
...🍀🍀🍀...
"huh.. sudahlah!" timpalnya lagi.
Namun secara bersamaan Winda dan Ayu yang ternyata sudah berada di luar Villa sembari menatap kearah Naira yang masih berdiam di sana.
"Lah.. kebiasaan tu anak, minta di sembet setan kayaknya pagi pagi udah melamun!" Tukas Winda.
"sudah kita samperin aja Naira sekarang!" Sambung Ayu yang kini menarik Winda untuk menghampiri keberadaan Naira disana.
Bruk
"Aaa!" teriak Naira kaget akan pukulan pelan di bahunya.
"Bengong mulu, lihat apaan sih, ada cowok ganteng gitu, ajak ajak dong Nai!" ujar Winda menatap arah pandang Naira yang tertuju kesebuah taman bunga.
"Hmm.. lihatin angin!" ujar Naira jengkel.
"Hehe.. sory Nai jangan ngambek dong!" sahut Winda.
Namun dari sebuah halaman Villa terdengar sumber suara, yang meminta para anggota lainnya berkumpul.
Naira begitu juga Winda dan Ayun spontan menatap arah suara tersebut dan beranjak menghampiri.
di halaman Villa terlihat sudah begitu ramai, Naira begitu juga Winda dan Ayu yang kini berdiri di bagian depan, yang dimana Alex menyampaikan sesuatu pengumuman kepada mereka.
...🍀🍀🍀...
namun di sisi jauh terlihat dua orang pria yang dimana Satya dan Rendi tengah berdiri melihat kearah kerumunan itu, tampak Satya yang sudah terlihat baik baik saja.
"apa kau akan ikut kak?" tanya Rendi kepada Satya.
"kenapa aku harus ikut!" sahut Satya.
"ayolah.. percuma kau membawaku kemari, jika kau tidak mau menikmati liburan karyawan ini!"
"demi Mamah, aku bahkan harus menjaga menantu kesayangannya itu, sebenarnya anak Mamah itu aku apa Naira sih!" batin Satya yang masih menatap jauh kearah kerumunan tersebut.
"Kak?" panggil Rendi membuyarkan lamunan Satya.
"mmh!" sahut Satya.
"ayolah.. kenapa kau diam saja hh!" ujar Rendi lagi.
"ahh.. baiklah baiklah, aku akan pergi!" Timpal Satya.
"ya.. begitukan enak di dengar kak!" ujar Rendi.
__ADS_1
"Terserah kau saja!" sahut Satya lagi.
di luar, yang dimana masih terlihat Alex tengah menyampaikan sesuatu kepada anggota karyawan itu.
"jadi.., kalian hanya perlu mencari kayu bakar saja, untuk kita gunakan beberapa hari kedepan, sekarang akan saya bagi kelompok untuk Naira, kau satu kelompok dengan Citra. Ingat Citra.. berkeja samalah dalam hal!" Pinta Alex kepada Citra.
"ck..(batin citra) iya pak! (Sahut Citra)" yang dimana kini dirinya menatap jengkel Naira.
saat semuanya sudah terbagi dalam beberapa kelompok, Winda dan Ayu yang kini sibuk menyiapkan beberapa keperluan untuk mereka memasak, dan para pria yang lainnya di sibukan dengan kegiatan mereka mencari kayu bakar, membangun terpal dan bahkan berbelanja keperluan.
Naira dan beberapa anggota kelompok lainnya kini beranjak memasuki sebuah hutan yang dimana mereka harus mencari kayu bakar.
dan di temani para anggota pria lainnya.
Mereka semua terus memasuki hutan tersebut, dalam beberapa jam Naira dan Citra kini mereka berdua telah tiba di sebuah pohon yang dimana terdapat ranting ranting kering.
Naira memunguti ranting ranting tersebut dan mengumpulkannya.
"Gue gak nyangka.. anak baru ternyata memiliki kemampuan memikat para Direktur di perusahaan!" Ujar Citra dengan suara sedikit meninggi.
Naira yang mendengar penuturan dari Citra sontak dirinya menatap bingung gadis itu.
"Apa maksudmu?" tanya Naira tidak mengerti.
"ck.. apa kau tau, kau itu anak baru di perusahaan, belum ada satu tahun kau bekerja, kau bisa bisanya berada di posisi Sekretaris pribadi Direktur.. kayaknya kau memang handal dalam hal seperti itu ya Naira!" ujar Citra dengan senyum smrik.
