Menikahi Tuan Muda

Menikahi Tuan Muda
Pesta


__ADS_3

Mentari bersambut erangan Bela yang terdengar malas, dia masih ingin tidur sedikit lebih lama lagi tapi bisa apa saat tuan muda Rey terus mengusiknya.


"Hei ayo bangun, hari ini kita akan pergi ke sebuah pesta."


"Pesta?" duduk lalu meregangkan tubuhnya.


"Hm... cepatlah mandi."


"Mandi berdua, ya?"


Rey melempar bantal tidur itu dikaki Bela, "Mandi saja sendiri, kenapa harus berdua?"


"Mmmmm...... ayolah." pintanya dengan manja.


Rey menghela nafasnya sembari menggeleng, "Ya sudah, ayo.."


Bela segera turun dari ranjang lalu mengambil kimono mandinya yang berwarna biru polos dan juga selembar handuk putih untuk sang suami.


...----------------...


Bela menuangkan sabun cair dengan aroma yang menyegarkan, lalu masuk kedalam bath tub dan disusul oleh Rey.


"Sayang?"


"Hm..."


"Dari tadi hanya hm, hm, dan hm saja.. kau ini kenapa sih?"


"Sudahlah jangan cerewet, sebenarnya kau ini mau mandi atau mau mewawancarai ku."


"Hmmmm...."


Rey pun mendelik sebal saat pertanyaannya di jawab seperti itu.

__ADS_1


Tangan Bela mengaduk-aduk air di dalam batu tub tersebut hingga membuatnya berbusa sangat banyak, "Sayang coba kau lihat ini, banyak sekali busanya."



"Kau suka bermain busa?" Rey melingkarkan tangannya di pinggul Bela, lalu mencium pipinya.


"Sayang, dingin ayo cepat.. bukankah kita mau pergi ke pesta ulangtahun? Memangnya siapa yang sedang berulangtahun sayang?"


"Putri dari rekan bisnis."


"Putri?"


"Hm... ayo.."


Dalam keadaan telanjang mereka keluar dari bath tub menuju shower untuk membilas semua busa yang menempel di tubuh mereka.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...



Bela dan Rey yang baru saja tiba pun segera mengisi buka tamu dan masuk kedalam aula hotel berhiaskan dekorasi yang indah itu.


"Wah, sayang mewah sekali pestanya.."


"Biasa saja." datar, dia terlihat malas untuk menghadiri pesta ulangtahun ini.


"Ada apa sayang? Kau terlihat tidak senang.. apakah ada sesuatu yang mengganggu mu?"


"Tidak ada, ayo kita duduk dulu."


Bela mengangguk dan mengikuti suaminya, mereka berdua duduk disebuah kursi yang tak jauh dari meja jamuan.


Dari dekat panggung itu Presdir Jhon melambai lalu mengangguk hormat pada Rey sembari tersenyum.

__ADS_1


Rey juga membalas anggukan kepalany dengan pelan dan tanpa senyuman.


Jhon melangkah mendekat, "Selamat pagi tuan Rey.." lalu melirk Bela, "Apakah dia sekretaris anda yang baru? Saya tak pernah melihatnya."


Ya, tak ada yang tahu jika Rey telah menikah dengan Bela. Karena yang mereka tahu adalah tuan muda Rey itu tidak menikah.


"Bukan.."


"Ah, haha.. tidak perlu sungkan, ayo silahkan dinikmati sambil menunggu kedatangan putriku, Bianca."


Seorang pelayan mendekat memberikan minuman jus, "Jusnya tuan, nona, silahkan.."


Bela mengambil dua gelas jus orange, "Sayang, ini."


"Wah.. apakah saya tidak salah dengar nona? Anda memanggil tuan Rey dengan sebutan sayang?"


Dan Rey pun sudah mulai kesal dengan semua pertanyaan Jhon, "Tuan Jhon..." dia bicara dengan ringan, "Menjauhlah, jangan mengganggu istriku."


"Apa, ia -"


"Daddy?" seru Bianca dari belakang yang baru saja masuk keaula ini, dia terlihat berbinar senang saat menatap Rey, "Rey?"


Siapa dia? Tanya Bela dari dalam hati dengan resah, "Sayang?" panggilnya lirih.


Bianca yang mendengar kalimat sayang itu pun seperti terlihat kesal. "Daddy?" lirih memanggil.


"Tenanglah.." balasnya dengan suara kecil.


##


typo Text, sorry ya hihi


. ngetik nya sambil nahan kantuk haha

__ADS_1


__ADS_2