Menikahi Pria Masa Kecilku

Menikahi Pria Masa Kecilku
Bab 30


__ADS_3

Di dalam kamar mereka, Naira kini merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur seraya menatap jauh langit langit kamar itu.


"Oh ya dengar dengar, malam ini anak anak akan ngadain sebuah game untuk mengisi waktu weekend, wah bakalan seseru apa nanti game nya!" Tukas Ayu kepada Winda dan Naira.


"Game?" sahut Naira yang kini menatap kearah Ayu.


"Iya sih gue juga denger katanya anak anak juga pengen melakukan jalan jalan menelusuri sebuah hutan yang tak jauh dari bukit ini, kalian lihat gak di belakang Villa ini ada jalan tuh, nah katanya besok pagi kita bakalan jalan jalan sekalian buat main game mencari sebuah bendera gitu." jelas Winda panjang lebar.


"mmh.. cukup menarik, boleh di coba!" sahut Naira.


Jam terus berlalu tampak hari sudah mulai terlihat soreh Naira dan teman temannya kini bergegas membersihkan tubuh mereka untuk bersiap siap untuk melakukan tugas mereka.


Naira, Winda dan begitu juga Ayu kini mereka bertiga bergegas keluar dari Villa dan beranjak menuju sebuah terpal yang dimana di sana tempat untuk mereka memasak makan malam diluar.


"seru banget masak di luar di temani pemandangan soreh di atas bukit!" ucap Winda.


Naira dan Ayu seketika tersenyum menatap Winda yang begitu menikmati suasana liburan di bukit.


Namun saat mereka tengah asik memandang sebuah permukiman dari atas bukit seketika seseorang datang dan kini membuat sedikit onar.


Trak..


Deg..


Naira dan teman temannya seketika terkejut dan kini mereka bertiga spontan menatap kearah suara itu.


"Heh.. apa kalian cuma bisa menikmati pemandangan dari sini saja, cepat masak ini." ucap orang itu kepada mereka bertiga.


"eh. Bukannya kita masak bersama sama Citra!" Ucap Naira kepada orang itu yang ternyata Citra.


"hh, kau pikir orang seperti ku harus berada di dapur, ck.. itu bukan tugas ku." ucap Citra seraya memainkan jari jarinya.


"ck..!" gumam Winda kesal.


"Sudah gak papa kok Win, jangan di ladenin." ujar Naira kepada Winda.


Citra menatap kesal kearah Naira seraya menyilangkan kedua tangannya di depan dadanya.


Waktu terus berjalan tampak hari sudah terlihat malam, Naira dan teman temannya kini bersiap untuk memasak makan malam.


namun di sisi lain.


Di rumah besar dan megah, Satya yang ternyata kedatangan Mamah nya tampak terlihat pria itu tengah lagi dalam situasi di marahi.


"Sat, kenapa kamu izinin Naira buat ikut liburan kerja?" tanya Mamah kepada Satya.

__ADS_1


"Kamu yakin banget ngelepasin Naira ikut liburan selama satu minggu Sat, bagaimana kalau terjadi apa apa?" Timoal Mamah.


Satya tak menyahuti perkataan Mamah nya melainkan pria itu hanya menatap diam kearah Mamahnya yang sibuk memarahi dirinya.


"Mah.. Naira udah besar loh, Satya gak mungkin ngelarang Naira buat liburan!" sahut Satya yang kini mulai berbicara.


"Iya Mamah tau, tapi Sat... Naira itu sekarang istri kamu, bukan orang lain lagi... jika terjadi apa apa kamu mau!" ucap Mamah kepada Satya.


"terus Mamah mau Satya apa? telpon Naira buat pulang kerumah?" tanya Satya.


Buk Wulan tak menyahuti perkataan Satya melainkan dirinya berpikir sejenak tentang apa yang dirinya rencanakan.


Namun di sisi lain, di Villa Naira yang masih sibuk memasak bersama Winda dan Ayu tampak mereka bertiga sangat bersemangat.


