naira.
"Iya Mah" jawab Naira dengan senyuman
tak lama pak Marchel dan buk Wulan berpamitan pulang ke kediaman mereka.
saat mertuanya benar benar pergi.
Naira kini beranjak masuk kedalam rumah itu dan berjalan menuju kamar Satya dan dirinya berada.
Namun saat dirinya sudah tiba di dalam kamar itu, tampak dari sana, Satya yang masih duduk menghadap sebuah laptop yang berada di atas meja.
Naira yang masih berdiri di sana, kini beranjak menuju tempat tidur.
namun saat dirinya hendak berbaring seketika handphone miliknya berdering mendapatkan notif dari seseorang.
Naira segera meraih handphone nya itu dan seraya membuka pesan tersebut.
"Nai? Info penting, anak anak IT majuin jadwal untuk weekend, yang akan di laksanakan Rabu okeh bye!" ujar Winda dalam sebuah pesan singkat.
Naira seketika menatap paku pesan tersebut dengan ekpresi wajah terlihat lelah.
namun di lain hal Satya yang sedari tadi memperhatikan Naira dalam diam kini dirinya kembali menatap laptopnya.
"Bisakah aku beristirahat sebentar, kenapa jadwal pekerjaan ku begitu padat!" gumam Naira yang kini berbaring di atas tempat tidur.
seraya menatap jauh langit langit kamar itu, dan kini beralih menatap kearah Satya yang masih sibuk mengerjakan sesuatu.
"Apa mas Satya masih lama! aku tidak bisa tidur dengan lampu masih menyala" gumam Naira dengan wajah cemberut.
trek... trek...
trek.... trek...
beberapa jam telah berlalu, tampak terlihat dari dalam sana, Satya yang masih sibuk bekerja dengan laptopnya.
namun di lain hal Naira yang ternyata masih tak kunjung tidur, kini dirinya beranjak dari sana seraya menuju luar kamar itu.
cklek..
__ADS_1
"kamu mau kemana?" tanya Satya yang kini mulai bersuara.
"eng.. kekamar tamu mas!" jawab Naira
Satya seketika menatap Naira bingung dengan apa yang gadis itu pikirkan.
"mas, Naira gak bisa tidur dengan lampu masih nyala mas, jadi Naira tidur di kamar tamu saja ya, mas Satya lanjutin aja pekerjaannya mas Satya!" jelas Naira kepada Satya.
Satya tak menyahuti perkataan Naira melainkan kini dirinya beranjak dari sofa dan seraya menutup laptopnya.
namun seketika
Cklek...
Deg...
seketika lampu padam
Naira sontak terkejut, dan spontan dirinya kembali masuk kedalam kamar itu dengan terburu buru.
bruk...
"Eng...!" gumam Satya di kegelapan
Tanpa sadar Naira memeluk tubuh Satya dengan kuat, Satya yang menyadari kalau lampu padam seketika dirinya merasa sedikit gelisa.
deg... deg... deg...
Satya yang masih dalam posisi di dekapan Naira seketika dirinya menatap kearah Naira cukup lama dan begitu juga Naira yang kini membalas tatapan Satya.
namun seketika
Satya mengalami sesuatu hal dan tanpa sadar dirinya
mendorong tubuh Naira dan membuat gadis itu terjatuh kelantai dengan cukup keras.
"Ahk..!" pekik Naira yang terduduk dilantai
"aahk..!" pekik Satya seraya memegang kepalanya.
Naira yang mendengar suara Satya seperti tengah kesakitan seketika dirinya menatap kearah pria itu yang berdiri jauh di hadapannya.
"Mas Satya kenapa?" tanya Naira yang kini menatap bingung Satya
Satya yang mendengar suara itu seketika dirinya tersadar dengan apa yang dirinya perbuat.
trak...
__ADS_1
lampu kamar itu seketika menyala
Naira yang masih terduduk di lantai dengan wajah menatap bingung Satya, seketika dirinya beranjak bangun dari sana.
"eng..!" gumam Satya yang kini membalas tatapan Naira kepadanya.
namun seketika pandangannya kini teralihkan menatap kearah tangan gadis itu yang terluka akibat dirinya mendorong cukup kuat membuatnya terjatuh.
"m maafkan aku" ucap Satya kepada Naira dengan rasa bersalah
Naira seketika memicingkan matanya, tak mengerti apa yang terjadi kepada pria itu.
"mas Satya kenapa?" Tanya Naira penasaran
Satya menggelengkan kepalanya dan seraya berlalu menuju kamar mandi.
"Mas Satya mungkin tidak suka, saat aku memeluknya tanpa sengaja barusan" gumam Naira yang kini menatap jauh pintu kamar mandi itu.
Naira terdiam sejenak tanpa sadar dirinya meneteskan airmatanya dan seraya berlalu pergi meninggalkan kamar itu menuju kamar tamu.
sesaat dirinya sudah berada di sana, Naira segera merebahkan tubuhnya dengan mata yang masih menangis.
namun tanpa sadar Naira seketika tertidur disana.
namun di sisi lain Satya yang sudah kembali dari kamar mandi dengan membawa sesuatu di tanganya.
Satya seketika menatap paku kamar itu, seraya mencari sosok Naira disana namun tak tampak sedikitpun keberadaan gadis itu di kamarnya.
Satya bergegas keluar kamarnya mencari keberadaan gadis itu.
"Ran?, kamu lihat Naira kemari?" tanya Satya kepada Rani yang merupakan Asisten ruamahnya itu
"Nyonya.. tidak lihat tuan" jawab Rani
"Baiklah" sahut Satya yang kini berlalu mencari Naira.
saat dirinya hendak menuju lantai bawah, seketika dirinya menatap kearah sebuah kamar dengan pintu yang sedikit terbuka.
Satya beranjak menghampiri kamar itu dan seraya membuka pintu kamar tersebut.
dan tampak dari dalam sana, seorang gadis yang kini tengah tertidur pulas di dalam kamar itu.
Satya menghampiri Naira yang tertidur disana, seraya menatap intens wajah gadis itu.
dan kini dirinya beralih menatap tangan Naira yang terluka akibat dirinya.
Satya segera meraih tangan itu dan mengolesi obat luka untuk menghentikan pendarahan pada sisi pergelangan tangan Naira.
__ADS_1
saat dirinya sudah selesai mengobati, Satya kini beranjak duduk di sisi tempat tidur dengan wajah yang masih menatap Naira yang tertidur di sana.