
"kamu yakin Sat, kamu bisa jagain Naira?" ucap buk Wulan sembari bertanya kepada Satya.
"iya Mah!" jawab Satya.
"baiklah.. kalian baik baik di sana, dan cepat pulang kerumah!" timpal buk Wulan lagi.
"Iya Mah.. Satya matiin dulu ya Mah!" ucap Satya sembari mengakhiri panggilan tersebut.
Satya kembali menaruh handphone nya dan tak lama terlihat Dokter Helen kini memasuki kamar itu.
"Maaf kedatangan saya sedikit terlambat Tuan Satya!" ucap Dr Helen kepada Satya.
"tidak masalah Dok!" jawab Satya.
Tak lama Dr Helen memeriksa keadaan Naira yang masih belum sadarkan dirinya, selang beberapa lama Dr Helen kini telah selesai memeriksa keadaan Naira dan memberitahu keadaan gadis itu kepada Satya.
...🍀🍀🍀...
"dia hanya terkena demam saja, tidak perlu khawatir soal ini, dan Tuan bisa memberikan obat ini jika demamnya kambuh!" ucap Dr Helen yang kini memberikan obat demam kepada Satya.
"eng.. baiklah!" ucap Satya.
"kalau begitu saya pamit pulang Tuan Satya!" ucap Dr Helen yang kini berlalu pergi menuju luar kamar itu.
Satya yang masih berada di dalam kamar Naira, dan kini menatap lekat wajah gadis itu yang belum kunjung sadarkan dirinya.
"begitu rentan sekali hanya terkena hujan kamu udah sakit seperti ini!" gumam Satya dengan mata yang masih menatap Naira.
Tak lama terlihat Naira yang kini sudah sedikit membuka matanya menatap samar langit langit kamar itu.
"ahk..!" pekik Naira menahan sakit di kepalanya.
"kamu sudah sadar?" tanya Satya seketika.
"eng.. Mas Satya ada disini?" tanya Naira bingung dengan keberadaan Satya di kamarnya.
"mmh iya!" jawab Satya.
Naira kini memperhatikan dirinya yang sudah menggunakan baju lain.
"tunggu! apa yang Mas Satya lakukan dengan Naira?" tanya Naira seketika dengan tangan yang kini menutupi dadanya.
"apa yang saya lakukan sama kamu, saya tidak melakukan apapun selama kamu pingsan!" sahut Satya kini menatap bingung Naira yang tiba tiba mencurigainya.
"terus yang gantiin baju Naira siapa?" gumam Naira.
"saya minta Winda sama Ayu yang gantiin baju kamu" ujar Satya.
"oh.. begitu!" sahut Naira.
"Lebih baik kamu makan sekarang, setelah itu kamu minum obat, sebentar lagi kita pulang!" ucap Satya kepada Naira.
"kok pulang Mas?" tanya Naira bingung.
"kamu lagi sakit, Mamah minta saya untuk bawa kamu pulang!" ujar Satya.
__ADS_1
"huh.. baiklah!" sahut Naira dengan wajah tak semangat.
Satya yang melihat Naira dengan wajah seperti itu, seketika pria itu bersuara.
"jika ada liburan lagi, kamu boleh pergi!" ujar Satya seketika.
Naira yang mendengar penuturan Satya seketika gadis itu menatap Satya dengan tatapan tak percaya.
"serius Mas Naira boleh ikut!" ucap Naira.
Satya menganggukan kepalanya dan kini beranjak keluar kamar itu dan sembari menuju Villanya.
Namun sebelum dirinya benar benar pergi, Satya menatap Naira sekilas dan kini bersuara.
"nanti selesai makan, kamu pergi ke mobil, tunggu saya disana!" ujar Satya kepada Naira.
"baik Mas!" jawab Naira yang kini melanjutkan makan siangnya.
...🍀🍀🍀...
Selang beberapa lama, Naira yang sudah sedikit baikan kini terlihat gadis itu tengah sibuk mengemasih pakaiannya dan memasukan kedalam tas miliknya.
Naira yang sudah selesai, kini dirinya beranjak dari kamar itu dan berlalu menuju luar Villa, sesampainya di sana Naira yang ingin beranjak menuju mobil, seketika dirinya di kejutkan dengan kehadiran Rendi yang tiba tiba menarik lembut tangannya.
Spontan Naira menatap kearah Rendi yang kini menghentikan langkahnya.
"Rendi?" panggil Naira kepada Rendi.
"Nai? kamu udah baikan?" tanya Rendi cemas.
Rendi seketika menatap kesebuah tas yang ada di tangan Naira, Rendi menatap bingung Naira yang tiba tiba membawa tas miliknya itu.
"kamu mau kemana Nai?" tanya Rendi.
"eng.. pulang Ren!" jawab Naira.
