Menikahi Tuan Muda

Menikahi Tuan Muda
Rencana Liburan Meri & Risa


__ADS_3

Malam di hotel berbintang Bela yang barusaja selesai mengganti bajunya dengan piyama sekarang sedang bermain hp diatas ranjang.


Begitu asyiknya bermain membuatnya tidak sadar jika ternyata Ray sudah duduk disebelahnya.


"Sayang.." terkejut karena Ray yang secara tiba-tiba merampas hp, "Sayang hpku -" terdiam saat mendapatkan lirikan dingin darinya.


"Kau lebih mementingkan hpmu daripada suamimu sendiri, begitu?" raut wajahnya begitu kesal. Prak! Hp mahal itu ia lempar kelantai membuat retak lcdnya.


Bela hanya menelan saliva, Hp mahal yang tidak ada harganya. "Sayang maafkan aku, bukan maksduku seperti itu."


Pandangan Bela mengikuti gerak tubuh Ray yang kemudian ikut berbaring memeluk suaminya.


Jemari yang bermain lentik didada bidangnya, "Sayang maafkan aku ya.." menarik-narik piyama Ray.


"Hm.. tidurlah, besok pagi kita harus kembali kekota."


Barusaja Ray mau memejamkan mata namun Bela tak mengizinkannya, dia meniarapkan tubuhnya lalu mencubit gemas hidung mancung dihadapannya.


"Apa yang kau lakukan?"


"Tidak ada, aku tidak melakukan apapun.."


"Kau sedang menggodaku. Awas kau ya!"


"Aaah.." Raypun ikut meniarapkan tubuhnya diatas tubuh Bela. 2 pasang mata yang saling bersitatap, hangat dan begitu banyak cinta perlahan mengecup bibir Bela lalu menyusuri leher jenjang mulusnya.


"Sayang aku -"


"Apa? Jangan berani menolakku.."


"Bu- bukan.. tapi aku barusaja menstruasi."


Garis kerut nampak jelas dikeningnya, "Mens?" kata mens yang ada dibenaknya adalah huruf m.a.n lalu dia turun dari ranjang, "Siapa yang kau bawa kemari." wah sepertinya ada yang salah faham.


"Sayang kau mencari siapa? Didalam kamar ini hanya ada kita berdua.."

__ADS_1


"Tadi aku meninggalkanmu sebentar lalu sekarang kau bilang mendapatkan seorang mens?"


Bela tak kalah terkejutnya, "Seorang?" dia menggeleng lalu menghela nafas sebelum tertawa.


"Kenapa kau tertawa, dimana kau menyembunyikannya?" Ray sudah membuka lemari pakaian, memeriksa bawah kolong meja, dan kamar mandi namun tidak menemukan siapapun selain dia dan Bela.


"Sayang maksudku itu menstruasi, datang bulan."


Ray terdiam dia bingung dengan yang namanya datang bulan. Bukankah ini baru minggu kedua dibulan ini, lalu bagaimana bisa istrinya kedatangan bulan?


"Kau jangan menutup-nutupinya dariku.. siapa yang kau sembunyikan!" teriaknya membentak dengan nada yang meninggi. Bahkan kedua tangannya sudah terkepal erat.


Tuhan suamiku ini pernah sekolah atau tidak? Bukankah itu pelajaran mendasar SMP?


"Arabela!"


"Sayang dengarkan dulu penjelasanku.." mendekat meraih tangan suaminya, "Aku tidak menyembunyikan apapun dan siapapun didalam kamar ini.. aku berani bersumpah atas nyawaku."


"Tutup mulutmu! Hanya aku yang berhak atas apapun yang ada padamu."


Ray mendekap istrinya memeluknya dengan hangat, "Berjanjilah bahwa kau tidak akan meninggalkanku apapun yang terjadi."


"Aku berjanji sayang, akan selalu setia menemanimu.."


Lum*tan lembut ia dapatkan dari suami anehnya itu. Tidak mengerti menstruasi, hobinya marah-marah dan cemburu, juga tidak suka dibantah.


Malam berbintang menjadi teman tidur mereka.


***


Di vila para pelayan baru saja selesai menyantap makan malam, sejak tadi Ling terus memperhatikan Meri dan Risa secara bergantian.


2 wanita yang pernah dibawa oleh tuan Kris kehadapannya, keduanya punya cerita yang mengejutkan.


Apakah ini yang namanya cinta segitiga? Haah entahlah, dunia anak muda memang rumit.

__ADS_1


"Meri?" seru Risa memanggilnya.


"Iya, ada apa?"


Mereka berdua menapaki anak tangga bersamaan sembari mengobrol.


"Besokkan hari minggu apakah kau mau ikut denganku jalan-jalan keluar?"


"Apakah para pelayan disini punya jatah libur, Risa aku tidak terlalu mengenal orang-orang disini apakah tidak masalah jika aku ikut denganmu? Terlebih lagi aku juga masih baru bekerja divila ini."


Risa tersenyum lalu menepuk pundaknya, "Tidak masalah.. baiklah besok jam 7 pagi ya.."


Mereka berpisah dan masuk kedalam kamar masing-masing.


Malam indah dipenuhi bintang menjadi saksi bisu dan teman mereka bermimpi.


***


Pagipun tiba selesai melaksanakan tugas Risa dan Meri sudah bersiap ingin melenggang pergi keluar vila, mencuci mata tidak ada salahnyakan?


Tapi sepertinya tidak semudah itu, pintu pagar terbuka membiarkan mobil putih masuk kegarasi.


Sepasang kaki turun dari mobil dan melangkah masuk kedalam vila, di ruang tamu berpapasan dengan 2 pelayan wanita.


Matanya melirik membuat Risa bersemu merah, sementara wanita yang menjadi target lirikannya adalah Meri.


Wanita itu menunduk takut, berdoa didalam hati semoga hari ini bisa berjalan dengan lancar.


"Kau!" menunjuk Meri.


Matilah aku.. dengan terpaksa dia mendekat, "Risa kau duluan saja nanti aku menyusul." berbisik pelan yang dibalas anggukan.


"Baiklah.."


Berfikir jika itu adalah hal yang biasa jadi Risa tak mau mengambil pusing. Diambang pintu Ling juga kembali memergoki 3 orang didepannya.

__ADS_1


"Sepertinya ada drama romatis terbaru.."


__ADS_2