Menikahi Pria Masa Kecilku

Menikahi Pria Masa Kecilku
Bab 16


__ADS_3

"yah.. gak kena loh" ujar Naira melihat bola tersebut yang meleset


Rendi seketika tersenyum dan kini beralih melemparkan bola itu kembali.


Namun lagi lagi bola itu meleset.


"sini.. biar aku saja yang lempar" sahut Naira yang kini mengambil bola itu dari Rendi, dan seraya mengacungkan tangannya membidik sasaran.


srek.. trak... prank..


Rendi seketika membulatkan kedua matanya menatap bingung bagaimana bisa gadis seperti Naira bisa mengenai sasaran.


"wah.. Nai, bagaimana bisa" ucap Rendi dengan wajah masih menatap tak percaya.


"heheh" Naira hanya tertawa kecil dan kini mengabil hadiah nya, Naira menatap bingung hadiah hadiah itu.


seraya memikirkan apa yang ingin dirinya ambil.


Srek...


"ini saja." ujar Rendi seraya mengambil dua buah gelang.


"eng..." gumam Naira.


Rendi meraih tangan Naira dan kini memasangkan salah satu gelang itu ke lengan Naira.


Naira hanya menatap paku gelang itu dan kini beralih menatap Rendi yang masih menatap dirinya dengan senyuman.


"ayo.. kita kesana!" ujar Ren seraya menarik tangan Naira menuju kembali keramaian.


***


selang beberapa jam mereka berdua kini telah berada di salah satu tempat duduk, Rendi meminta Naira untuk menunggu dirinya sebentar disana.


"Nai.. gak papakan kalau aku tinggal sebentar ada sesuatu yang harus ku ambil dulu." ucap Rendi kepada Naira.


"hemm tidak apa apa kok Ren, aku bisa nunggu disini." jawab Naira kepada Rendi.


Rendi tersenyum dan kini berlalu menuju kemobilnya untuk mengambil sesuatu yang tertinggal di mobilnya.


Naira menatap jauh punggung Rendi yang kian menjauj dari pandangannya, Naira beranjak duduk di sana seraya menatap jauh kelangit malam.


Namun saa dirinya tengah larut dalam keheningan seketika seseorang kini menyentuh pundaknya.


Naira sontak menatap kearah orang tersebut. Yang saat ini berada di sampingnya.


"Putri?" ucap Naira kepada orang tersebut yang ternyata putri.


"Naira? kamu sama siapa kemari?" tanya Putri yang kini melihat kehadiran Naira di sana.


Naira spontan bangun dari tempat duduknya dan kini menatap paku keberadaan Putri disana.


Naira terdiam sejenak memikirkan bagaimana jika Putri mengetahui kalau Rendi berada bersamanya.

__ADS_1


"Nai?" Panggil Putri lagi.


"eng.. itu..." belum sempat Naira melanjutkan perkataannya.


seketika Rendi datang menghampiri mereka berdua.


"Naira?" panggil Rendi yang kini sudah berada di sana


Putri menatap heran keberadaan Rendi bersama Naira.


"eng.. Rendi?" panggil Putri kepada Rendi.


"Putri?" sahut Rendi yang kini menatap keberadaan Putri.


"Kalian berdua...!!" gumam Putri kepada Rendi dan Naira disana, Putri seketika mengalihkan pandangannya menatap kearah tangan Rendi yang sedang membawa sesuatu.


"apa itu sebuah bunga? apa itu untuk Naira?" tanya Putri yang masih menatap arah tangan Rendi.


Naira spontan menatap kearah pandangan Putri melihat apa yang di katakan oleh temannya itu.


Deg...


Rendi seketika menatap lekat Naira dan seraya meraih tangan Naira, Naira sontak menatap bingung Rendi begitu juga Putri.


"Nai? sebenarnya... aku menyukai mu dari sejak lama" ujar Rendi mengutarakan perasaannya di hadapan Naira dan Putri.


Naira spontan membulatkan kedua matanya dan kini beralih menatap kearah Putri yang juga menatap Rendi dengan nanar.


"Eng... Ren?" gumam Naira.


kali ini Putri di buat tak berkutik sedikitpun, melihat apa yang terjadi di hadapannya.


