
Naira yang sedari tadi diam disana, seraya menatap bingung akan kehadiran Satya yang ternyata juga hadir di bagian acara malam ini.
Srek..
"Selamat malam Direktur utama dan Wakil Direktur? maaf kami tidak mempersiapkan semuanya dengan maksimal untuk penyambutan Direktur." ujar Alex yang kini beralih menuju kedepan.
Satya tak menyahuti perkataan Alex melainkan pria itu kini menatap kearah seorang gadis yang kini berdiam seraya menundukan kepalanya.
"Tidak perlu repot repot, Alex.. mmh..apa kalian tidak keberatan soal kita berdua gabung di acara weekend karyawan malam ini?" ucap Rendi seraya bertanya.
"eng.. tidak masalah Pak Rendi." jawab Alex kepada Rendi.
Rendi menatap senyum kearah Satya yang kini berdiri di belakangnya, Satya yang menyadari Rendi menatapnya seketika pria itu membalas kembali tatapan itu.
"Mari Direktur kita makan malam bersama!" ucap Alex kepada Satya dan Rendi.
Satya dan Rendi kini beranjak menuju kearah sebuah meja panjang yang dimana semua menu makanan telah di hidangkan untuk mereka semua.
"Wow.. siapa yang masak semua ini?" tanya Rendi kepada mereka semua.
"Eng.. Winda dan anggotanya yang masak Tn." jawab Alex kepada Rendi.
Rendi spontan menatap kearah berdirinya Winda, dan terlihat di samping gadis itu sosok Naira yang kini menatap dirinya, Rendi seketika tersenyum dan kini meminta Satya untuk memulai makan mencicipi makanan itu terlebih dahulu.
"kenapa harus aku?" ucap Satya dingin.
Naira seketika terdiam melihat sifat Satya yang begitu berbeda saat dirumah dan di luar rumah. Satya benar benar menunjukan sifat dingin bahkan tanpa ekspresi sedikitpun yang tergambar dari wajah pria itu.
"Kakak, jangan begitu mereka menunggu mu untuk mencicipinya, ayolah ini tidak beracun." ucap Rendi kepada Satya.
Satya seketika mengalihkan pandangannya menatap tajam kearah Rendi yang masih berbicara tak karuan.
Rendi yang menyadari tatapan tersebut seketika dirinya terdiam seraya mengalihkan pandangannya kearah bawah.
trak..
Satya mengambil sebuah sendok dan kini duduk di salah satu bangku kosong disana, sontak semua mata kini tertuju kepada pria itu yang kini duduk di sana.
Satya tak bergeming, melainkan kini hanya menatap diam kearah depan, Alex seketika meminta Citra untuk melayani Direktur untuk menyiapkan makan malam nya.
Citra yang mendapat tawaran seperti itu seketika dirinya terlihat sangat bahagia dan kini dirinya tersenyum penuh kemenangan kepada Naira dan beranjak menghampiri Satya.
__ADS_1
"Pak Satya? Saya akan mengambilkan makanan untuk anda." ucap Citra yang kini mengambil makanan untuk Satya dan seraya meletakan di atas meja hadapan pria itu
Satya menatap diam makanan yang kini berada tepat di hadapannya.
srek..
Satya memakan makanan yang diberikan kepadanya dalam diam, tampak dari wajah pria itu mengambarkan sekpresi biasa biasa saja.
trak..
Satya seketika meletakan sendok makan yang habis di pakainya di atas meja tanpa menghabiskan makanan tersebut.
sontak semua mata kini menatap bingung kearah pria itu yang tiba tiba
dan kini beranjak dari tempat duduknya seraya berlalu menuju kesuatu tempat, namun saat dirinya hendak melanjutkan langkahnya seketika Satya memalingkan wajahnya menatap kearah Alex.
"dimana tempat untuk menginap?" tanya Satya kepada Alex.
"eng.. itu di sana Pak Satya, masih ada satu Villa yang bisa Pak Satya gunakan." ucap Alex kepada Satya.
