
"kejutan.... hahah" ucap Tiara seraya menghampiri Naira dan memeluk tubuh itu
"loh.. bukannya kalian..." ucap Naira seraya menggantungkan kalimatnya.
"haha, kita sudah sampai dari tadi, pakde sama bukde yang jemput, kita berdua, sengaja kita nggak bilang sama kamu Nai, karena kami ingin memberikan kejutan" ujar Tiara seraya tersenyum kearah Naira.
Rey beranjak menghampiri adik sepupuhnya itu, Naira menyalim tangan Rey dengan sopan.
"gimana Nai, dapet gak?" tanya pak Wawan kepada Naira
"oh.. tentu" ucap Naira seraya menepuk pelan dadanya.
pak Wawan dan buk Rati kini saling pandang satu sama lain dan kini mereka tersenyum mendengar Naira yang di terima bekerja di perusahaan itu.
"Selamat ya Nai, gak kebayang dong bisa kerja di perusahaan ternama" ucap Tiara kepada Naira
"Hehe... iya" jawab Naira dengan senyum malu.
pukul 16.00 soreh.
Naira kini beranjak membawa Tiara dan Rey jalan jalan, yang dimana sebuah festival di adakan.
Naira bergegas mambawa kedua sepupuhnya itu menelusuri perkotaan dan kini menuju tempat dimana Festival itu diadakan.
di sebuah taman, terlihat dari sana banyak orang yang kini datang menikmati acara festival itu, Naira membawa mereka berdua menuju sebuah permainan lempar bola.
"Nai... ayo kita main ini, lihat hadiahnya itu besar sekali" ucap Tiara kepada Naira.
"dih kaya anak kecil aja sih Ra" ujar Rey melihat tingkah adiknya itu seperti anak kecil menurutnya
"dih.. kak Rey sewot mulu ih, sudah kalau begitu biar kak Rey mainin, pokoknya dapetin boneka itu untuk Naira" ucap Tiara kepada kakak kandunganya itu Rey.
"apa? kok aku!" ucap Rey kepada Tiara
"biarin.. cepetan mainin gak" ujar Tiara seraya memberikan beberapa bola kepada Rey
Rey mengambil bola itu dan kini melemperi kaleng kaleng yang berada jauh di hadapannya.
"dapetin ya kak, kalau gak dapet gak pulang loh!" ujar Tiara seraya menyilangkan kedua tangannya di depan dada
"issh bawel banget dah adek kayak lu, mana mungkin bisa kaya gitu" ujar Rey sedikit kesal.
Naira seketika tertawa melihat perdebatan antara adik dan kakak itu yang tidak henti hentinya bagi mereka.
beberapa Jam kini Rey bisa memenangkan permainan itu, tampak di wajah peria itu, terlihat sangat lelah.
"ya.. kak Rey baru main satu loh, kok udah loyo sih kak" ucap Tiara yang melihat Rey duduk di sana
"kamu pikir kaki ku tidak mati rasa apa!, berjam jam berdiri di sini, kalian malah enak enakan jajan, aahh sudah aku sudah mendapatkan boneknya!" ucap Rey kini mengangkat tinggi boneka itu dan di berikannya kepada Naira.
"loh kok untuk Naira sih kak?" tanya Naira kepada Rey
__ADS_1
"Anggap saja hadiah dari kami Nai, untuk kamu yang sudah di terima bekerja di perusahaan itu" jawab Tiara kepada Naira
Naira seketika tersenyum dan kini memeluk tubuh Tiara.
"ahh sudahlah.. jangan penuh drama, aku lelah, aku ingin duduk kaki ku mati rasa akibat berdiri berjam jam" ucap Rey yang kini berjalan terlebih dahulu meninggalkan Naira dan Tiara disana
Niara dan Tiara seketika tertawa pecah, melihat Rey yang berjalan seperti itu, Rey spontan menatap kearah mereka berdua dengan tatapan tajam.
Naira dan Tiara kini berlari menuju tempat duduk untuk beristirahat sejenak disana.
