Menikahi Pria Masa Kecilku

Menikahi Pria Masa Kecilku
Bab 8


__ADS_3

jam terus berlalu, tampak hari sudah mulai soreh dan jam sudah menunjukan pukul 17.00


Naira dan Winda yang masih berada di ruangan mereka yang kini tengah bersiap siap untuk pulang.


"sudah.. yuk kita pulang, ini sudah pukul 17.00 loh, besok kan harus kerja lagi" ujar Naira sembari tersenyum


"hem tunggu Nai, gue boleh minta nomor lo gak, buat tambah kontak" ujar Winda sebelum beranjak dari bangkunya


Naira tersenyum dan kini memeberikan nomor ponselnya kepada Winda, saat mereka telah selesai, Naira dan Winda kini beranjak keluar.


di luar gedung perusahaan, Naira yang baru hendak melangkah kan kakinya menuju jalan tol, seketika sebuah notif kini muncul di brandanya.


Naira spontan melihat notif itu, tampak nama Putri tertera disana,


Naira segera membuka pesan tersebut dan sembari membacanya.


Naira kini membalas pesan tersebut dan bergegas menaruk kembali handphonenya di dalam tasnya, sembari memanggil taxi untuk membawanya pergi menuju suatu tempat.


***


di perjalanan kini Naira sempat mendapat panggilan dari ibunya, saat sebelum dirinya pulang, ibu Rati meminta Naira untuk singgah di sebuah toko kue pesanan ibunya.


di sebuah toko kue Naira yang sudah tiba di sana kini beranjak masuk kedalam toko itu.


"permisi? bibik?" panggil Naira seraya membuka pintu kaca toko itu


tak lama dari dalam rumah tampak seorang wanita paruh baya kini menghampiri Naira


"oh Naira? ada apa Nai?" tanya Bik Sum kepada Naira yang kini sudah berada di dalam sana


"eng... mau ambil pesanan ibuk ,bik" ucap Naira kepada bibik Sum


"oh.. tunggu bentar ya Nai, bibik ambilkan" jawab bibik Sum seraya berlalu menuju sebuah ruangan yang dimana disana merupakan


tempat pendingin untuk penyimpanan kue. tak lama bibik Sum keluar dari sana seraya membawa kue pesanan Naira.


"ini Nai kue nya!" ucap bik Sum sembari membungkus kue itu


"hem berapa bik?" tanya Naira seraya mengambil dompetnya dari dalam tas


"biasa Nai, 50k, kalau sama yang lain mah beda" ucap bik Sum


"hem ini bik, makasih ya bik, Naira pulang dulu" ujar Naira seraya mengambil kue itu.


"iya Nai.. hati hati" ucap bik Sum dengan senyuman di wajahnya.


"makin cantik anak buk Rati semenjak dewasa ini" gumam bik Sum dan kini kembali masuk kedalam rumahnya.


Naira beranjak menuju sebuah jalan gang yang merupakan jalan pintas untuk pulang kerumahnya.

__ADS_1


Saat di perjalanan tampak di sebuah tongkrongan terlihat dua orang laki laki yang kini menatap keberadaan Naira yang berjalan disana.


"wih.. Naira Don, makin cantik sekarang" ujar salah satu laki laki itu kepada temannya


"hemm..Naira?" tanya seseorang yang bernama Doni, yang kini menatap kearah datangnya Naira.


"gimana Don, pernah kau tolak dulu dia.. sekarang anaknya cantik tu, nyesel gak lu" ucap temen Doni.


"ck.." gumam Doni yang kini menatap kagum Naira yang terlihat Cantik semenjak dewasa.


"Nai..?" panggil Rudi kepada Naira


Naira yang mendengar namanya dipanggil kini menatap keberadaan orang itu


"hemm iya?" ucap Naira


"Doni mau anter pulang nih, ya gak Don" ujar Rudi yang mengkambing hitami Doni


"lah.. kok gue!!" ucap Doni yang kini menatap jengkel Rudi


"ck.. udahlah, gue tau lu pasti masih punya rasa kan" ucap Rudi pelan


"gak usah repot repot kok.. lagian rumah Naira juga udah deket dari sini!" Ucap Naira kepada Rudi dan Doni.


