Menikahi Tuan Muda

Menikahi Tuan Muda
Sepertinya Ada Pelangi


__ADS_3

Hingga malam menyapa pria yang sedang duduk di kursi ruang kerjanya itu wajahnya memang terlihat tenang tapi siapa yang menyangka jika didalam hatinya sedang gelisah bukan kepalang.


Menatap figura Arabela yang terpajang diatas meja, pandangannya tak beralih saat Kris masuk.


"Maaf tuan saya sudah mengetuk pintunya namun tidak ada jawaban."


"Masuklah.." Ray beranjak dari kursi dan duduk di sofa saling berhadapan dengan Kris. "Apa yang kau bawa?"


"Sesuatu yang akan membuat tuan senang."


"Apa?" Kris hanya diam tak menjawabnya, berani sekali kau mengacuhkan pertanyaan tuanmu wahai Kris? Tanpa bertanya lagi Ray langsung membuka amplop coklat dihadapannya.


Dia tersenyum saat mendapati foto dan cv Bela, wanita itu ternyata memasukan surat lamaran pekerjaan disebuah perusahaan kecil yang tak jauh dari Beez Group.


"Apakah ini benar?" bicara tanpa mengalihkan pandangannya.


"Benar tuan.. terlebih lagi perusahaan itu akan menjalin kontrak kerjasamanya dengan Beez Group."

__ADS_1


"Kapan akan dilakukan?"


"2 hari lagi, tuan.."


"Lakukan besok, siapkan semua berkas yang dibutuhkan."


Kris terdiam tak menjawab, karena meskipun kau menolaknya maka perintah tuan mudalah yang harus kau patuhi.


***


Malam di kamar Bela..


Bermain sampai bosan membuatnya tak bisa melupakan kejadian tadi sore, Bela yang tadinya sedang berbaring diatas ranjang sekarang dirinya beranjak bangun melangkah untuk membuka jendela.


Tidak ada ac dirumah maupun didalam kamar jadi untuk mendapatkan angin kadang dia membiarkan jendela kamarnya terbuka semalam suntuk.


Semoga saja nasib baik kali ini berpihak padanya, bisa bekerja dan mandiri walau hanya disebuah perusahaan kecil sekalipun.

__ADS_1


Malam semakin larut Bela yang sudah pulas tertidur dirumahnya, tetapi tidak dengan pria yang tinggal di vila itu.


Ray benar-benar tak bisa memaksakan dirinya untuk tidur, bukan karena marah dan kesal melainkan dirinya begitu senang saat tahu ternyata perusahaan kecil yang hampir dicoret dari daftar nama perusahaan yang mengajukan kontrak kerjasama beberapa hari yang lalu ternyata perusahaan itu membuka lowongan dan salah satu calon yang akan menjadi staf di tempat itu adalah istrinya sendiri.


Terus memandangi arah jarum jam dari angka 00.00, 01.00, dan sekarang sudah pukul 04.00 dinihari. Lihatlah wajahnya sekarang bukan lagi tampan melainkan seperti panda.


Warna hitam dibawah matanya terlihat dengan jelas, tapi siapa yang berani memprotesnya? Tidak ada.


Sekarang matahari sudah benar-benar menampakan sinar terangnya Ray sudah bersiap rapih sejak sejam yang lalu.


Kenapa ini, ada apa? Kenapa dia merasa jantungnya berdegup dengan kencang. Aaaah apakah pria itu mulai jatuh cinta lagi?


Turun menapaki anak tangga menuju ruangan makan dengan wajah ceranya, dia menyapa para pelayan yang ia lihat.


Aneh sekali, tuan muda seperti orang lain saja. Begitu pemikiran mereka terutama Ling, dirinya yang sudah sejak lama mengabdi ditempat ini melayani tuan muda namun tak pernah sekalipun tuan mudanya menyapa mereka seramah itu.


"Apa menu sarapan kita pagi ini? Aaa benar Risa setiap hari minggu aku mengizinkanmu untuk pulang menemui ayahmu tapi ingat sebelum jam 19.00 malam kau sudah harus ada di vila ini."

__ADS_1


Mendengarnya secara langsung seperti itu membuat Risa hampir terkena serangan jantung mendadak, "Kenapa kau diam.. tidak mau?" lanjut Ray sembari melumeri roti bakarnya dengan nutella hazelnut favoritenya.


"I- iya tuan muda terimakasih saya pasti mau.. sebelum jam 19.00 malam saya pastikan sudah berada di vila ini.." jawab Risa dengan sangat bahagia. Dia mengelus pelan dadanya lalu melihat keatap langit sembari tersenyum.


__ADS_2