
selang beberapa lama kini pesanan mereka telah tiba, Naira dan Winda bergegas menyantap makanan itu seraya mengobrol tentang pekerjaan
namun saat mereka tengah asik mengobrol, tiba tiba.. terlihat dari arah luar kantin Rendi yang kini berada di sana bersama Farel dan Meta, yang hendak makan siang di kantin itu
Rendi yang baru saja tiba di sana, kini matanya teralihkan menatap kearah Naira yang duduk di tengah tengah ruangan, Rendi segera menuju sebuah meja kosong yang tak jauh dari meja Naira dan Winda berada.
Farel dan Meta seketika terlihat bingung dengan atasan mereka itu, yang tak biasanya duduk di sebuah meja yang merupakan tempat para karyawan makan siang.
trak..
Rendi kini telah duduk di sana, seraya menatap intens Naira yang tak menghiraukan kehadirannya.
"pak? apa pak Rendi ingin duduk disini?" tanya Meta kepada atasannya itu
"hemm.. iya" jawab Rendi singkat
Meta dan Farel kini juga ikut duduk disana dan bergegas memanggil pelayan untuk memesan makanan untuk mereka bertiga, saat Farel sudah selesai memesan namun seketika Rendi bersuara.
"Far? kudengar anak anak IT ingin ngadain makan malam bersama?" tanya Rendi kepada Farel
"hemm iya pak, yang saya tau mereka mengadakan makan malam itu sebuah restoran khas korea yang akan di adakan lusa malam pak" jawab Farel menjelaskan kepada Rendi
Rendi seketika mengalihkan pandangannya kini menatap kembali Naira yang masih berada di sana, Farel dan Meta seketika di buat bingung dengan tingkah atasannya itu.
namum dengan rasa penasaran, kini mereka berdua juga mencuri pandang kearah dimana mata Rendi tertuju.
"Far? siapa gadis itu? kenapa dari tadi pak Rendi liatin gadis itu?" tanya Meta yang kini menayadari pandangan Rendi seraya berbisik kepada Farel
"mana gue tau, lagian gue juga nggak semua anak IT yang gue kenal" jawab Farel yang juga ikut berbisik
namun di sisi lain Rendi yang kini menyadari tingkah Farel dan Meta yang saling berbisik satu satu sama lain, Rendi seketika mengerutkan alisnya menatap bingung dengan bawahannya itu.
"Apa yang kalian bicarakan?" tanya Rendi membuyarkan kesibukan bawahannya itu
Deg....
"eng.. tidak.. ada pak tidak ada apa apa hehe" jawab Farel dan Meta bersamaan.
"sudah kita makan sekarang, nanti keburu waktu makan siangnya habis" ucap Rendi yang kini menikmati makanannya.
selang beberapa menit Naira dan Winda hendak beranjak dari kantin, namun tanpa sengaja Naira menatap keberadaan Rendi yang berada tak jauh dari mejanya.
Naira seketika membulatkan kedua matanya dan kini bergegas pergi menuju luar kantin.
Winda yang menyadari Naira berlalu dengan tergesa gesa, seketika dirinya menatap bingung tingkah Naira yang seperti itu
"Nai? ya tuhan tu anak ngapain main tinggal tinggal segala" ucap Winda yang kini ikut tergesa gesa.
__ADS_1
***
di ruang IT Naira yang kini sudah tiba di sana bergegas duduk di bangku kerjanya.
Winda yang juga baru tiba di sana, kini dirinya menatap bingung Naira yang sudah berada di bangku kerjanya.
"cepet banget sih Nai? capek tau" ucap Winda dengan nafas tersengal.
"hehe maaf ya Win, lupa tadi gue perginya sama lu barusan!" ucap Naira seraya terkekeh
"huh.. iya gue maafin"
bruk
Winda beranjak duduk di bangkunya dan kini kembali membukan laptopnya, namun seketika.
Deg...
"Ahhh..hantu!!" teriak Winda yang kini menatap layar laptopnya yang belum menyala.