Namun di lain sisi Citra yang menatap tak suka keberadaan Naira terlihat gadis itu tengah memikirkan sesuatu.


pukul 19.00


trak..


Naira meletakan masakan yang mereka bertiga buat di atas meja.


Alex yang kini sudah kembali dan seraya menghampiri keberadaan Naira dan teman temannya di sana yang masih sibuk menyiapi makan malam.


"tu.. lagi asik menikmati pemandangan pak!" sahut Winda seraya menunjuk kearah Citra dan teman temannya.


Alex spontan menatap keberadaan Citra dan teman temannya yang masih duduk seraya menikmati pemandangan dari atas bukit itu.


"KALIAN?" panggil Alex teriak kepada Citra dan rombongannya.


Deg..


Citra dan begitu juga temannya sontak kaget dan kini menatap keberadaan Alex yang menatap tajam kearah mereka.


Citra spontan beranjak dari tempat duduknya dan diikuti teman temannya dengan tatapan sedikit takut.


"Kalian tau tugas kalian apa? kenapa kalian tidak bekerja sama? Kalian enak enakan duduk, begini saja setelah makan malam kalian cuci semua piring piring ini nantinya!" ujar Alex yang kini menatap kearah Citra dan teman temannya.


"eng.. i iya pak!" jawab mereka serempak.


"kalau kalian tidak bekerja sedikit pun, ingat setelah weekend kalian yang akan bekerja lembur." timpal Alex mengancam.


Citra menganggukan kepalanya dan kini menatap kesal kearah Naira dan begitu juga Winda dan Ayu.


"baiklah.. kalian istirahat dulu, sebentar lagi kita makan malam!" ucap Alex kepada Naira dan teman temannya.

__ADS_1


"baik Pak!" jawab mereka serempak.


Naira begitu juga Winda dan Ayu kini menganggukan kepala mereka dan seraya berlalu pergi meninggalkan terpal.


Selang beberapa lama Alex kini memanggil semua anggota untuk segera keluar untuk makan malam bersama, namun saat mereka tengah asik berkumpul seketika suara mobil kini memasuki sebuah perkarangan Villa tempat mereka menginap.


Naira begitu juga anggota lainnya kini menatap bingung mobil itu yang datang tiba tiba.


"Siapa?" gumam Naira kepada Winda dan Ayu.


"kita juga gak tau siapa Nai." jawab Winda.


tak lama dari dalam mobil tersebut tampak seorang pria yang kini keluar dari dalam mobil itu, selang beberapa lama seorang pria satu lagi kini juga ikut keluar dari dalam mobil itu.


Sontak semua mata kini menatap bingung kedua sosok pria itu yang kini tengah berada agak jauh dari mereka semua.


srek... srek...


suara langkah kaki.


Naira begitu juga Winda dan Ayu menatap lekat keberadaan pria pria itu yang kini berjalan memasuki halaman Villa.


Deg..


Naira tersontak kaget mendapati sosok pria yang begitu di kenalnya, Naira spontan mengalihkan pandangannya menatap kearah pria satunya lagi.


Deg...


Lagi lagi Naira di buat terkejut dengan kehadiran pria itu yang ternyata juga ikut berada di sana.


"eng... Direktur utama dan Wakil Direktur juga hadir kemari?" ucap Femas kepada mereka semua yang masih berdiam diri di sana yang masih menatap paku kedua pria itu.


"apa? D Direktur?" tanya Alex tak percaya dengan apa yang dirinya dengar.


Alex seketika terdiam seraya berpikir mengenai dirinya tidak mengundang para Direktur untuk ikut acara sederhana seperti itu.


"persaan aku tidak mengundang Direktur untuk ikut acara kecil kecilan seperti ini di Villa!" Batin Alex.


Srek.. srek..


"Halo semua?" ucap Rendi kepada mereka semua.


Tampak semua mata kini menatap kagum kepada mereka berdua yang kini berdiri tepat di hadapan mereka.


__ADS_1


__ADS_2