Menikahi Pria Masa Kecilku

Menikahi Pria Masa Kecilku
Bab 37


__ADS_3

srek.. Naira kini meketakan semua barang yang barusan di ambilanya, di trolli yang Satya bawa.


"lain kali hati hati, bagimana jika tadi saya tidak lihat, mungkin bapak itu akan membayar begitu banyak nanti!" ucap Satya kepada Naira.


"eng.. maaf Mas, Naira gak lihat tadi!" ucap Naira.


"mmh.. sudah, apa masih ada lagi yang kamu beli?" tanya Satya kepada Naira.


Naira seketika berjongkok dibawah, Satya spontan menatap Naira yang tiba tiba berjongkok di sana, Naira seketika mengambil sebuah sneck yang cukup besar dan kini meletakannya di trolli mereka.


"sudah Mas!" ucap Naira dengan wajah yang kini menatap Satya.


Satya yang melihat Naira menaruh begitu banyak sneck kini pria itu menghela nafasnya dan beranjak pergi menuju meja kasir untuk membayar semua barang belanjaan mereka.


Selang beberapa lama setelah mereka selesai membayar, kini mereka bergegas kembali menuju mobil.


Dan sesampainya di dalam sana, Satya kini melajukan mobilnya meninggalkan Market tersebut dan menuju pulang kerumah mereka.


...🍀🍀🍀...


Pukul 15.00


Mereka berdua kini telah tiba di rumah, Naira yang masih berada di dalam mobil kini beranjak turun dari mobil dan diikuti Satya.


"Sandi? tolong kamu bawa semua barang belanjaan ke dalam ya." pinta Satya kepada Sandi.


"baik Tuan!" jawab Sandi.


Satya kini beranjak masuk kedalam rumahnya sesaat mereka telah tiba di loby rumah Satya dan Naira seketika di kejutkan dengan keberadaan kedua orang tuanya Satya yang tiba tiba berada di barisan anak tangga.


"Satya? Naira?" panggil buk Wulan membuyarkan kesibukan mereka.


Spontan Naira dan Satya menatap kedua orangtua itu yang kini berdiri agak jauh dari hadapan mereka.


"Mamah?" panggil Naira dan Satya bersamaan.


Trak.. trak...


suara langkah kaki yang kini beranjak turun dari anak tangga.


"Kapan Mamah sama Papah datang kemari?" tanya Satya bingung kepada buk Wulan.


"Belum lama juga Mamah sama Papah datang, Nai kamu udah baik kan sayang?" ucap buk Wulan sembari bertanya kepada Naira.


"Eng.. Naira udah baikan kok Mah!" Jawab Naira.


"Satya jaga kamu dengan baik kan?" tanya buk Wulan lagi.


Naira dan Satya seketika saling pandang satu sama lain.


"Mas Satya jagain Naira dengan baik kok Mah, Mamah gak perlu cemas!" ucap Naira.


"yasudah.. lebih baik kalian istirahat saja dulu di kamar kalian gih!" pinta Maah kepada Naira dan Satya.

__ADS_1


"Satya belum mau istirahat Satya mau ngecek berkas dul...."


"tidak.. jangan kerja dulu, istirahat aja di kamar.. mau sampai kapan kamu terus terusan bekerja!" ujar buk Wulan kepada Satya.


"tapi.. Mah!"


"Tidak ada tapi tapian.. kekamar!" pinta buk Wulan.


"Satya udah besar Mah.. bukan anak kecil lagi loh!" ucap Satya.


Buk Wulan seketika menatap tajam Satya yang selalu membantah, Satya yang menyadari tatapan itu seketika pria itu menurut saja.


...🍀🍀🍀...


"yaudah.. iya Satya kekamar!" ujar Satya yang kini berlalu menuju kamarnya.


Naira yang masih berada di sana, menatap bingung sifat Satya yang selalu berbeda saat dirumah dan di luar rumah.


Namun saat dirinya tengah melamun Naira seketika di kejutkan dengan suara Satya yang kini memanggilnya


"kenapa kamu masih diam di sana?" ucap Satya kepada Naira yang kini terlihat pria itu tengah menunggunya.


"oh.. eng iya Mas!" jawab Naira.


