Menikahi Pria Masa Kecilku

Menikahi Pria Masa Kecilku
Bab 38


__ADS_3

"Mamah kenapa pakai acara masuk segala ke kamar Satya sama Naira Mah?" ucap pak Marchel kepada istrinya itu.


"eng.. Mamah cuma ingin memberitahu Naira sama Satya, tapi... ya gak sengaja Mamah liat!" jelas buk Wulan.


Pak Marchel seketika menggelengkan kepalanya pelan dan kini kembali menatap surat kabar yang barusan di bacanya.


...🍀🍀🍀...


Selang beberapa lama tampak dari lantai atas terlihat Satya dan Naira kini beranjak turun menghampiri keberadaan kedua orang tuanya.


sesampainya di sana Satya kini duduk di sebuah sofa dan sembari menyandarkan tubuhnya di sana dan diikuti Naira yang kini duduk di samping pria itu.


"Sat? besok setelah kalian pulang kerja, kalian malamnya nginep di rumah Mamah ya." pinta buk Wulan kepada Satya dan Naira.


"kenapa Mah?" tanya Satya.


"besok ada tante sam om mu datang, mereka katanya mau menginap sekalian Mamah bikin acara atas pernikahan mu sama Naira sebagai tanda aja!" ucap buk Wulan.


"oh.. baiklah Mah!" sahut Satya.


Naira yang mendengar perkataan dari ibu mertuanya kini tampak terlihat di wajah gadis itu sedikit gugup.


Namun saat terjadi keheningan yang cukup lama di sana, seketika buk Wulan kembali bersuara.


"Kalian tidak berencana bulan madu?" tanya Mamah kepada Satya dan Naira.


Sontak Naira yang sedari tadi melamun saat dirinya mendengar perkataan dari ibu mertuanya, Naira seketika membulatkan kedua bola matanya menatap tak percaya apa yang barusan dirinya dengar.


"b bulan madu?" gumam Naira.


"apa itu penting!" timpalnya lagi.


"Sat, bagaimana kalau kalian pergi bulan madu!" Ujar Mamah kepada Satya.


"eng.. Satya masih banyak kerjaan Mah, Satya gak bisa ninggalin perusahaan gitu aja!" ucap Satya menjelaskan.


"mau sampai kapan kamu mikirin kerja nak, kamu sudah punya istri, dan kalian, Mamah gak pernah lihat kalian itu...punya waktu berdua!" ucap Mamah.


"kalau ada Mamah yang sering kerumah, kapan Satya punya waktu berdua!" sahut Satya asal bicara.


...🍀🍀🍀...


Naira spontan menatap Satya tidak biasa biasanya pria itu berbicara seperti itu, namun di lain sisi Satya yang baru sadar akan barusan dirinya katakan terlihat di wajah pria itu menahan rasa malu atas apa yang dirinya katakan barusan.

__ADS_1


"Mmh.. tapi Mamah ingin kalian bulan madu, Mamah udah pesen tiket dan jadwal keberangkatannya juga sudah di tentukan, di hitung 5 hari mulai dari sekarang!" ujar buk Wulan.


"APA?" sahut Satya tak percaya dengan apa yang dirinya dengar.


"5 hari dari sekarang Mah.. Mah.. Mamah gak kompromi dulu sama Satya Mah!" ucap Satya tak percaya.


"Papah juga udah bilang Sat, suruh Mamah kompromi dulu sama kalian!" sambung Papah.


"batalin Mah!" sambung Satya.


"tidak bisa!" Sahut buk Wulan.


"Mah.. Satya belum sempat buat honeymoon Mah, klien Satya akan datang kurang lebih 5 atau 4 hari lagi!" Ucap Satya.


Naira yang melihat perdebatan ibu dan anak itu, kini hanya menatap bingung keduanya.


"Baiklah.. tapi Mamah punya satu permintaan!" ucap buk Wulan kepada Satya.


"apaan lagi sih Mah?" tanya Satya.


"Begini Mamah hanya ingin kalian memberikan Mamah cucu, tidak boleh nunda!" ujar buk Wulan lagi.


"anak itu urusan tuhan Mah, gak mungkin datang geplok jatuh dari atas, buat anak juga butuh proses!" lagi lagi Satya asal berbicara.