"oh.. benarkah, lalu apa kau tidak lihat tadi malam, kedua Direktur memperhatikanmu secara bersamaan, dan bisa bisanya kau berlaga sok naif, cih menjijikan!" timpal Citra.
Naira yang sudah terlihat marah, namun dirinya memendam semua amarahnya itu dan membuang semua pikirannya untuk tidak bertindak lebih jauh lagi.
"Terserah kau saja mau berkata apa!" sahut Naira.
Citra yang melihat respon Naira biasa biasa saja kepadanya, seketika gadis itu mendengus kesal dan sembari berpikir sesuatu.
Citra berlalu pergi meninggalkan Naira sendirian di sana, entah apa yang akan di lakukan oleh gadis itu saat ini.
...🍀🍀🍀...
Naira yang baru menyadari, Citra pergi meninggalkannya, spontan dirinya menatap bingung kemana gadis itu pergi saat ini.
Naira berlalu mencari Citra, dan terus berjalan menelusuri hutan itu, Naira yang sebenarnya memiliki rasa takut, namun dirinya tak menghiraukan hal tersebut.
"Citra?" panggil Naira.
suara Naira mnggema di pertengahan hutan, namun tidak ada jawaban dari gadis itu.
"CITRAA..?" panggil Naira lagi kepada Citra.
__ADS_1
Namun tetap sama, tidak ada jawaban dari Citra.
"kemana dia?" gumam Naira bertanya pada dirinya sendiri.
Naira terus berjalan mencari Citra, namun tanpa sadar dirinya sudah berada di sebuah tebing yang cukup curam. Naira menatap kearah bawah yang terlihat begitu dalam.
"Dimana aku?" gumamnya lagi.
"bagaimana aku bisa lupa jalan pulang!" Timpal Naira yang sudah sedikit takut.
Naira terus berjalan, mencari ujung jalan keluar hutan tersebut, namun percuma hasilnya nihil, Naira yang sudah terlihat kelelahan kini dirinya berhenti di sebuah rumput yang dimana di sana terdapat air mengalir.
Waktu terus berlalu, Naira yang masih berada di sana, dengan wajah yang sudah terlihat putus asa, namun seketika dirinya menangis sembari memanggil nama Satya.
"Mas Satya hiks.. hiks.. Naira ingin pulang!" Tangis Naira memanggil nama Satya.
Namun di lain sisi yang dimana, terlihat para anggota kini tengah berkumpul, tampak di wajah mereka terlihat sangat panik, mengetahui kalau Naira dan Citra belum kunjung kembali ke Villa.
...🍀🍀🍀...
Dan terlihat di sebuah terpal, Satya dan Rendi yang bingung menatap kearah para anggota itu yang masih berdiskusi satu sama lain.
"apa yang mereka bicarakan, sampai sampai jam segini belum selesai!" ucap Rendi kepada Satya.
"entahlah.. aku tidak tau, itu bukan urusan ku!" Sambung Satya.
Namun terlihat, Citra yang sudah kembali dari dalam hutan, dengan membawa ranting kering ditangannya.
Sontak mereka semua menatap kedatangan gadis itu yang kini kembali seorang diri.
"Loh.. Naira mana Cit?" tanya Winda kepada Naira.
"eng.. gue kira tu anak sudah duluan, ternyata belum kembali toh!" sahut Citra santai.
"apaan maksud lo.. bukannya kalian pergi bareng, kenapa jadi begini!" timpal Winda.
"Ck.. kenapa sih lagian siapa suruh tu cewek, cari masalah!" gumam Citra.
"bukan Naira yang cari masalah tapi loe yang suka bikin ribut tau gak, pak.. Alex, kita harus cari Naira pak, ini sudah mulai mendung bagaimana jika Naira kenapa kenapa!" ucap Winda khawatir.
Satya dan Rendi yang mendengar suara perseteruan Winda dqn Citra sontak kedua pria itu kini menatap bingung apa yang tengah terjadi.
Spontan keduanya itu beranjak menghampiri kerumunan itu.
...☘️☘️☘️...
...𝐭𝐨 𝐛𝐞 𝐜𝐨𝐧𝐭𝐢𝐧𝐮𝐞...
__ADS_1