Menikahi Pria Masa Kecilku

Menikahi Pria Masa Kecilku
Bab 55


__ADS_3

" mas Satya? " panggil Naira seketika.


" mmh apa? " sahut Satya yang kini mengalihkan pandanganya menatap kembali Naira yang kini menatap dirinya.


" eng.. gak jadi deh mas " tukas naira yang kini mengurungkan perkataanya.


Satya seketika menatap bingung Naira sembari mengerutkan alisnya .


" kamu mau apa? kenapa gak jadi ngomong? " tanya Satya.


" gak ada kok mas, nanti saja hehe " sahut Naira yang kini berlalu pergi menuju luar kamar itu dan beranjak menuju ruang dapur untuk segera menyiapkan makan malam mereka.


Di ruang dapur Naira yang kini sudah tiba di sana, dan berlalu menuju sebuah kulkas untuk mengambil beberapa bahan makanan untuk dirinya memasak malam itu.


" hh, kok gak ada yang selera sih hari ini, tapi laper! " gumam Naira yang kini menutup kembali kulkas tersebut dan berlalu menuju luar rumah.


cklek..


suara pintu terbuka, Naira yang kini sudah berada di halaman rumah sembari menatap kesana kemari mencari sesuatu, entah apa yang diinginkan gadis itu!


" ke market sebentar deh " gumam naira yang kini beranjak menuju market yang terletak tak jauh dari rumahnya itu.


Selang beberapa lama, Naira yang kini sudah tiba di market tersebut, kini dirinya beranjak masuk kedalam sana, sembari mencari sesuatu.


" mau makan mie enak kali ya!? yang ini? apa yang ini? apa...yang ini?, tapi kok enak semuanya!? " gumam Naira yang kini menatap seluruh mie instan tersebut yang begitu tampak enak dimatanya.


namun saat Naira tengah sibuk memilih, tiba tiba dari arah belakang dirinya tampak terlihat seseorang kini tengah asik memperhatikan dirinya yang masih sibuk memilih disana.


" ehem!? " gumam seseorang kepada Naira.


Naira spontan mengalihkan pandangannya menatap kearah orang tersebut yang kini tersenyum kearahnya.


" loh " gumak Naira sedikit kaget.


" halo Nai? tumben kemarket deket sini? kamu sama siapa? sendirian?" tanya Orang tersebut kepada Naira.


" i iya, Ren " sahut Naira tersenyum kikuk.


" aku temenin ya Nai, gapapa kan? " tanya Rendi yang kini berdiri di samping gadis itu.


" gapapa kok, eng kamu kok ada di sini sih Ren? mau beli sesuatu juga? " tanya Naira kepada rendi.


" nggak kok, aku mau kerumah kak Satya aja, mau anter berkas, pas liat kamu di market jadi aku mampir kemari " kata Rendi menjelaskan.


" ohh begitu " sahut Naira.

__ADS_1


" Nai, ponsel kamu gak aktif ya? " tanya Rendi.


" mmh, aktif kok Ren, kenapa? " tanya Naira.


" kamu baca pesan yang aku kirim barusan? " tanya Rendi.


" pesan? " sahut Naira bingung.


Naira seketika berpikir sejenak dan kini membuka kembali ponsel miliknya sembari melihat sebuah pesan dari Rendi yang ternyata telah terbuka.


" pasti mas Satya baca pesannya Rendi, pantas saja mas Satya marah kaya tadi, apa gara gara pesan Rendi yang ini " batin Naira yang kini tengah berpikir.


" Nai? " panggil Rendi.


" eng iya, mmh sory ya Ren, tadi aku gak sempet bales " ucap Naira berbohong.


" gapapa kok Nai, oh ya kamu sudah makan belum? bagaimana kalau kita pergi hari... " ucap Rendi seketika terpotong sesaat seseorang kini berbicara kepada Naira.


" Naira? " panggil seseorang kepada Naira yang masih berada di sana.


Deg..


Naira sontak membulatkan kedua bola matanya menatap tak percaya dengan apa yang kini di hadapannya, ya Satya yang ternyata pria itu kini juga tiba di sana.


Satya tak bergeming melainkan pria itu kini hanya menatap diam keduanya yang berada tak jauh di hadapannya.


" mas.... eng pak Satya? " ucap Naira yang hampir keceplosan.


