
setiba mereka berdua di sebuah bazar yang dimana terdapat begitu orang yang menjual makanan bahkan segala macam hal baik asessoris dan keperluan yang lainnya di sana.
" mas Satya mau makan apa? " tanya Naira yang kini menatap satu persatu jajanan di sana.
" mmh mas juga gak tau mau makan apa!? " sahut Satya yang kini melihat kesana kemari mencari sesuatu untuk di makan.
" bisa bisanya mas Satya gak tau " cibir Naira yang kini duduk di bangku taman.
Satya sontak mengalihkan pandangnnya dan kini menatap kearah Naira yang duduk di bangku taman.
" kamu kenapa? " tanya Satya.
" capek mas, Naira mau duduk dulu sebentar, mas Satya duduk juga sini, sambil mikir mas mau makan apa! " tukas Naira kepada Satya sembari menarik lembut tangan pria itu.
Satya kini beranjak duduk di samping Naira sembari menatap kearah gadis itu yang dimana wajah Naira terlihat sedikit tembem.
Satya spontan mencubit pipih Naira dengan pelan sembari tertawa kecil.
" mas Satya ngapain sih? " tanya Naira yang kini menatap kearah Satya
" kok kamu gendutan sekarang? " ucap Satya yang kini masih tersenyum.
Naira spontan menatap Satya dengan tajam, sembari memegang wajah dirinya.
" gak kok, Naira gak gendutan, mas Satya aja kali yang salah liat " sahut Naira yang kini terlihat manyun.
" ehh, kok ngambek, tapi serius loh kamu gendutan " timpal Satya lagi yang kini menarik pelan pipih Naira yang begitu terasa kenyal.
" ihh mas Satya, Naira gak mau makan deh kalo gitu " cetus Naira yang kini terlihat jengkel.
Satya sontak tertawa kecil dan kini beranjak dari tempat duduknya sembari menarik tangan Naira untuk ikut bersamanya menuju kesebuah toko yang terletak di hadapan mereka.
" bik, pesen baso satu, pedes ya " ucap Satya kepada penjual tersebut.
" kok satu mas? " sahut naira.
" loh katanya gak mau makan tadi " goda Satya.
Naira spontan memalingkan wajahnya dan kini berlalu pergi meninggalkan Satya sendirian begitu saja.
" Nai? " panggil Satya yang kini buru buru mengejar gadis itu
Srek..
" mau kemana? " tanya Satya yang kini menghentikan gadis itu.
__ADS_1
" mau ke mobil " sahut Naira kesal.
" maafin mas, mas cuma bercanda kok, mau makan gak? " ujar Satya kepada Naira.
" nggak " sahut Naira singkat
" kamu masih marah, mas kan minta maaf, yaudah kita makan ayo " tukas Satya yang kini membujuk Naira.
" nggak udah kenyang " sahut naira lagi.
" sayang? " panggil Satya yang kini menatap lekat Naira.
Naira yang mendengar Satya memanggilnya seperti itu, seketika gadis itu menatap spontan kearah Satya yang kini menatap kearahnya.
" sayang maafin mas, yaudah kita makan ayo " ujar Satya yang kini menarik lembut tangan Naira dan membawanya kembali menuju tempat tersebut.
Selang beberapa lama, kini pesanan mereka telah selesai, Satya dan Naira segera menyantap makanan mereka dan sesekali mengobrol satu sama lain.
" hh, kenyang banget " kata Naira yang kini memegang perutnya.
Satya tersenyum dan kini memberikan segelas air kepada Naira.
" mau pulang? Apa masih mau jalan jalan disini dulu? " tanya Satya kepada Naira.
" yaudah kita pulang, mas bayar ini dulu, kamu tunggu di situ aja " pinta Satya yang kini beranjak dari tempat duduknya.
Satya segera membayar makanan mereka berdua dan kini beranjak dari sana dan kembali menuju mobil mereka yang terpakir tak jauh dari tempat mereka itu.
