
...Aʀᴇᴀ 18+...
" mas Satya, Naira gak bisa tidur lagi, habis bangun Naira gak bisa tidur " ujar Naira kepada Satya.
Satya kini menatap kembali Naira yang masih membuka matanya dan kini beralih menatap arah sebuah jam dinding di kamar itu, yang dimana menunjukan pukul 22.12 malam.
" ini sudah tengah malam, bagaimana bisa kamu gak bisa tidur lagi? " tanya Satya bingung.
" Naira juga gak tau mas, mungkin habis nangis jadi segeran aja " ucap Naira kepada Satya.
Satya seketika menghela nafasnya dan kini berbaring setara dengan Naira dan menatap jauh langit langit kamar itu begitu juga dengan Naira, namun kini Satya mengubah posisinya mengahadap kearah Naira yang masih berbaring menghadap kedepan.
Satya seketika membenamkan kepalanya untuk pertama kalinya di bahu gadis itu dan melingkarkan tangannya di tubuh Naira.
Namun tanpa gadis itu sadari, perlahan lahan tangan milik Satya kini menelusuri tubuh kecil milik Naira dan sontak membuat gadis itu terbelalak kaget, saat tangan tersebut tepat berada di dadanya.
" mas Satya? " panggil Naira dengan wajah masih kaget.
" kamu tidak melepasnya? Bukannya saat tidur kamu sering melepasnya? " tanya Satya kepada Naira.
" eng, tidak mas, karena anu..itu " ucap Naira yang kini mengingat kejadian kemarin kepada dirinya.
" kenapa? Malu? percuma saya sudah lihat, lepas saja " ucap Satya yang kini kembali menjatuhkan kepalanya kembali.
" gapapa kok mas " sahut Naira malu.
" mau saya lepasin? " ujar Satya lagi.
Naira spontan beranjak bangun dan duduk di tempat tisurnya dan kini melepaskan b** miliknya dan menaruhnya di tempat lain.
" gak perlu mas " jawab Naira kepada Satya.
" yaudah tidur " sahut Satya yang kini menarik Naira untuk tidur.
Naira segera memejamkan kedua matanya untuk tertidur namun alih alih Satya yang sedari tadi terus teringat akan perkataan Rendi kepadanya seketika pria itu menatap kembali wajah gadis yang kini tengah berbaring di sampingnya.
" jadi, alasan Rendi dekat dengan Naira karena dia gadis kecil yang selama ini di cintainya " batin Satya dengan wajah masih menatap lekat wajah Naira yang sudah terpejam.
Satya kembali merebahkan tubuhnya dan kini memeluk tubuh gadis itu namun tidak untuk tidur melainkan bermain di sana dengan tangan yang kini menelusuri kembali tubuh gadis itu dan seketika kini berada tepat di dada milik Naira.
namun Satya yang masih memiliki sifat normal layaknya laki laki, tanpa basa basi dirinya menciumi wajah Naira dan beralih menciumi bibir gadis itu dan sedikit **********.
__ADS_1
Naira yang sudah merasa ngantuk dengan berat dirinya membuka mata menatap Satya yang tengah tersenyum kepadanya.
" mas Satya kenapa? Ini sudah malam loh " ucap Naira kepada Satya.
" kenapa? Saya cuma mau bermain saja " ucap Satya.
" besok saja, ini sudah malam mas, Naira ngantuk " ujar Naira yang masih memejamkan matanya.
" kamu tidur saja " sahut Satya.
Naira kembali tertidur namun dirinya bisa merasakan perlakuan Satya kepadanya yang kini mencoba membuka baju tidur kimono miliknya dan tampak lah tubuh polos milik Naira terpampang jelas di hadapan Satya.
Satya tersenyum intens, dan kini melanjutkan permainannya malam itu, Naira yang merasakan sesuatu yang mencoba memaksa masuk seketika dirinya kembali membuka mata menatap Satya yang kini berbaring di atas tubuhnya.
Naira sontak memeluk tubuh pria itu dan merengis kesakitan di area miliknya dan mencoba membiarkan perlakuan Satya kepadanya berlalu begitu saja.
" mas Satya bagaimana ada yang dengar nanti? " ucap Naira dengan mata menatap samar Satya yang berbaring di atas tubuhnya.
