Menikahi Tuan Muda

Menikahi Tuan Muda
Gara-Gara Sabuk Pengaman


__ADS_3

Pernikahan tanpa adanya pesta resepsi atau apapun hanya sebuah pernikahan tertutup dengan alasan privacy, haha lucu sekali bukankah Ray yang memintanya untuk menikah?


Tapi apa ini, sama sekali bukan pernikahan seperti yang banyak dielu-elukan para wanita diluaran sana.


3 hari kemudian setelah menikah mereka masih bersikap biasa seperti saat sebelum menikah, malam pertama setelah menikah? Hal itu tidak ada.


Entah mengapa Ray memintanya untuk menikah tapi bahkan dia juga tak menginginkan Bela untuk melaksanakan kewajibannya sebagai seorang istri saat berada diatas ranjang.


"Buatkan aku teh, gulanya hanya sepucuk sendok teh saja. Aku tidak suka yang manis." seru Ray sembari duduk menyetel tv diruang keluarga.


"Iya tunggu sebentar akan kubuatkan.."


Beberapa menit kemudian Bela datang dengan membawa teh yang diminta suaminya.


"Ini tehnya.." meletakan diatas meja lalu ikut duduk agak menjauh dari sang suami.


"Apakah aku membuatmu takut?" Bela menggeleng, "Lalu kenapa kau duduk sejauh itu? Mendekat.." Ray menepuk tepat disebelahnya.


Bela mengangguk dan menggeser tubuhnya untuk duduk ditempat itu.


"Minum tehnya."


"Hm?" Bela sedikit terkejut mendengarnya, Kan kau yang minta teh kenapa harus aku yang meminumnya?


"Tidak dengar?"


"Aaaa iya aku dengar, baiklah aku akan meminumnya.." segera saja Bela mengangkat cangkir teh diatas meja lalu menyeruputnya.


Sebelum Bela kembali meletakan cangkir tehnya keatas meja Ray segera memintanya, "Berikan padaku.."


Tadi menyuruhku minum teh dan sekarang kau tiba-tiba saja ingin meminumnya?


"Kenapa diam? Aku menyuruhmu untuk memberiku cangkir teh itu, bukan diam!"

__ADS_1


"Maaf.. ini.."


Raypun meminum tehnya hingga habis. Membuat Bela terheran-heran, karena sejauh ingatannya sudah beberapa kali dia bertingkah aneh seperti ini. Makanan atau minuman apapun sebelum disentuh Ray maka Bela yang akan mencicipinya terlebih dahulu. Ditambah lagi Ray mencicipinya tepat dibekas bibir Bela.


"Sudah siang ayo kita jalan-jalan.."


Tumben sekali kena angin apa sih dia? Hampir 3 minggu semenjak menjadi tawanannya dan ini pertama kalinya dia mengajakku keluar vila.


"Arabela Danita?"


"Ah iya baiklah.. aku akan bersiap-siap dulu."


"Tidak usah, begitu saja sudah bagus tidak perlu dandan. Cepatlah sebelum aku berubah fikiran.." Ray yang sudah tidak sabaran langsung menarik tangan istrinya dan membuatnya berusaha menyeimbangkan kecepatan langkah suaminya.


Diparkiran ternyata Kris sudah menunggu mereka didalam mobil, dia turun untuk membukakan pintu.


"Selamat siang tuan muda, nona muda.. silahkan.."


"Kita mau kemana?" tanya Bela yang baru saja menginjakan 1 kakinya kedalam mobil. Sementara Ray sudah duduk santai didalam.


"Iya aku masuk."


Kris menyunggingkan senyum tipisnya saat menyaksikan wajah kesal tuan mudanya itu, menurut pengamatannya selama ini belum pernah ada 1 wanitapun yang berani membuatnya sekesal itu.


"Pakai sabuk pengamanmu." ucap Ray sembari mengelus rambut istrinya.


Saat Bela mencoba menarik sabuk pengaman dirinya merasa agak sulit, "Kenapa susah ditarik.." sekali lagi dia mencoba menariknya sekuat mungkin namun yang terjadi tangannya terlepas dari sabuk pengaman dan mengenai pipinya, "Aw.." pekiknya kesakitan.


"Apa yang kau lakukan, aku menyuruhmu untuk memasang sabuk pengaman bukan menampar wajahmu sendiri. Kemari biarkan aku melihat wajahmu."


"Aku tidak apa-apa hanya tertampar saja itupun karena tidak sengaja."


"Kubilang kemari!" ucapnya dengan ketus, mau tak mau Bela memposisikan tubuhnya menghadap Ray.

__ADS_1


Pria itu mengelus pipi Bela dengan lembut, memijitnya pelan "Uuh sakit.."


"Kau bilang tida apa-apa? Apanya? Kris kerumah sakit sekarang."


"Baik tuan.."


Sepertinya rencana untuk jalan-jalan hari ini sedikit tertunda dari jadwal. Bela kedepannya kau harus lebih berhati-hati lagi ya supaya tuan mudamu tidak mencemaskanmu dengan berlebihan. 🥴


Hanya sakit sedikit saja kenapa harus kerumah sakit sih?


***


Tak lama kemudian merekapun sampai di rumah sakit, tanpa perlu mengantri lagi mereka langsung masuk dengan pelayanan jalur VVIP.


Kris meraih handle pintu ruangan dokter Rama untuk membukanya, "Silahkan masuk tuan, nona.." dirinya dengan setia masih menunggu diluar ruangan.


"Tuan muda kenapa tidak memberitahu saya jika akan datang kemari?"


"Dadakan, cepat periksa istriku.."


Rama memperhatikan Bela dari ujung kepala hingga ujung kakinya namun tak menemukan hal yang aneh tapi tetap saja dia melaksanakan perintah tuan muda Ray.


"Suster bantu saya untuk memeriksa nona Bela."


"Baik dok.."


Mereka bertigapun masuk keruangan kecil dengan tirai yang tertutup rapat, 15 menit kemudian mereka kembali keruangan semula.


Bela duduk disebelah suaminya, "Dok aku tidak apa-apakan?" Bela segera bungkam saat dilirik suaminya sedinging itu.


"Tuan, nona Bela tidak apa-apa.. tidak ada yang perlu dikhawatirkan."


"Kau yakin? Tapi tadi saat aku menyentuh pipinya dia mengeluh sakit."

__ADS_1


"Itu bukan masalah besar tuan, sama halnya saat kaki tersandung sesuatu saat itu juga kaki akan merasakan sakit. Setelah itu rasa sakitnya akan hilang."


Dengarkan? Kau saja yang terlalu berlebihan menanggapinya 😣 gumam Bela didalam hati.


__ADS_2