Menikahi Tuan Muda

Menikahi Tuan Muda
Masak


__ADS_3

Ray menggerakan tangannya meminta Kris untuk mengatur segala sesuatunya dikantor.


Kaki dan tangan kepercayaannya sudah diberi kuasa penuh maka nantikanlah apa yang akan terjadi saat dirinya sampai di Beez Group.


Ray masih melanjutkan acara amal dirumah sakit, sedikit berbincang dengan direktur utama dan petinggi lainnya.


***


Kris melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju Beez Group, jarak dari rumah sakit ketempatnya bekerja lumayan jauh namun karena kecepatan mobil yang dibawanya hampir melebihi batas normal dan kelihaiannya menyetir membuatnya nampak seperti orang yang berkendara dengan kecepatan normal.


Setengah jam kemudian diapun sampai di Beez Group, keluar dari mobil lalu merapihkan jas ditubuhnya dengan gayanya yang terlihat begitu cool membuat mata wanita melirik terkipat dibuatnya.


Kris menganggukan kepala dengan wajah dinginnya saat siapapun menyapanya dengan sopan, sampailah dia diruangan CEO.


"Sedang apa anda disini.." diam sejenak, "Nona Salsa?"


Salsa yang saat itu duduk disinggasana Ray, duduk dengan membelakangi posisi Kris berdiri segera memutar kursinya. "Kemana dia? Kenapa kau yang datang?"


"Sedang apa anda disini? Ruangan ini bukan untuk anda!" tandasnya dengan nada yang begitu dingin.


"Tidak bisakah kau bicara dengan lembut, aku adalah seorang wanita yang rentan perasaan."


Kris bergeser ke pinggir meninggalkan pintu yang masih terbuka lebar, tangannya bergerak kearah pintu.

__ADS_1


"Kris?" seru Salsa dengan sangat kesal. "Tidak bisakah kau memperlakukanku dengan sopan?"


Tangan pria itu kembali bergerak dengan sorot matanya yang menajam, wajahnya mengeras. "Pergi selagi saya memperlakukan anda dengan sopan!"


"Sopan? Waaah kau mengucapkan kalimat sopan barusan, sementara apa yang kau lakukan padaku itu berbanding terbalik dengan apa yang kau ucapkan!"


"Anda ingin pergi sendiri, atau saya yang akan mengantar anda nona!" tegas mengancam.


Salsa yang tak habis fikir dengan prilakunyapun hanya bisa menghela nafas kesal, "Aku tidak akan pernah melupakan hal ini! Tidak akan!"


"Dan jangan pernah lagi menginjakan kaki anda disini!"


Adu kekuatan fisik jelas Salsa akan kalah, tapi jika adu mulut maka Salsa juga yang akan kalah. Waaah Kris kau hebat sekali bisa menekan orang sepertinya hingga sampai seperti itu.


***


Di vila Risa masih sibuk menyiapkan makan siang untuk tuan dan nona muda mereka.


"Risa tolong kau potong wortel itu jadi beberapa potong." seru Maria kepadanya.


"Oh iya baik.." segera Risa mengerjakannya hingga tuntas dan lanjut mengolahnya menjadi sebuah hidangan yang lezat.


Bela yang sedang asyik menonton tv dikamarnyapun terusik dengan kelezatan aroma masakan yang dibuat oleh Risa.

__ADS_1


"Waah siapa yang memasaknya? Kenapa wanginya enak sekali ya?"


Terdengar suara klakson mobil diluar pagar, Bela beranjak dari sofa mendekat kejendela hingga menyibakan korden didepannya.


Dia tersenyum saat melihat suaminya yang barusaja pulang untuk makan siang.


Pintu pagarpun terbuka otomatis, sepasang kaki Kris turun dari mobil dan segera membukakan pintu samping bagian belakang untuk tuan mudanya, "Silahkan tuan.."


"Masuklah, ikut makan siang denganku." pintanya kepada Kris dan hanya dibalas sebuah anggukan kecil.


Bela segera turun kelantai 1 untuk membukakan pintu, "Kau sudah pulang?" senyum manisnya mengembang sempurna, dia meraih tas suaminya untuk dibawa masuk.


"Kenapa kau masih memakai baju yang sama?"


"Em ya karena aku ingin." menggandeng tangan Ray, "Ayo kita makan, makan siangnya sudah siap. Kris kau juga.."


Sekarang mereka bertiga sudah duduk dimeja makan, para pelayan menyiapkan hidangan dimeja.


Mulailah mereka menyantap makan siang itu, "Hmmm....😍😍😍 sungguh ini enak sekali, delicious!" seru Bela memuji, "Siapa yang memasaknya?"


Baru saja Risa ingin membuka suara namun dengan cepat Maria menyela, "Saya nona.." tersenyum, "Saya yang memasaknya." tangannya dibelakang sudah mencubit tubuh Risa.


"Benarkah, wah aku sungguh tidak tahu jika ternyata kau sangat pandai memasak."

__ADS_1


Maria tersenyum bangga saat mendengarnya, Risa yang tak terimapun masih mencoba untuk membuka suara namun lagi-lagi Maria menahannya dengan menginjak kakinya sekuat mungkin membuat Risa mau tak mau harus bungkam.


__ADS_2