" biarkan saja " sahut Satya tak peduli.
Naira sontak menatap tajam Satya yang masih sibuk dengan dunianya.
" Naira gak mau loh mas, bagaimana mamah sama papah denger " ujar Naira yang kini menatap fokus Satya.
" apa? " sahut Naira tak percaya.
" kamu aja yang gak tau " ucap Satya kepada Naira.
" bagaimana kalau mas Satya nantinya punya adik lagi " ujar Naira seketika membuat Satya kembali menatapnya.
" berapa jauh perbedaan umur mas Satya nanti haha " ucap Naira sembari membayangkan hal tersebut.
" ck..ogah mas punya adik lagi, kalau kamu yang kasih mas adik gapapa " ujar Satya menggoda Naira.
Naira sontak menghentikan tawanya dan kini menatap takut Satya yang tersenyum penuh arti kepada dirinya.
" Naira ngantuk mas " ucap Naira yang kini memejam kedua matanya utuk kembali tidur.
Satya seketika tersenyum dan kini ikut tidur dan larut dalam selimut yang menyelimuti tubuh keduanya itu.
malam terus berlalu dan kini hari telah berganti pagi, Naira yang masih tertidur pulas di tempat tidurnya namun tidak dengan Satya yang dimana pria itu kini tengah menatap senyum sosok Naira yang masih tertidur dengan keadaan polos.
__ADS_1
" huamm "
Naira seketika bangun dari tidurnya menatap samar seluruh ruang kamar itu dan kini matanya beralih menatap kearah Satya yang tengah menatap senyum dirinya.
" mas Satya? " panggil Naira menatap bingung pria itu.
" mas Satya belum mandi? " tanya Naira kepada Satya.
" udah.. Baru saja " ucap Satya yang kini beranjak bangun dan beranjak mengganti pakaiannya menggunakan pakaian kerja miliknya.
Naira yang masih berada di tempat tidur, kini bergegas bangun dari sana dan beranjak menuju kamar mandi untuk segera membersihkan tubuhnya.
Setelah beberapa lama, Naira yang sudah selesai membersihkan tubuhnya, dan kini tengah sibuk bersiap siap menggunakan pakaian kerjanya dan merias sedikit wajahnya demgan make up natural.
" mas Satya, gak sarapan? " tanya Naira yang kini menyadari dirinya belum menyiapkan sarapan untuk mereka berdua.
" sarapan di kantor saja nanti " ucap Satya yang kini tengah merapikan dasinya.
" eh " gumam Naira yang kini mengambil tas miliknya dan beralalu mengambil handphone nya.
" aku lupa mengisi batrai ponsel ku " gerutu Naira yang kini menatap layar handphone nya yang sudah lowbat.
" kamu kenapa diam di sana? " tanya Satya yang kini menatap kearah Naira yang masih terdiam di depan sebuah meja.
" mas, Naira lupa mengisi batrai ponsel Naira semalam " ucap Naira kepada Satya.
" naati saja, di kantor bawa saja dulu, cas di ruangan mas nanti " ujar Satya yang kini menarik lembut tangan Naira dan membawa gadis itu menuju lantai bawah dan menuju mobil mereka.
Namun sesaat mereka telah tiba di loby rumah, tiba tiba suara seseorang kini memanggil keberadaan Satya di sana.
" kak Satya? " panggil Melisa yang kini berlalu menghampiri Satya dan Naira di loby rumah.
Satya spontan menatap keberadaam Melisa dan kini beralih menatap kearah om Levi dan tante Monic begitu juga yang lainnya tengah berada di sana.
" kenapa? " tanya Satya kepada Melisa yang kinj berada tepat di hadapannya.
" Melisa minta maaf soal kemarin malam, Melisa gak sadar sama sekali, kak Satya maafin Lisa ya kak " ucap Melisa kepada Satya.
" mmh, yasudah saya mau pergi dulu " ucap Satya yang kini berlalu pergi menuju luar rumah.
namun tidak dengan Naira yang kini menatap kearah Melisa yang dimana gadis itu juga menatap dirinya.
__ADS_1
" kau lihat saja nanti, bagaimana aku mendapatkan Satya ku kembali " ujar Melisa kepada Naira dengan tersenyum licik.
...***...