
Tepat pukul satu siang, Naira yang masih berada di ruang kerja milik Satya dengan memperlihatkan Satya yang dimana pria tersebut yang kini tengah sibuk mengotak atik handphone nya.
Naira yang dari tadi sibuk, di sebuah meja yang terletak di sisi kanan ruangan itu, yang dimana memperlihatkan gadis itu yang tengah menyalin sebuah data data dokumen yang barusan di kerjakannya, namun secara bersamaan tampak dari sebuah handphone milik Naira kini berbunyi, mendapat notif sebuah pesan dari seseorang yang tak lain Winda.
Naira segera meraih handphone nya dan membuka isi pesan tersebut.
" btw, emang pak Satya setuju soal itu? " balas Winda dalam sebuah pesan.
" iya " jawab Naira, yang kini membalas pesan dari Winda dan segera meletakan kembali handphone nya dan kini beralih menatap kearah dimana Satya berada.
" pak saya sudah selesaikan semuanya, sekarang apa saya sudah boleh keluar? " tanya Naira kepada Satya.
" mmmh " sahut Satya tanpa menatap kearah Naira dan masih fokus menatap layar ponsel miliknya.
" okeh " sahut Naira pelan dan kini beranjak pergi dari ruangan itu dan berlalu menemui Winda tanpa di ketahui oleh Satya.
Sesampainya di luar ruangan Naira bergegas menuju dimana Winda berada saat ini, yang dimana gadis itu tengah menunggunya di luar perusahaan.
trak.. Trak.. Suara heels yang saling bersautan.
" gimana? Jadi hari ini? " tanya Winda kepada Naira yang kini telah tiba di sana.
" jadi kok, ayo.. Sudah lama sekali kita gak jalan jalan " ucap Naira bersemangat.
Winda terkekeh dan kini menunjukan semangatnya sembari berlalu menuju sebuah taxi yang telah di pesannya.
bamm.
" pak.. Ke jalan Lingsih 05 ya pak " ujar Winda kepada sopir taxi tersebut.
" iyah neng " sahut sopir taxi itu dan kini melajukan mobilnya meninggalkan prusahaan tersebut menuju ke sebuah jalan yang dimana tempat mall yang akan mereka tuju.
Selang beberapa lama di perjalanan, kini mereka berdua telah tiba di sebuah mall besar yang terletak tak jauh dari balai kota yang cukup terkenal.
" jadi kita akan shoping hari ini? " tanya Naira dengan wajah menatap sekilas kearah Winda yang masih membayar taxi tersebut.
__ADS_1
" mmh iya " sahut Winda yang kini melangkah mendekati Naira sembari merangkul pundak sahabatnya itu.
" jadi jangan sia siakan waktu yang telah ku curi ini, kau tau pak Satya begitu juga pak Rendi tidak tau soal kita pergi saat ini " tukas Winda berbisik ketelingat Naira.
" eh.. Jadi kita hari ini bolos kerja gitu " ujar Naira mengerti maksud perkataan Winda barusan.
" yap " sahut Winda mantap.
" ayo kita ke sana sekarang " timpal Winda yang kini menarik tangan Naira menuju ke dalam mall tersebut.
" tunggu, aku lupa sesuatu " ucap Naira yang kini menghentikan langkahnya.
" apanya? Apa yang kau lupakan saat ini? " tanya Winda bingung.
" aku lupa membawa ponsel ku bersamaku, aku meninggalkannya di atas meja kerja, saat terakhir kali aku membalas pesan mu " ujar Naira dengan wajah kelimpungan.
" bagaimana bisa kau melupakan nya " sahut Winda yang juga ikut kelimpungan.
" bagaimana jika mas Satya menelpon ku, mencari ku, dan saat dia tau kalau aku tidak ada di perusahaan saat ini, hh bisa bisa gawat kalo mas Satya cariin nanti " batin Naira.