Di depan sebuah mobil hitam, Satya yang kini hendak memasuki mobilnya, namun seketika pandangannya tertuju kepada seseorang yang berada tak jauh di sampingnya
Deg..
Satya sontak menatap kaget orang tersebut yang kini menatap dingin dirinya begitu juga gadis di sampingnya.
" R Ren? " ucap Satya yang kini menatap kearah Rendi yang ternyata juga berada di sana.
Naira spontan mengalihkan pandangnnya menatap kearah pria yang kini berada tak jauh darinya, Naira seketika tertegun melihat sosok Rendi yang kini menatap kearah dirinya.
" oh, jadi... dia orang yang kau maksud Nai? " ucap Rendi yang kini menunjuk pelan Satya yang berdiri di samping gadis itu.
" Ren? " gumam Naira.
" kamu nolak aku waktu itu, karena alesan kamu di jodohin sama orangtua kamu? Jadi dia... yang kamu maksud Nai? " cetus Rendi yang kini menatap nanar Naira.
" pantas saja tadi saat gue bilang mau kerumah loe, tiba tiba wajah loe kaya panik gitu, sekarang gue tau alesannya " timpal Rendi lagi.
__ADS_1
" Rendi? " panggil Satya yang kini mencoba menenangkan suasana.
" apa? Apa loe senang kak? Loe telah rebut Naira dari gue, dia cinta pertama gue Satya " tukas Rendi yang kini menarik kuat kerah baju Satya dengan penuh amarah.
Srekk
Satya spontan melepaskan tangan pria itu dari bajunya
" gue tau loe cinta sama Naira, tapi loe harus sadar Ren, gue ini suami Naira " ucap Satya yang kini menjelaskan statusnya.
" ck.. sampai kapan pun gue gak bakalan anggap status pernikahan loe berdua " balas Rendi yang terlihat emosi
Brukk..
Satya seketika memukul keras wajah Rendi, tampak terlihat dari kedua mata Satya yang begitu menahan amarahnya.
" gue gak peduli loe mau anggap apa nggak, yang loe harus tau Naira sudah menjadi istri gue Ren " ucap Satya menekan kan perkataanya.
Satya kini menarik tangan Naira begitu saja dan berlalu pergi meninggalkan Rendi begitu saja disana, yang dimana terlihat di mata pria itu seperti menaruh rasa dendam yang begitu dalam.
" loe lihat aja Dirga, gue bakalan rebut Naira dari loe " gumam Rendi yang kini penuh rasa dendam.
Di perjalanan Satya yang kini berdiam diri, dengan wajah yang begitu terlihat jelas yang dimana dirinya seperti tengah menahan amarahnya.
Naira yang menyadari Satya tengah marah, namun dengan memberanikan dirinya untuk menangkan pria itu disana.
" m mas Satya? " panggil Naira yang kini menyentuh tangan kiri Satya yang berada di sisi kanannya.
" mmh " sahut Satya.
" mas Satya hiks.. hiks.. " ucap Naira yang dimana gadis itu terlihat menahan rasa takutnya.
Satya yang mendengar Naira tiba tiba menangis, seketika dirinya mengalihkan pandangnnya dan sembari menghentikan mobilnya begitu saja.
" Naira, kamu kenapa nangis? " tanya Satya bingung, dan kini menyentuh pundak Naira.
" Naira takut mas Satya " ucap Naira dalam isak tangis.
" sudah sudah, mas gak marah kok, kamu jangan gini mas jadi takut kan " ucap Satya yang kini memeluk tubuh Naira untuk menenangkan dirinya.
" hiks.. hiks.. mas Satya jangan kaya tadi, Naira takut " kata Naira kepada Satya yang dimana gadis itu melihat jelas kejadian tersebut.
" maafin mas Naira, yasudah jangan nangis ya, mas kan sudah minta maaf " ucap Satya yang masih memeluk Naira.
......
__ADS_1