Naira hanya diam terpaku dan kini matanya beralih menatap Putri yang masih berada di sampingnya.


Putri kini beralih menatap Naira tampak di wajah gadis itu ada rasa kecewa sekaligus tak menyangka dengan apa yang dirinya lihat.


Putri beranjak pergi dari sana meninggalkan Naira dan Rendi yang masih berada disana.


Naira spontan dan kini ikut mengejar Putri untuk menjelaskan kesalah pahaman yang terjadi.


***


Srek...


"Put?" panggil Naira seraya menghentikan langkah Putri.


"kenapa?" tanya Putri sedikit sinis.


"Put, kamu salah..." belum sempat Naira melanjutkan perkataan nya seketika Putri menghentikan perkataan Naira.


"Kamu tau Nai? kalau aku menyukai Rendi, tapi kenapa... kenapa harus kamu Nai!" sahut Putri yag kelewat marah.


"Put..!" gumam Naira.

__ADS_1


"sudahlah.. Nai, aku ingin pulang, lagian Rendi udah nungguin loe saat ini" ujarnya seraya menatap keberadaan Rendi yang kini berada agak jauh dari sana.


"tapi..Put" sahut Naira.


Putri bergegas pergi meninggalkan Naira sendirian disana.


Dengan wajah masih menatap Putri yang kian menjauh dari pandangannya, Naira seketika menitikan airmatanya.


Namun secara bersamaan Rendi yang kini sudah berada di sana, seketika menarik tangan Naira dan hendak memeluk tubuh itu di dekapannya.


namun dengan spontan Naira mendorong pelan tubuh Rendi.


"Nai?" gumam Rendi yang kini menatap bingung Naira.


"sudahlah Ren, kamu tau kan kalau..." ucap Naira seketika di hentikan begitu saja oleh Rendi.


"apa? Putri? Naira.. kenapa kamu egois sih Nai! kamu rela ngelakuin apapun demi Putri" sahut Rendi.


"tapi Putri sahabat aku Ren!" sahut Naira.


"aku tau Nai, tapi... apa harus demi sahabat kamu rela mengorbankan perasaan kamu Nai?" tanya Rendi lagi.


Naira terdiam sejenak, tak menyahuti perkataan Rendi kepadanya.


"Baiklah... kalau kamu tidak bisa menjawab sekarang, aku tunggu sampai besok Nai" Timpal Rendi kepada Naira.


"lebih baik kita pulang sekarang!"Ucap Rendi yang kini membawa Naira menuju mobilnya.


Di perjalanan Naira yang kini hanya diam menatap jauh arah luar jendela mobil, entah apa yang saat ini dipikirkan oleh gadis itu.


***


di depan rumah, Naira dan Rendi yang kini sudah tiba di rumahnya, Naira segera beranjak turun dari mobil, dan diikuti oleh Rendi dari belakang.


"Nai?" panggil Rendi kepada Naira.


"iya!" jawab Naira yang kini menatap kearah Rendi.


"aku pulang dulu ya Nai, sampai jumpa besok di tempat kerja" ujar Rendi seraya tersenyum.


"hemm iya, hati hati ya Ren, aku masuk dulu" sahut Naira kepada Rendi, dan bergegas berlalu menuju kedalam rumahnya.


Rendi menatap lekat Naira yang kini telah berlalu meninggalkannya sendirian disana,


Rendi kini bergegas kembali menuju mobilnya dan seraya melajukan mobilnya meninggalkan perkarangan rumah Naira.


***


di dalam rumah Naira yang sudah berada di kamarnya, segera merebahkan tubuhnya di atas kasur seraya menatap jauh langit langit kamarnya.


Naira memejamkan matanya namun seketika ingatan tentang sosok anak laki laki kecil yang bernama Dirga kini kembali terlintas di benaknya.


Naira kembali membuka matanya, dan beranjak bangun dari tempat tidurnya seraya menuju lemari untuk mengambil baju tidurnya.

__ADS_1


saat dirinya sudag selesai mengganti pakaiannya, Naira bergegas kembali menuju tempat tidurnya dan merebahkan kembali tubuhnya disana seraya memejamkan matanya untuk lekas tidur.



__ADS_2