"Baiklah.., Ren?, ikut aku." ucap Satya yang kini berlalu menuju Villa yang telah di tunjukan kepadanya.
"baiklah.. oh kalian lanjutkan saja makan malamnya." ucap Rendi yang kini ikut berlalu mengikuti Satya.
Winda yang menyadari Rendi yang suka memperhatikan temannya seketika gadis itu berbisik sesuatu.
"cie.. kalian sudah jadian ya!" ucap Winda seketika.
Deg..
Naira spontan menatap kearah Winda dengan sedikit memicingkan matanya.
"apa apaan sih, orang pak Rendi itu temen satu SD dulunya!" sahut Naira.
"apa teman satu SD, wih.. ketemu lagi nih sebagai karyawan dan Wk Direktur, heheh!" ujar Winda seraya terntawa kecil.
Naira kini mengalihkan pandangannya kearah lain.
"baiklah.. kita lanjut saja makan malam nya, setelah kalian selesai, kalian boleh bersantai malam ini." ucap Alex yang kini membuyarkan lamunan mereka.
Sontak semua kini beranjak untuk makan malam, bersama, namun saat Naira hendak melangkah kan kakinya seketika Citra menghadang dirinya.
__ADS_1
"hh..kurasa makanan mu tidak enak, mana mungkin Pak Satya meninggalkan makan malamnya begitu saja!" ucap Citra kepada Naira seraya berlalu pergi menghampiri semua anggota.
"ck..!" gumam Winda yang kini menatap kesal kearah Citra.
"sudah lah, tidak masalah jika itu benar lagian kita masak dengan semampunya kita, ayo kita kesana!" ujar Ayu kepada mereka berdua.
Ayu segera menarik tangan Naira Dan Winda untuk bergegas menuju kearah anggota lainnya yang kini sudah makan malam disana.
di lain sisi, Satya yang kini sudah berada di dalam Villa bersama dengan Rendi yang kini duduk di sebuah sofa.
Satya yang masih berdiri di balkon seraya menatap jauh kearah para anggota yang tengah asik menikmati makan malam mereka.
Satya memandang lekat sosok gadis yang kini terlihat sangat bahagia.
brukk
deg..
Satya seketika tersentak kaget mendapati Rendi yang kini memukul pelan pundaknya dan seraya berdiri di sampingnya.
"apa apaan kau ini?" ucap Satya yang kini menatap kearah Rendi.
"hehe.. kakak kau kenapa barusan? apa yang kau lihat? apa ada gadis cantik yang sedang kau pandang?" tanya Rendi yang kini ikut menatap kearah rombongan karyawan di sana.
"ck.. bukan urusan mu!" ucap Satya datar.
"kak.. cobalah untuk tidak bersikap cuek atau dingin kepada mereka atau.. begitu juga diriku heheh, kau tau tidak akan ada gadis yang akan menempel kepadamu jika kau begini terus terusan!" ujar Rendi panjang lebar.
"lalu?" ucap Satya.
Rendi seketika menatap kearah Satya dengan wajah tak percaya akan respon yang diberikan pria itu kepadanya.
"aah sudahlah kak, terserah kau mau bersikap seperti apa ." ucap Rendi.
Satya beranjak keluar dari Villa dan kini berlalu menghampiri para anggota yang kini sedang menikmati suasana hembusan angin malam dan seraya menikmati pemandangan permukiman dari atas sana.
Rendi yang menyadari kakak sepupuhnya itu pergi menuju kearah luar Villa seketika pria itu mengikuti kemana kakak sepupuhnya berada.
Di luar Villa, Satya yang kini berjalan menghampiri keberadaan para anggota karyawan di sana, seketika semua mata kini tertuju kepada dirinya.
Tampak terlihat dari pandangan para gadis disana terlihat sangat mengagumi sosok Direktur yang begitu dingin dan cuek, namun tidak dengan Naira yang kini hanya menatap bingung pria itu.
__ADS_1
❤︎~~~❤︎