"pulang? sendirian? bagaimana kalau aku antar kamu saja!" ucap Rendi seketika.
"tidak perlu Ren.. eng.. pak Satya yang antar aku pulang!" jawab Naira.
Rendi seketika mengerutkan alisnya mendengar perkataan Naira soal Satya yang ingin mengantar gadis itu pulang.
"Kak Satya?" gumam Rendi tak percaya.
...🍀🍀🍀...
tak lama dari arah jauh, terlihat Satya yang kini memperhatikan keduanya itu yang masih berdiam disana dengan tangan Rendi yang kini memegang erat tangan Naira.
Satya yang melihat kejadian itu seketika dirinya mengalihkan pandangannya menatap kearah lain. namun secara bersamaan Naira yang menyadari Satya yang sudah menunggunya spontan gadis itu beranjak pergi menghampiri Satya.
"Mas Satya? Nai.." belum sempat Naira melanjutkan perkataanya seketika pria itu berlalu terlebih dahulu meninggalkan Naira yang masih menatap bingung sosok Satya.
"Mas Satya kenapa?" tanyanya pada dirinya sendiri.
Naira kini berlalu pergi mengikuti Satya yang sudah duluan menuju mobilnya.
__ADS_1
Di dalam mobil Naira yang kini sudah berada di dalam sana sembari menatap Satya yang sedari tadi tidak berbicara sepata katapun.
Satya bergegas melajukan mobilnya meninggalkan perkarangan Villa tersebut menuju kembali ke rumah mereka.
di dalam mobil terjadi keheningan yang cukup lama, Naira yang merasa Satya begitu berbeda seketika gadis itu bersuara.
"Mas Satya?" panggil Naira.
"mmh!" jawab Satya tanpa melihat kearah gadis itu.
"Mas kita berhenti di pasar dulu ya Mas, bahan dirumah udah habis!" ucap Naira kepada Satya.
Satya tidak menyahuti perkataan Naira melainkan pria itu menginjak pedal gas dan kini membawa mobil itu menuju kesuatu tempat yaitu Market.
Sesampainya di sana Naira menatap bingung Satya yang dimana dirinya meminta pria itu untuk membawanya menuju pasar, bukan Market.
"di pasar panas, di Market saja belanjanya!" ujar Satya yang mengetahui Naira yang ingin bertanya kepadanya.
"oh.. baiklah!" sahut Naira yang kini beranjak turun dari dalam mobil diikuti Satya di belakangnya.
Satya dan Naira beranjak masuk kedalam Market tersebut, Naira kini mengambil sebuah trolli yang terletak tak jauh dari pintu pemasukan.
srek..
"kamu sakit tidak akan kuat kalau dorong!" ucap Satya, Satya segera mengambil alih trolli itu dan kini membawanya.
"Eng.." gumam Naira yang kini menatap bingung Satya yang sudah berlalu terlebih dahulu membawa trolli itu bersamanya.
Naira bergegas mengikuti Satya dan kini keduanya itu membeli barang keperluan untuk dirumah.
Satya dan Naira yang kini terlihat keduanya itu tengah berada di salah satu rak sembari melihat kesana kemari mencari sesuatu yang ingin mereka beli.
Satya mengambil salah satu kemasan dan kini membaca konsumsi dari kemasan itu, begitu juga Naira yang dimana terlihat gadis itu yang juga membaca salah satu produk keluaran baru.
srek..
Naira yang tidak melihat keadaan, dan kini gadis itu seketika menaruh beberapa sneck ke trolli milik seorang pria paruh baya.
Satya yang menyadari Naira menaruh barang belanjaan sembarangan seperti itu seketika pria itu bersuara.
"ehem... Naira?" panggil Satya dari arah belakang gadis itu.
"Iya Mas Sat...." ucap Naira terhenti menatap seorang pria paruh baya yang kini berdiri tepat di sampingnya sembari membawa trolli.
yang dimana pria itu juga menatap Naira yang kini tengah menatapnya.
Naira spontan menatap kearah belakang yang dimana terlihat Satya yang berdiri menatapnya sembari meminta gadis itu untuk mengambil makanan yang barusan ditaruhnya di trolli milik pria paruh baya itu.
Satya seketika memberi kode kepada Naira untuk menaruh semua barang itu di trolli yang di bawa bersamanya.
Naira yang kini baru menyadari, lekas gadis itu mengambil semua barang yang ada di trolli pria paruh baya itu yang pernah di taruh sebelumnya.
"Maaf Tuan, saya salah menaruh barang saya!" ucap Naira yang kini memeluk semua barang barangnya dan beranjak menghampiri Satya dan menaruh semua barang itu di trolli mereka.
...☘️☘️☘️...
__ADS_1
...𝐭𝐨 𝐛𝐞 𝐜𝐨𝐧𝐭𝐢𝐧𝐮𝐞...