Menikahi Pria Masa Kecilku

Menikahi Pria Masa Kecilku
Bab 59


__ADS_3

Namun di lain hal, Satya yang kini berada di balkon rumah, sembari menatap kearah Naira yang terus terusan berdiri di depan sebuah pagar besi yang terdapat di belakang rumah, seketika dirinya kini beranjak dari sana dan sembari menghampiri sosok Naira.


" kamu liatin apa? " tanya Satya yang kini berdiri tepat di samping Naira sembari menatap kearah pandang gadis itu.


" mmh, mas ini pohon mangga siapa? " tanya Naira kepada Satya.


" punya bik Risma tetangga sebelah!? " jawab Satya yang kini menatap kearah Naira.


" Naira mau mas!? " kata Naira kepada Satya sembari menunjuk phon mangga tersebut.


" masih pagi loh, ntar sakit perut gimana!? " sahut Satya yang kini menatap bingung Naira.


" tapi Naira mau itu mas " ujar Naira lagi.


" nanti aja, ini masih pagi " ucap Satya.


" janji ya mas! " tukas Naira tersenyum gemas.


" mmh iya " sahut Satya yang kini beranjak menuju ke dalam rumah.


namun saat dirinya hendak berlalu menuju balkon, Satya seketika menatap kembali Naira.


" kamu aja yang minta sama bik Risma, mas gak mau " kata Satya yang kini menatap kearah Naira yang berjalan di belakangnya.


" eh.. mas Satya aja yang mintain, gak akan di marahin kok mas " ujar Naira sembari memohon seperti anak kecil.


" mas gak mau, beli aja gimana!? " ucap Satya lagi


" gak, Naira mau yang itu aja " cetus Naira merengek.


" hh, nanti... " ucap Satya seketika tepotong begitu saja.


" sekarang, nanti mas Satya lupa " tukas Naira


" kan janjinya nanti " sahut Satya


" kalo nanti mas Satya udah lupa, terus gak bakalan mau minta sama bik Risma " jelas Naira.


" yaudah yaudah iya, sekarang, ayo tapi kamu temanin mas " ujar Satya yang kini beranjak pergi menuju pagar samping rumah, dan berlalu menemui bik Risma yang merupakan tetangga rumah mereka.


setibanya di sebuah halaman rumah milik seorang wanita setengah baya, yang dimana tampak terlihat seorang wanita yang kini tengah asik membersihkan halaman rumahnya sembari bernyanyi.


Satya begitu juga Naira sontak keduanya itu kini saling pandang satu sama lain.

__ADS_1


" mas Satya ayo sana " pinta Naira kepada Satya.


" mas sendiri gitu? " tanya Satya sembari menunjuk kearah dirinya sendiri.


" iya, biar Naira tunggu mas Satya di sini aja " ujar Naira sembari tesenyum.


" ahh baiklah " gumam Satya yang kini beranjak menghampiri sosok bik Risma yang tengah asik mengirim taman.


Namun di lain hal, Satya yang kini sudah berada di sana, dan sembari memanggil bik Risma yang tengah asik menyirami bunga yang ada di sana.


" permisi bik!? " ucap Satya yang kini memanggil wanita paruh baya itu di sana.


deg..


bik Risma seketika terkejut dan spontan membalikan tubuhnya dan kini menatap kearah Satya yang tengah berdiri di hadapannya.


" ehh kaya kenal? " ucap bik Risma yang kini sedikit menurunkan kaca matanya.


" saya Dirga bibik " ucap Satya kepada bik Risma.


" ohh nak Dirga, mau apa nak? tumben pagi pagi datang kemari? " Tanya bik Risma kepada Satya.


" eng.. bibik boleh Dirga minta buah mangganya " kata Satya kepada bik Risma.


" untuk istrinya Dirga bik " sahut Satya.


" eng!? istrimu ngidam? mau makan mangga? " tanya bik Risma


" ngidam!? itu apa ya bik? " tanya Satya balik dengan wajah sedikit bingung.


" loh loh.. biasanya ngidam itu kalo istri kamu sedang hamil " ucap bik Risma kepada Satya.


Satya sontak tertegun dan kini mengalihkan pandangannya menatap kearah Naira yang kini masih menunggu tak jauh dari sana.


