
Satu malam penuh mereka tidur terpisah, Bela tidur dikamar atas dan Ray yang tidur dikamar tamu. Malam hampir habis tetapi keduanya tak dapat tidur.
Pagipun menyapa Bela yang sudah bersiap rapih segera turun ke lantai 1, menarik kursi dimeja makan hingga jam 8.30 pagi namun Ray tak kunjung datang.
Ling yang kebetulan datang keruang makan dia mengangguk hormat, "Maaf nona apakah nona sedang menunggu tuan muda?" Bela mengangguk pelan, "Tuan muda sudah pergi sejak tadi nona.."
"Apakah dia sudah sarapan?" menatap sendu pada Ling yang menggeleng, "Hm.. baiklah tidak apa-apa, aku akan membuatkannya makan siang."
Baru saja Bela berdiri dari duduknya, "Maaf nona tapi tuan berpesan mulai hari ini nona tidak perlu lagi melakukan apapun yang berhubungan dengan tuan muda."
"😞😞😞.." Semarah itukah kau padaku? sekilas Ling melihat air mata Bela namun dengan cepat diusapnya.
Bela berjalan cepat meraih handle pintu utama, memutarnya lalu keluar begitu saja tanpa memberitauhkan tujuan kepergiannya.
***
Ditepi jalan raya Bela menyetop sebuah taxi biru dan memintanya untuk mengantar ke Beez Group.
Sepanjang perjalanan dirinya menangis pelan sembari mengusap air matanya berulang kali.
"Nona kita sudah sampai ditempat tujuan.."
Bela menggigit kecil bibir bawahnya, dia lupa membawa dompet untung saja dia melihat Kris yang baru saja keluar dari mobil, "Pak tunggu sebentar.." berlari kecil menuju Kris, "Kris.."
Pria itu menoleh lalu mengangguk hormat pada nona mudanya, "Nona muda kenapa nona ada disini?"
"Aku akan memberitahumu nanti tapi bisakah kau meminjamiku uang 100.000?"
"Hm?"
"Please.." Bela mengatupkan tangannya memohon dengan sangat.
__ADS_1
Setelah mendapatkan uang untuk membayar taxi Belapun lekas kembali ketitik tempat ia bertemu dengan Kris barusan.
"Apakah tuan muda ada di dalam?"
Kris mengangguk, "Ya nona, tuan muda ada diruangannya.."
"Terimaksih Kris aku akan mengganti uangmu nanti.. aku buru-buru.." Bela melambaikan sebentar tangannya dan segera masuk kedalam kantor.
Menunggu lift terbuka bersama staff yang lain, setelah itu masuk kedalamnya dan keluar lagi setelah sampai dilantai tertinggi gedung Beez Group.
"Maaf nona anda siapa kenapa bisa datang keruangan ini?" seru Meta yang menghentikan langkah Bela secara tiba-tiba.
Didepan matanya terlihat jelas ruangan sang CEO yang pintunya tertutup rapat.
"Aku?" menunjuk diri sendiri membuat Meta mengangguk, "Em.. Arabela Danita." Selain Kris dan mertuaku tidak ada lagi yang tahu jika kami suami istri. "Itu.. aku... Aku ada hal penting yang ingin kubicarakan dengan CEO kalain."
"Apakah nona sudah membuat janji?"
"Ah baiklah saya akan mengeceknya sebentar.." seru Meta lalu menyentuh laptopnya untuk mengecek jadwal janji temu Ray dengan para tamu.
Namun dalam daftar tersebut, "Maaf nona tapi dalam daftar tidak ada -" Meta terbelalak saat mendapati Bela yang mencoba beranjak dari hadapannya.
Karena ketahuan akhirnya Belapun lari, "Nona tunggu anda tidak boleh masuk.. nona?" Meta tak ingin ia disalahkan karena telah lalai. Dan dirinyapun ikut mengejar Bela hingga kedepan pintu ruangan Ray.
Baru saja Bela menyentuh handle pintu Meta dari belakang segera mencegahnya hingga aksi dorong mendorongpun terjadi.
Suara berisik dari kedua wanita itu sampai ditelinga Ray, dia menghela nafasnya dengan sangat kesal. "Haaah..! Kenapa berisik sekali diluar!"
Tak lama kemudian Krispun datang dia cukup terkejut saat melihat Meta mendorong Bela dengan kuat hingga mengenai meja dibelakangnya membuat vas bunga itu terjatuh dan pecah.
Ray yang sudah emosipun segera keluar dari ruangannya, pintu terbuka dan yang pertama kali ia lihat adalah pecahan vas bunga yang berserakan didekat sepasang kaki seorang wanita. Lalu pandangannya perlahan naik hingga mereka berstitatap.
__ADS_1
"Sedang apa kau disini?" tanya nya dengan wajah dingin.
"Aku -"
"Pergi!"
"Dengarkan dulu penjelasanku.. aku kemari untuk -"
"PERGI!!" teriakannya benar-benar membuat sakit telinga siapapun yang mendengarnya dan membuat Bela terlonjak kaget lalu menangis saat itu juga.
Bukan hanya itu bahkan Ray juga memarahi Meta yang berdiri tak jauh darinya, "Kenapa kau membiarkannya masuk ke ruangan ini. Apa yang sudah kau kerjakan, kau sudah bosan bekerja hah!" bentakannya membuat Meta juga terkejut.
Dan ini adalah kedua kalinya Bela dibentak dan dimarahi dihadapan orang lain. Bela yang menangis menutup mulutnya dengan 1 tangan lalu pergi begitu saja tanpa menjelaskannya lebih lanjut.
***
Masih di lantai tertinggi gedung Beez, diruangan kerja Ray..
Pria itu terlihat sangat gelisah, masih terus memikirkan ucapan seseorang yang mengaku sebagai ayah dari istrinya.
Disaat fikirannya benar-benar kacau tiba-tiba saja seseorang mengiriminya chat berupa foto.
Foto itu adalah hasil retasan kamera cctv di vila saat ayahnya datang menemui Bela.
Dengan keahliannya orang itu mengeditnya sedemikian rupa hingga seolah-olah Arabela Danitalah yang memberi selembar cek kepada pria yang duduk dihadapannya.
Pria yang diedit dengan memakai sebuah masker.
Ray menyandarkan tubuhnya kepunggung sofa dengan lemas, hatinya sungguh sakit sekali.
Kedua sudut matanya sudah basah, Sial!
__ADS_1