****
"ahhh sudah lama ya Nai, tidak seperti ini.. terakhir kali kita ketemu saat kamu duduk di bangku SD kelas ,4 dan aku kelas 3 " ucap Tiara kepada Naira
"hemm iya Ra" jawab Naira
"oh.. bagaimana kalau kita main rumah hantu" ujar Tiara kepada mereka berdua
"boleh.." ucap Naira
"tidak..!" ucap Rey
Naira dan Tiara kini menatap kearah Rey, dengan tatapan bingung
"kak Rey takut huh, cowok kok takut!" ejek Tiara kepada Rey
"tidak.. a aku tidak takut!" sahut Rey
"tidak.. baiklah aku ikut" sahut Rey dan kini mereka beranjak menuju rumah hantu
di sebuah permainan tampak dari luar terlihat rumah hantu itu cukup besar, Rey, Naira dan Tiara menatap jauh kerumah itu, dan kini beranjak masuk kesana
Di dalam rumah hantu kini mereka bertiga telah berjalan menelusuri seluruh ruangan itu, namun seketika
Deg... Brak..
"Aaahh..!! " teriak Rey terkejut melihat hantu bohongan yang kini berada di hadapannya
"aah.." gumam Rey seraya memegang dadanya
Bruk...
Rey menepuk pelan dinding rumah hantu itu, tampak dari belakang Naira dan Tiara kini tersenyum nakal dan memikirkan sesuatu.
Naira dan Tiara kini beranjak bersembuyi di sebuah ruangan dan bergegas memakai kostum hantu
saat mereka telah selesai Naira dan Tiara kini berjalan menghampiri Rey, yang berada di hadapan mereka berdua..
srek..
Naira menyentuh sedikit pundak Rey, dan spontan pria itu kini mebalikan tubuhnya dan seketika
__ADS_1
Deg...
Rey berteriak dan terjatuh kelantai, dengan wajah yang terlihat sangat ketakutan, Naira dan Tiara kini mereka berdua tertawa terbahak bahak, melihat wajah Rey yang begitu lucu bagi mereka.
"kalian?" ucap Rey yang kini menatap keberadaan mereka berdua, Rey beranjak bangkit dari sana dan kini menatap tajam kearah Naira dan Tiara.
namun saat mereka tengah tertawa, namun dari arah belakang sebuah tangan kini menyentuh pundak Tiara.
dengan spontan mereka bertiga menatap kearah datangnya orang itu dan ternyata.
Deg...
Rey, Naira dan Tiara sontak teriak, dan serya berlari berhamburan menuju luar rumah hantu dengan terburu buru
"lah.. kok lari" ucap hantu bohongan itu yang melihat kearah mereka bertiga yang berlari ketakutan.
"ah.. sudahlah" gumamnya yang kini berjalan melompat seraya menuju kembali keruangannya namun tanpa sengaja kini hantu bohongan itu terjatuh.
akibat kain yang digunakannya terkait di kakinya dan membuatnya terjungkal kebawah.
namun dengan spontan pengunjung lainnya juga ikut berteriak dan seketika berlari menuju arah luar rumah hantu itu.
bruk.. prak.. dung.
"encok punggung ku" gumam hantu pocong bohongan itu yang ternyata terinjak injak oleh pengunjung lainnya saat hendak berlarian.
***
di luar rumah hantu kini Naira dan kedua sepupuhnya seketika tertawa terbahak bahak, mengingat tingkah konyol mereka barusan.
"ahh hh... sudah sudah.. aku haus, kita cari makanan dan minuman sekarang, ini sudah mulai terlihat gelap, dari tadi kita belum makan sesuatu kan." ucap Rey kepada mereka berdua.
Naira dan kedua sepupuhnya itu kini beranjak menuju bazar makanan, sesaat mereka telah tiba di sana, Naira menatap keseluruh pedagang seraya mencari makanan yang ingin mereka makan.
"di sana saja Nai!" tunju Rey kearah salah satu pedagang di sana
Mereka bertiga kini beranjak menuju tempat itu, dan tampak di sana banyak menu makanan, Naira mencicipi salah satu makanan yang ada di situ.
"hemm ini enak, bik saya mau pesen ini ya!" ucap Naira kepada penjual itu
"kami juga bik!" sahut mereka berdua
Kini penjual itu membungkuskan beberapa makanan yang telah mereka beli, dan beberapa minuman.
-
-
-
-
__ADS_1
-