Menikahi Pria Masa Kecilku

Menikahi Pria Masa Kecilku
Bab 58


__ADS_3

...bijak dalam membaca, pembaca di bawah umur di harapkan skip...


...zona 18-21++...


Selang beberapa lama di perjalanan, Satya begitu juga Naira yang kini telah tiba di rumah mereka, kini keduanya segera beranjak keluar dari mobil dan berlalu menuju kedalam rumah.


Satya yang melihat Naira berdiam diri dari tadi, seketika pria itu menarik lembut tangan gadis itu dan sembari mengalihkan tubuh Naira menghadap kearah dimana Satya berada.


" jangan gini Naira, mas gak mau lihat kamu diam dari tadi " ucap Satya yang kini menatap kedua mata cantik gadis itu.


" iya mas " sahut Naira pelan.


Satya spontan memeluk tubuh Naira kesekian kalinya dan kini menatap kembali wajah gadis itu dan seketika sebuah kecupan lembut kini mendarat di bibir mungil berwarna merah muda itu, Satya seketika ******* nya dan sesekali menggit pelan bibir itu, seakan akan meminta cela untuk dirinya.


Naira yang sudah tak sanggup menahan ciuman itu, seketika dirinya membalas ciuman tersebut dengan sedikit agresif.


" lanjutin di dalam aja ya, mas mau kamu malam ini " ucap Satya yang kini menatap wajah Naira yang begitu bersemu merah menahan rasa malu.


Naira spontan menganggukan kepalanya dan tanpa basa basi Satya menggendong tubuh Naira dan membawanya masuk kedalam kamar dan kini sedikit membantingnya di atas tempat tidur utama di rumah itu.


Satya yang dimana pria itu kini menatap intens wajah Naira yang begitu cantik dengan wajah yang terlihat sedikit gemukan dari biasanya.


Tanpa basa basi Satya kini memulai permainannya perlahan demi perlahan menjelajahi tubuh Naira yang terluhat berisi.


" mua*h... " satu kecupan kini mendarat di dada Naira yang begitu mulus dan putih seputih susu.


Satya perlahan lahan menurun kan ciumannya keperut gadis itu dan seketika kecupannya terhenti, sesaat dirinya menatap lekat perut Naira yang sudah tampak berbeda.


" Naira? " panggil Satya yang kini menyentuh perut polos Naira dan sedikit menekannya sembari merasakan sedikit keras pada perut gadis itu.


" iya mas " sahut Naira yang kini menatap Satya.


" kamu lagi hamil? " tanya Satya kepada Naira.


" eng.. nggak kok mas " cetus Naira.


" kamu sudah datang bulan gak? " tanya Satya yang kini menatap kembali Naira.


Naira sontak berpikir keras dan kini menatap kearah sebuah kalender kecil yang terdapat di atas meja samping tempat tidurnya.


" eng " gumam Naira yang kini membolak balikan kalender tersebut.


" Naira telat 3 bulan 3 minggu mas " ucap Naira yang kini masih menatap kearah kalender tersebut.

__ADS_1


" tapi gak mungkin kan Naira hamil mas? Lagi pula gak ada tanda tanda juga " timpal Naira yang kini menatap kembali Satya.


" mungkin Naira habis makan, jadi perutnya berisi gitu " sahut Naira yang kini memegang perutnya.


" besok lakukan pengecekan, setelah itu baru kedokter, untuk mastiin dulu " ujar Satya yang kini berbaring di atas tubuh Naira. Sembari memeluk tubuh gadis itu.


" iya " sahut Naira.


" jangan iya iya aja " sahut Satya yang kini mengurungkan niatnya.


" iya mas Satya, sayang ku cinta ku, bawel banget sumpah " cetus Naira jengkel, sembari menatap Satya yang kini berbaring di sampingnya.


" udah!? " tanya Naira.


" gak jadi, tidur aja udah malam " ujar Satya yang kini memejamkan kedua bola matanya untuk lekas tidur.


" mas Satya? " panggil Naira kesekian kalinya.


" mmh!? " sahut Satya dengan mata yang masih terpejam.