Naira seketika menatap layar laptop Winda yang dimana terlihat pantulan seseorang dari jendela di belakang mereka
"Win bukankah itu mantan kekasih mu?" ujar Naira yang sedikit bisa mengenali wajah itu
"eng??" gumam Winda yang kini menatap kembali layar laptopnya dan seraya menatap kearah belakang yang dimana ternyata disana ada Farhan
"ngapain loe disitu?" tanya Winda yang kini menatap keberadaan Farhan disana
Naira yang menyadari tatapan itu seketika dirinya menganggukan kepalanya, menyetujui permintaan Farhan.
Winda seketika membulatkan kedua matanya dan kini memanyunkan mulutnya.
"ck.." gumam Winda yang kini beranjak menuju luar menemui Farhan yang masih menunggunya di sana.
namun di sisi lain Naira yang kini masih berada di ruangan kerjanya, tiba tiba dari arah luar seseorang memanggil dirinya.
Naira sontak memalingkan wajahnya menatap keberadaan orang itu, terlihat Farel yang kini menunggunya.
"saya pak?" tanya Naira mengulangi.
"iya kamu, Direktur memanggil kamu!" ujar Farel mengulangi perkataanya
Naira seketika menelan ludahnya dengan kasar, dan bergegas mengikuti Farel menuju ruangan Direktur, di sepanjang perjalanan Naira hanya berdiam saja, seraya memikirkan sesuatu.
Di ruangan Direktur, kini Naira dan Farel sudah tiba disana, Farel mengetuk pintu tersebut, tampak dari dalam ruangan itu terdengar suara seseorang meminta mereka segera masuk kedalam sana
Farel seketika menatap Naira dan kini membuka kam pintu ruangan itu seraya meminta gadis itu masuk kedalam sana, Naira menganggukan kepalanya dan kini nurut masuk kedalam ruangan itu.
__ADS_1
Ckle...
Di dalam ruangan Direktur
"selamat siang pak?" ucap Naira sopan
Tak lama sosok pria tersebut kini memutar bangku kerjanya dan seraya menatap keberadaan Naira yang kini sudah berada di hadapannya.
Deg
Naira seketika terkejut melihat sosok Rendi yang kini berada di hadapannya.
"eng!!" gumam Naira terlihat canggung dengan situasi diruangan itu, namun Naira mencoba menenangkan perasaannya
"Eng.. ada apa pak Rendi memanggil saya?" tanya Naira kepada Rendi
Rendi seketika tersenyum mendengar Naira memanggilnya seperti itu, Naira yang menyadari Rendi tersenyum seketika dirinya terdiam menatap pria itu
"Nai? kau tidak perlu memanggilku seperti itu, panggil saja seperti biasa" ujar Rendi seraya tersenyum kepada Naira
"eng..baiklah Ren" jawab Naira sedikit tersenyum
"hemm, Nai.. besok malam apa kamu sibuk?" tanya Rendi kepada Naira.
"besok malam? eng.. tidak pak... eh maksudku Ren." Jawab Naira canggung
"hemm baiklah, besok malam aku ingin mengajak mu ke sebuah pameran." ujar Rendi kepada Naira
"eng.. p pameran?" tanya Naira bingung
"mmh ya, jangan menolak ajakan ku lagi kali ini Naira Anandya." ucap Rendi kepada Naira seraya tersenyum kearah gadis itu
Naira seketika tertegun dan kini teringat akan ajakan Rendi yang seringkali memintanya untuk pergi bersama pria itu, namun Naira terus menolak permintaan Rendi kepadanya.
apalah daya Naira yang kini tidak bisa menolak lagi permintaan Rendi, Naira seketika menganggukan kepalanya dan menyetujui permintaan Rendi kepadanya.
beberapa menit Naira kini telah kembali keruangannya di sepanjang perjalanan menuju ruangnnya Naira seketika menabrak seseorang yang kini berjalan di hadapannya.
Bruk....
"eng.. M maaf pak, saya tidak sengaja!!" ucap Naira kepada pria itu seraya berjongkok, memunguti berkas berkas yang berhamburan di sana
pria itu tak menjawab perkataan Naira, melainkah hanya menatap berkas berkas tersebut dan segera mengambilnya.
Serek...
Deg
__ADS_1
Naira seketika terkejut, saat pria itu mengambil berkas di tangannya yang telah dirinya kumpulkan.