Menikahi Tuan Muda

Menikahi Tuan Muda
Resort Pulau Cinta


__ADS_3

Angin sejuk menyambut kedatangan mereka sebuah resort yang indah tak jauh dari bangunan itu ada pantai.


Pohon kelaapa yang menjulang tinggi, sudah menjadi ciri khas tersendiri.


"Sayang wah resortnya indah sekali.."


"Kau suka?"


"Emh.." Bela mengangguk, "Sayang aku mau bermain dipantai. Meri ayo." Ray tersenyum melihat kesenangan istrinya. 2 tangan yang ia masukan keadalam skau celana bagian depan berjalan mengikuti Bela dari belakang.


jangan mempermasalahkan soal koper tas. dan sebagianya karena semua itu ada petugas yang mengurusinya.


Kris dan Risa yang juga ikut kepantai mereka hanya diam saja, bahkan Kris tak meliriknya walau sedetikpun.


"Wah nona ayo kita cari kappa.."


"Kappa? Bukankah itu sangat lezat aku sangat menyukainya. ayo cepat kita cari." dan mulailah mereka mencoba mencari kappa dengan sush payah padahal jika Bela mau dia bisa memakannya kapanpun.


tapi meskipun mau Bela tidak akan mau menggunakan kekuasaan suaminya untuk hal sepele yang masih bisadilakukannya sendiri. "Nona, nona lihat ini.." Meri sudah berdiri memegang kappa yang besar namun karena angin pantai cukup kuat membuat rambutnya tersibak serta angin yang menyeret debu hingga masuk kematanya, "Emh.." tangannya yang kotor tidak memungkinkan untuk mengusap mata.


"Omo! Kris, Kris apa yang kau lakukan cepat bantu dia.."

__ADS_1


Sial!


Bukannya membantu pria itu malah pergi, dan saat berbalik badan mau pergi eeh ternyata ada Faron yang berjalan mendekat kearah Meri.


Kris kau memang bodoh! Mengutuk diri sendiri. Sebelum Faron melewatinya Kris segera kembali mempercepat langkahnya lalu menarik Meri untuk sedikit menjauh dari mereka.


"Kau ini bodoh atau apa?" kan Kris ngomel-ngomel sendiri, cemburu ya ngomong dong mas Kris, haha.


"Maaf tuan saya tidak mengerti.."


"Duduk.." perintah Kris untuk Meri dan langsung membantunya.


Ditempat Bela tadi suaminya mendekat berbisik pelan ditelinga sang istri, "Apa yang sudah kau rencanakan?"


"Arabela kau tidak mengenal Kris, kau sudah membuatnya cemburu jadi lebih baik kau berhati-hatilah karena aku sendiri tidak bisa menjamin keselamatanmu!"


Hah bodoh akukan istrimu, dan lagi kau itukan bosnya.


"Siapapun yang sudah mengganggu privasinya sekalipun itu ..." diam sejenak, mendekap Bela, "Dia tidak akan menghormatiku!" suara datarnya membuat Bela merinding hanya bisa menelan saliva.


Padahal Ray sudah ingin terbahak melihat ekspresi Bela yang takut.

__ADS_1


***


Usai bermain mencari kappa dan mengumpulkannya Ray menyuruh chef untuk segera mengolahnya mengingat Ray tidak suka jika melihat istrinya memasak.


Sementara Meri barusaja selesai mandi dengan rambutnya yang basah, Hairdrayer oh tidak.. aku lupa membawanya.. mau tidak mau Meri mengeringkan rambutnya menggunakan handuk.


Baru juga beberapa menit Kris datang mengambil handuk itu dari tangan Meri.


"Tuan.."


Kris menatap handuk ditangannya dan menjatuhkannya kelantai.


"Tuan?" Eh kenapa, kenapa dia malah semakin mendekat.. Meri memundurkan langkahnya hingga punggungnya menabrak tembok. "Tu- tuan.."


"Hm?"


Kris mengangkat dagu Meri secara mengejutkan menit ini menjadi second kiss kedua mereka.


Cukuplah tindakan yang membuktikan perasaanmu, meskipun terkadang ada sebagian wanita yang tidak menyadarinya.


***

__ADS_1


Hai guys maaf ya udah lama nunggu malah updatenya dikit lagi hehehehe.. Kita update dan release pelan-pelan ya baby, makasih atas dukungan kalian semua sampai karya "Menikahi Tuan Muda" masuk dalam ranking karya terbaru juara 6 loh hehe alhamdulillah makasih semuanya.. yuk yg belum follow IG nona @nona.kireina


__ADS_2