"aah apa apaan yang barusan aku katakan!" gumam Satya yang kini menyadari perkataanya.


"Ffth..!" pak Marchel seketika menahan tawanya mendengar Satya yang berbicara seperti itu barusan.


Naira lagi lagi di buat bingung sifat Satya yang begitu jauh dari apa yang di pikirkannya, pria dingin saat diluar, namun menjadi sosok pria yang hangat saat berada di rumah.


"tu kamu tau, buat anak butuh proses.. karena itu jangan nunda Satya!"


"kan bukan Satya yang hamil nanti Nai...!" Satya seketika menghentikan perkataanya, dan kini menatap sekilas Naira yang masih menatap kearah dirinya.


Satya yang hampir saja asal bicara kini dirinya bersikap seolah olah tidak berbicara apapun.


"Anak sama Mamah.. gak ada bedanya sama sama keras kepala toh!" sambung Papah kepada Satya dan buk Wulan.


Naira yang sedari tadi melihat perdebatan ibu dan anak itu seketika terlihat di wajah gadis itu tampak sebuah senyuman, melihat sosok Satya yang begitu lucu baginya.


Selang beberapa lama, terlihat bibik yang kini memberitahukan kepada semuanya untuk waktunya makan malam, buk Wulan dan pak Marchel kini kedua pasutri itu beranjak terlebih dahulu menuju ruang makan, namum tidak dengan Satya dan Naira di mana terlihat keduanya itu masih berada di sana.


...🍀🍀🍀...

__ADS_1


Satya yang masih merasa malu akibat salah bicara, kini dirinya untuk memberanikan dirinya berbicara kepada gadis itu.


"eng...!" belum sempat Satya melanjutkan perkataanya seketika Naira bersuara.


"Mas Satya lebih baik makan malam dulu, kalau punya kerjaan nanti Mas Satya lanjut setelah makan malam!" ucap Naira kepada Satya.


"oh.. mmh iya" sahut Satya.


Satya beranjak dari tempat duduk dan kini berlalu pergi menuju ruang makan.


Naira yang masih berada di sana seketika di kejutkan dengan suara Satya yang kini memangil gadis itu untuk ikut makan malam bersama.


"lebih baik kamu makan malam juga, nanti setelah itu kamu boleh istirahat!" ujar Satya kepada Naira.


Naira nendengar penuturan dari Satya spontan gadis itu menatap kearah pria tersebut dan sembari menganggukan kepalanya, Naira beranjak dari tempat duduk dan kini mengikuti Satya menuju arah ruang makan.


Sesampainya di ruang makan, terlihat buk Wulan dan pak Marchel kini tengah duduk di sana, Naira kini mengalihkan pandangannya menatap Satya yang duduk di bangku sebelah kanan.


Naira beranjak menghampiri Satya dan duduk agak jauh dari pria itu, namu seketika buk Wulan meminta Naira untuk duduk lebih dekat kepada Satya.


Naira menatap sekikas Satya dan kini beranjak duduk di samping pria itu.


Tak lama bibik meletakan makanan yang barusan di buatnya, Naira beranjak mengambilkan makanan untuk Satya dan meletakannya di hadapan pria itu.


Satya segera memakan makanan yang di berikan kepadanya dengan lahap.


pukul 08.00 malam, buk Wulan dan pak Marchel tampak keduanya itu sudah beranjak pulang kerumah mereka.


Naira dan Satya kini menatap kepergian kedua orangtua itu yang sudah berlalu pergi meninggalkan rumah mereka.


Satya yang masih bersidiri di sana, kini menatap kearah gadis itu yang masih berdiri di sampingnya.


"lebih baik kita masuk sekarang, ini sudah malam!" ucap Satya kepada Naira.


"iya Mas." jawab Naira.


Satya beranjak masuk kedalam rumah dan diikuti Naira yang kini menyusul mengikuti Satya menuju kamar mereka.


Sesampainya di dalam sana, Naira beranjak menuju tempat tidur sembari merebahkan tubuhnya di atas sana, namun tidak dengan Satya terlihat pria itu yang kini tengah sibuk menatap layar laptopnya.


...☘️☘️☘️...


...𝐭𝐨 𝐛𝐞 𝐜𝐨𝐧𝐭𝐢𝐧𝐮𝐞...

__ADS_1


__ADS_2