" besok Naira mau izin kerumah ibuk boleh? " pinta Naira kepada Satya.


" mmh! " jawab Satya yang kini tengah tertidur.


" kok mmh doang? " gerutu Naira.


" okeh, Good night mas Satya! " ucap Naira yang kini mengecup sekilas wajah pria itu dan sembari ikut larut dalam tidur mereka.


Malam kini telah berganti pagi, tampak dari arah tempat tidur, terlihat Satya begitu juga Naira yang kini masih tertidur pulas di atas tempat tidur.


" hoamm "


" huu.. jam berapa sekarang? " gumam Naira yang kini terbangun lebih awal sembari menatap kearah sebuah jam yang terletak di atas meja di samping tempat tidur mereka.


" ehh, sudah jam 6 lewat!? mas Satya gak ngantor hari ini? " gumam Naira yang kini menatap kearah Satya yang masih tertidur di balik selimut.


Naira segera beranjak turun dan kini berlalu pergi menuju kamar mandi, untuk segera membersihkan tubuhnya.


selang tak lama kemudian, Naira yang baru saja selesai membersihkan tubuhnya dan mengganti pakaiannya menggunakan pakaian biasa biasa saja, dan kini gadis itu segera beranjak menuju luar kamar dan berlalu ke sebuah ruang dapur untuk menyiapkan sarapan di sana.


" mau bikin apa ya? kopi sama roti panggang enak kali ya!? " ucap Naira kepada dirinya sendiri.


trak.. suara hentakan gelas kaca yang kini di letakan di atas meja.

__ADS_1


Namun tampak dari arah pintu dapur, seorang pria kini beranjak masuk kedalam sana, sembari menatap bingung sosok Naira yang tengah menikmati kopi hitam di pagi hari.


" kamu ngopi? gak biasa biasanya kamu ngopi? apa lagi kopi hitam, kamu paling gak suka!? " tukas Satya yang ternyata pria itu kini telah tiba di sana.


" mmh, pengen aja mas, mas Satya mau? " kata Naira sembari menyodorkan kopi kepada Satya.


" gak, mas mau minum air putih aja " jawab Satya yang kini berlalu menuju sebuah lemari es dan mengambil sebotol air mineral.


" masih pagi loh mas, udah minum air dingin aja!? " cetus Naira yang kini menatap kearah Satya yang meminum air.


" mmh, kenapa? " tanya Satya.


" nanti sakit perut gimana? " tukas Naira.


" gak akan kok, cuma sedikit doang! " jawab Satya yang kini meletakan botol tersebut di atas meja.


" kamu bikin sarapan apa? " tanya Satya yang kini beranjak menuju meja makan.


" roti panggang mas, mas Satya mau? " tanya Naira lagi.


" boleh " jawab Satya yang kini mengambil sepotong roti dan memakannya.


" mas Satya gak kerja? " tanya Naira.


" gak " jawab satya singkat.


" kenapa? " tanya Naira lagi.


" males! " sahut Satya yang kini meminum kopi Naira.


" loh, katanya gak mau kopi!? " ucap Naira yang kini melihat kearah kopimiliknya yang tersisa sedikit.


" mas seketika mau aja " ucap Satya.


" mas Satya labil amat sih! " cibir Naira kesal.


" cuma dikit kok sayang " sahut Satya yang kini beranjak membuka sebuah tirai yang masih menggantung di depan jendela dapur.


Naira seketika cemberut dan kini meneguk kembali kopinya dan segera berlalu pergi menuju halaman belakang rumah, untuk menikmati matahari pagi di sana.


" hhhmm aaaah " suara hembusan nafas yang di buang begitu saja.


Naira yang kini tengah asik berjalan jalan di taman belakang, tiba tiba dirinya kini menatap kearah sebuah pohon yang terletak di arah sebuah pagar besi, Naira segera beranjak menghampiri pohon tersebut dan sembari menatap kesana kemari mencari sesuatu.

__ADS_1


" pohon mangga siapa ini? apa punya tetangga? " gumam Naira yang kini menatap kearah pohon mangga yang berada tepat di hadapannya.


...🤍🤍🤍...


__ADS_2