" kenapa kamu kemari Ren? " tanya Satya yang kini menatap tak suka keberadaan Rendi yang selalu berada di sisi Naira.


" eng, aku ingin antar berkas kak, tapi aku gak sengaja liat Naira kemari jadi aku samperin " jelas Rendi kepada Satya.


Satya seketika menatap kearah Naira yang dimana gadis itu tengah berdiam diri di sana.


" kenapa tidak antar berkas dulu, baru kemari? " Tanya Satya yang kini beranjak masuk kedalam market tersebut.


" aku hampir lupa, baiklah aku akan mengambil berkasnya dulu di mobil " ucap Rendi yang kini berlalu pergi terlebih dahulu menuju mobilnya..


" kenapa kamu sama Rendi disini? " tanya Satya yang kini berbicara kepada Naira.


" engg, Naira cuma mau beli mie instan saja kok mas " ucap Naira yang kini mengambil sebuah mie cup yang ada di rak sampingnya.


" alesan, kenapa gak bilang bilang dulu kalau kamu mau pergi, mas cariin kamu, tapi kamu gak ada di rumah " gerutu Satya yang kini membalas tatapan Naira.


" mmh maaf mas soalnya.... " ucap naira seketika terhenti saat dirinya menatap kearah datangnya Rendi di sana.

__ADS_1


" pak Satya saya duluan kalau begitu " ucap Naira yang kini berlalu dengan terburu buru.


" Ehh, udah mau pergi aja Nai " ucap rendi yang kini memberikan sebuah berkas kepada Satya.


" thank, gue pulang sekarang " ucap Satya yang kini beranjak pergi.


"aku mampir kerumah kamu ya kak " ucap Rendi seketika membuat Satya menghentikan langkahnya secara tiba tiba.


" apa? kok mendadak " sahut Satya yang kini menatap kearah Naira yang masih berada di meja kasir untuk mengantri pembayaran.


" kakak tidak keberatan kan, ayolah " ucap Rendi yang kini menarik Satya untuk pulang menuju rumah.


" Nai kita duluan ya " timpal Rendi yang kini berpamitan kepada Naira yang masih berada di sana sembari menatap bingung, namun kini matanya teralihkan menatap kearah Satya yang memberikan sebuah isyarat kepada dirinya.


" ck.. " gumam Naira yang kini terlihat kesal.


brakk


suara hentakan sebuah mie cup yang di letakan di atas meja


Naira yang kini terpaksa mengurungkan niatnya untuk tidak pulang kerumah terlebih dahulu.


" bisa bisanya, di suruh tinggal di sini, lagian kenapa sih Rendi harus kerumah segala " gerutu Naira sembari menikmati mie instan yang barusan di belinya.


Namun sesaat dirinya tengah sibuk mengomel tiba tiba seseorang kini duduk di hadapannya dan menatap senyum dirinya dengan memperlihatkan wajahnya yang masih di penuhi makanan.


" hai nona? bisa aku duduk disini? " ucap orang itu yang kini menatap senyum Naira.


" eng.. maaf tuan, tapi di sana masih ada meja kosong, kenapa anda malah memilih di meja saya? " Tanya Naira yang kini terlihat bingung dengan kemunculan laki laki asing itu


" tidak, disana tidak enak, lebih baik aku disini, bisa melihat gadis cantik yang sedang makan " ucap pria itu seketika membuat hati Naira merasa ingin muntah begitu saja.


" eng.. baiklah kalau begitu saya saja yang akan pindah tempat duduk " ucap Naira yang kini beranjak dari tempat duduknya, namun dengan cepat sebuah tangan kini menghentikannya.


" jangan buru buru, makan saja aku akan menemanimu " ujar pria itu yang masih tersenyum kearah Naira.


Namun secara bersamaan sebuah tangan kini menyentuh tangan milik pria itu sembari berbicara


" aku rasa istriku tidak perlu untuk di temani oleh pria asing sepertimu " ucap Satya yang kini menggenggam kuat tangan pria itu yang masih menggenggam tangan Naira.


" eng " gumam pria tersebut yang kini menatap kearah Satya yang kini menatap kearah pria itu dengan tatapan tidak bisa di mengerti.


Naira yang melihat kejadian tersebut, namun dengan cepat gadis itu menghentikan suasana tersebut dan kini menarik Satya untuk ikut kembali menuju rumah mereka.


...***...

__ADS_1


__ADS_2