Di dalam mall, Naira dan Winda yang dimana keduanya kini telah berada di salah satu store khusus pria, Naira yang melihat Winda membawanya menuju store tersebut seketika dirinya bersuara bertanya kepada sahabatnya itu.
" kita kemari? Mau ngapain? " tanya Naira bingung.
" temanin aku dulu, buat beliin keponakan dia nitip soal nya " jelas Winda kepada Naira.
" oh kirain tadi buat pacar " tukas Naira menggoda Winda.
" dih apaan cobak, sudah kita masuk dulu " sahut Winda yang kini menarik tangan Naira untuk ikut masuk kedalam sana.
Sesampainya di dalam store tersebut Naira kini beranjak ke sebuah lemari yang di penuhi pakaian pria dari harga yang terbilang cukup mahal sampai yang paling termahal.
Naira menatap satu persatu baju jas begitu juga kemeja pria yang terpajang rapi di dalam sebuah lemari etalase kaca yang cukup besar di hadapannya.
Namun seketika pandangannya kini tertuju ke sebuah sepatu pria yang tak jauh dari hadapannya, Naira beranjak menghampiri dan kini mengambil salah satunya.
__ADS_1
" ini menarik sekali, tapi aku tidak tau ukuran kaki mas.. " ucap Naira tersela saat Winda yang kini memukul pelan pundaknya.
" cie.. Lagi cariin buat pacar ya, eh.. Ngomong ngomong siapa tadi yang kamu katakan barusan? Mas? Nai kamu udah punya pacar? Atau.... Jangan jangan? " ucap Winda penuh selidik.
" eng.. salah denger kali, kan aku udah bilang kalau aku punya sepupuh laki laki " ujar Naira berbohong.
" serius? Tapi.. Kalo di pikir pikir, kamu kasih ini buat sepupuh kamu, apa gak kemahalan? coba lihat tu harganya setengah gaji perbulan kita loh Nai " tukas Winda sembari menunjuk harga yang terpampang di samping sepatu tersebut.
" belum kepikiran juga, aku juga gak tau ukuran kakinya " cetus Naira yang kini menaruh kembali sepatu tersebut.
" tapi kalo kamu mau belinya, gapap kok Nai, lagian sepupuh kamu pasti juga suka nantinya " sambung Winda.
" nanti saja " sahut Naira.
" eh Nai.. ngomong ngomong, kan kamu punya sepupuh, kenalin dong " ucap Winda menggoda Naira.
" ehh bisa bisa nya, tu sama mantan kesayangan mu tu Farhan " tukas Naira menggoda balik Winda.
" ogah gue, sama tu cowok Nai, masih mending sama pak Satya aja " ucap Winda kepada Naira.
" serius mau sama pak Satya? " tanya Naira yang kini menatap lekat Winda.
" ya nggak lah, lagian mana mau bos sama anak buahnya, kecuali kalo udah jodoh sih iya " sahut Winda lagi.
" oh ngomong ngomong ya Nai, eng.. Soal pak Satya kok akhir akhir ini, gue sering liat kalian berdua, apa kalian... " ujar Winda kepada Naira.
" mikirin apaan lagi sih, tadi pak Rendi sekarang pak Satya, lama lama pusing juga kepala ku dengerin gosip yang nggak nggak " cetus Naira jengkel.
" heheh maaf Nai, yaudah ayo kita ke cafe yang ada di mall sekarang, perut gue udah bunyi nih, cacing nya udah minta " ujar Winda yang kini beralalu pergi menuju luar store tersebut dan diikuti Naira dari arah belakang gadis itu sembari menelusuri keramaian yang ada di dalam mall tersebut.
di sebuah cafe little sweet, Naira begitu juga Winda yang kini baru tiba di cafe tersebut namun saat mereka hendak masuk kedalam cafe itu tiba tiba seseorang kini menabrak Naira dan membuat dirinya hampir terjatuh.
" ****, ck... Punya mat.. " ucap seorang gadis kepada Naira dengan nada bicara yang tampak marah.
...***...
__ADS_1