" tapi istri Dirga gak hamil loh bik " kata Satya yang kini menatap kembali bik Risma.


" belum ketahuan kali nak, yaudah tunggu sebentar bibik ambilkan dulu buah mangganya " ucap bik Risma dan kini beranjak menuju pohon mangga yang terletak di dekat pagar halaman belakang rumah Satya.


selang beberapa lama, bik Risma kini telah kembali sembari membawa sekantung mangga yang terlihat masih keadaan muda, dan kini memberikannya kepada Satya.


" ini nak, bawa aja untuk istri kamu " ucap bik Risma kepada Satya.


" kok banyak banget bik " ucap Satya yang kini menatap kearah kantung pelastik.

__ADS_1


" gapapa, ambil aja " ucap bik Risma lagi.


" makasih bibik, Dirga pulang dulu kalau begitu " ucap Satya yang kini beranjak pergi dari sana dan segera menghampiri keberadaan Naira yang masih menunggu di balik sebuah pagar.


" udah mas? " tanya Naira yang kini melihat kearah Satya.


" nih " ujar Satya yang kini memberikan sekantong plastik mangga kepada Naira.


" Ehh banyak banget mas " ucap Naira yang kini menatap kearah beberapa buah mangga yang ada di dalam kantong tersebut sembari berjalan menuju kembali kerumah mereka.


" nanti saja makannya, ini masih pagi " ujar Satya yang kini merangkul tubuh Naira sembari berjalan masuk kedalam rumah mereka.


Namun di lain sisi, di perusahaan Winda yang kini tengah berada di ruang kerjanya, sembari menatap bingung ponselnya.


" hari ini Naira gak masuk!? pak Satya juga gak kelihatan dari tadi pagi di kantor!? apa jangan jangan Naira sama pak Satya? " gumam Winda sembari berpikir.


" ahh, mungkin pikiran ku saja, mana mungkin toh pak Satya sama Naira kencan? " timpal Winda lagi.


" tapi bisa jadi juga sih, apa lagi sekarang Naira sekretarisnya pak Satya, dan siapa tau ada sesuatu di antara keduanya itu? " ujar Winda yang tidak henti hentinya memikirkan kejadian akhir akhir ini kepada Naira dan Satya.


" ck.. aah untuk apa aku pikirin, biarin aja toh, lagi pula Naira juga cantik siapa juga yang gak mau sama Naira, walaupun sedingin nya pak Satya pasti juga naksir nantinya sama Naira " gerutu Winda yang kini kembali fokus menatap layar komputernya.


namun tampak dari arah luar ruangan itu, seseorang kini masuk kedalam ruangan tersebut dengan terburu buru.


" guys!? dengerin gue.. kali ini, ada berita baru yang ingin gue kasih tau sama kalian!? " ucap seorang gadis yang merupakan anggota IT di sana.


" apaan sih, berita apaan lagi nih? " tanya Firman yang kini menatap kearah datangnya seorang gadis di sana.


" dengerin gue dulu, apa kalian tau pak Rendi? " sela Laras kepada Firman


" apaan lagi nih, soal pak Rendi lagi di bawa bawa, kamu mau kena SP dari pak Rendi, apa lagi ini gosip ya bersangkutan sama pak Rendi HRD di sini " celetuk Alex yang kini ikut bersuara.


" ihh dengerin dulu, kalian tau pak Rendi Resign mulai hari ini!? " ucap Laras yang kini melanjutkan perkataanya.


Deg..


sontak semua mata kini tertuju kearah Laras yang masih berdiri di tengah tengah ruangan sembari menatap tak percaya dengan apa yang gadis itu katakan.


" apa? jangan ngaco kamu Ras, bagaimana jika pak Rendi atau pak Satya yang denger ini, kamu bisa bisa kena hukuman loh, bukan SP lagi " sambung Alex yang kini menyela perkataan Laras.


" gak kok pak, emang tadi pak Rendi datang kemari dan ajukan Resign langsung " jelas Laras meyakinkan.


sontak semuanya kini terdiam bingung sembari berpikir apa yang telah terjadi di antara kedua pria tersebut.

__ADS_1


...🤍🤍🤍...


__ADS_2