Naira seketika menatap ibu mertuanya itu sekilas dan kini beranjak naik kelantai atas mengikuti Satya menuju kekamar mereka berdua.


Di dalam kamar Naira yang kini sudah berada di sana, kini dirinya berlalu menuju tempat tidur sembari merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.


brukk...


Naira yang kini masih menatap kelangit langit kamar nya seketika dari arah kamar mandi, terlihat Satya yang kini hanya menggunakan handuk yang menutupi sebagian tubuh pria itu.


Tampak Satya yang kini tengah berada di dalam kamarnya yang kini sibuk mencari shampoo dan cream pembersih wajahnya.


"ck.. dimana Rani menyimpan shampoo dan pembersih wajah yang ku minta!" gerutu Satya.


Naira yang sedari tadi sibuk menatap langit kamar itu, saat dirinya mendengar sebuah suara, spontan Naira menatap kearah suara itu.


Naira tersentak kaget melihat Satya yang kini masih berada di sana dengan menggunkan handuk saja, Naira seketika berteriak sembari menutup matanya dengan telapak tangannya.


"Aaa..!" teriak Naira.


Spontan Satya menatap kearah Naira yang dimana gadis itu tengah berteriak.


Satya yang merasa bingung kini menghampiri gadis itu yang masih berbaring di atas tempat tidur.


bruk..


Satya seketika memukul pelan pundak Naira untuk menyadarkan gadis itu.


Naira seketia membuka matanya dan kini menatap Satya yang berdiri tepat di hadapannya dengan keadaan telan** dada.


Naira lagi lagi terkejut melihat Satya yang seperti itu, tanpa sadar Naira menendang Satya dan membuat pria itu ambruk menimpa tubuhnya.

__ADS_1


bruk..


"Ahk.." pekik Satya menahan sakit di area bawahnya akibat tendangan dari Naira.


Deg..


Naira seketika membuka kembali matanya dan kini melihat Satya berada tepat di atas tubuhnya.


"Mas Satya?" panggil Naira dengan masih menatap takut Satya.


...🍀🍀🍀...


Namun secara bersamaan dari arah luar, buk Wulan yang kini ingin memanggil Naira seketika wanita paruh baya itu di kejutkan dengan Satya dan Naira yang seperti itu spontan Satya dan Naira menatap keberadaan buk Wulan yang kini berada di kamar mereka.


Deg..


"Oh.. Maaf jika Mamah ganggu kalian!" ucap buk Wulan.


Satya dan Naira seketika membulatkan kedua bola matanya melihat Mamahnya ada di sana, buk Wulan dengan cepat menutup kembali pintu kamar itu.


Lagi lagi Naira tanpa sadar mendorong Satya dan membuat pria itu jatuh kelantai.


Brukk


"Akhh..!" pekik Satya kesekian kalinya menahan sakit akibat ulah Naira.


Naira yang kini menyadari Satya terjatuh sontak gadis itu menatap kearah Satya.


"Mas Satya?" panggil Naira sedikit takut.


"Naira?" gumam Satya yang masih berada di lantai memanggil Naira dengan nada suara penuh penekanan.


"Maaf Mas Naira gak sengaja!" ucap Naira.


"ada apa dengan gadis ini, barusan dia menendang ku sekarang dia mendorong ku!" batin Satya.


Naira yang masih menatap Satya yang terdiam di sana seketika gadis itu bersuara kesekian kalinya.


"Mas Satya?" panggil Naira.


Satya beranjak dari sana dan kini menatap sekilas wajah gadis itu yang masih menatapnya, Satya kembali masuk kekamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Namun di lain sisi terlihat buk Wulan yang baru saja turun dari lantai atas kini beranjak menghampiri suaminya.


"Pah?" panggil buk Wulan kepada Pak Marchel.


"ada apa Mah!" Sahut pak Marchel.


"Papah tau barusan tadi apa yang Mamah lihat." ucap buk Wulan yang kini ingin memberitahu suaminya.


"Apa?" tanya pak Marchel balik.


Buk Wulan seketika membisikan sesuatu kepada suaminya itu tampak di wajah pak Marchel sedikit bingung.

__ADS_1


...☘️☘️☘️...


...𝐭𝐨 𝐛𝐞 𝐜𝐨𝐧𝐭𝐢𝐧𝐮𝐞...


__ADS_2