Naira kini berpamitan dan tersenyum ramah kepada keduanya itu.


"habis pulang ya Nai?" Ucap buk Tuti kepada Naira


Naira seketika mengalihkan pandangannya dan kini menatap kearah dua orang itu dengan tatapan tak suka


"Iya bik" ucap Naira


"gimana udah di terima gak kerja di sana?" Tanya Yeni sedikit sewot.


"ini juga baru pulang dari kerja, ngapain harus di terima lagi" ucap Naira tak kalah.


"ck.. sombong amat" gumam Yeni


"Naira permisi masuk dulu ya Bik.. " ucap Naira tersenyum paksa dan kini melangkah kan kakinya menuju dalam rumah.


***


di dalam rumah Naira kini mamnggil ibunya dan seraya meletakan kue pesanan ibu di atas meja makan


"buk.. Naira pulang!" ucap Naira kepada ibunya dari arah dapur


tak lama buk Rati tiba dari arah halaman belakang rumah seraya membawa beberapa buah yang baru di panennya.


"wah.. buah mangga, buk ada yang masih muda gak Naira mau bikin rujak" ucap Naira yang kini memilah buah mangga itu

__ADS_1


"Nai Nai.. udah kayak orang ngidem aja cari yang masih muda" ucap buk Rati yang kini membuka bungkus kue


"hehe.. ibu kaya gak tau aja Naira suka yang muda" ujar Naira yang kini mencium bau buah mangga itu


"hemm akhirnya ketemu" ucapnya.


Naira kini meletakan tas nya dan beranjak mencuci buah mangga itu, dan seraya mengupasnya.


Tak lama dari arah ruang depan terlihat Tiara dan Rey yang baru saja pulang habis jalan jalan yang kini melihat kehadiran Naira di sana, bergegas menghampiri gadis itu.


"kamu ngapain Nai?" tanya Tiara kepada Naira yang kini sudah tiba disana


"hemm lagi kupas mangga, mau bikin rujak" ucapnya


"rujak!!.. wah enak tuh" ucap Tiara.


Saat Naira sedang mengupas mangga, seketika dirinya teringat sesuatu tentang acara reuni nanti malam


"oh.. ibuk.. nanti Naira izin keluar ya buk, sama Putri, reunian nanti malam" ucap Naira kepada ibunya


"reuni? Dimana?" tanya buk Rati kepada Naira.


"di restoran deket SMA Naira waktu dulu buk, ya buk?" ucap Naira lagi


"hemm hati hati nanti, jangan pulang larut malam ngerti?" ujar buk Rati.


Naira menganggukan kepalanya seraya tersenyum lebut kearah ibunya.


Kini mangga yang telah di kupas Naira sudah selesai, dan tinggal di kasih bumbuh saja.


"sudah selesai, taruh dulu gih Ra, di kulkas, lebih enak dingin makannya" pinta Naira kepada Tiara yang masih berada disana


"okeh" ucap Tiara seraya membawa mangga itu dan kini menyimpannya di kulkas.


Naira kini beranjak menuju kamarnya dan bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


saat dirinya sudah selesai, Naira kini berlalu menuju kamarnya dan melaksanakan Sholat terlebih dahulu.


pukul 19.12


di dalam kamar Naira yang sudah bersiap siap yang kini tinggal memakai jam tangannya.


saat dirinya sudah benar benar selesai, Naira bergegas menuju luar kamarnya. Namun secara bersamaan Putri yang juga sudah tiba disana.


kini mereka berdua berpamitan kepada orangtua Naira. Dan bergegas menuju restoran yang berada di dekat sekolah mereka dulu


Naira dan Putri mereka berdua beranjak kearah jalan tol seraya menunggu taxi, selang beberapa lama kini tampak dari arah jauh sebuah taxi berhenti di hadapan mereka.


Naira dan Putri kini bergegas masuk kedalam taxi itu. Selang beberapa menit kini mereka berdua telah tiba disana, Naira dan Putri bergegas turun dari taxi dan menuju kedalam restoran itu.

__ADS_1


__ADS_2